Alasan Kenapa Singapura Menarik untuk Dikunjungi

Alasan Kenapa Singapura Menarik untuk Dikunjungi

______________________________________________

<script data-ad-client="ca-pub-1465180678589020" async src="https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js"></script>

Singapura?

Yaa, Singapura, negara tetangga kita.

Saat mendengar kata Singapura, banyak dari kita yang akan dengan mudah mengenalnya dari ikon sebuah patung singa yang mengeluarkan air dari mulutnya dan sangat sering dijadikan sebagai latar atau ‘background’ foto para turis yang berkunjung kesana terutama para pelancong dari Indonesia.

Tidak dipungkiri, saat ini Singapura adalah salah satu negara yang menjadi ‘favorite destinations’ atau tujuan favorit bagi para pelancong dari seluruh dunia.

Meskipun masih banyak juga yang menghindari berkunjung ke Singapura karena disana cukup terkenal dengan hal yang serba mahal, namun bukan berarti tidak ada yang tidak gratis di Singapura loh!

Beberapa taman seperti ‘Botanic Garden’, ‘Marina Bay Sand’ dan ‘Haw Par Villa’ tidak memungut biaya alias free entry sepanjang hari.

Berikut adalah beberapa Alasan Kenapa Singapura Menarik untuk Dikunjungi :

1. Diversity (Perbedaan)

Masyarakat Singapura hidup harmonis dan interaksi antar ras berbeda merupakan bagian umum kehidupan sehari-hari.

Pengunjung dapat menikmati budaya China, Melayu, India dan Eurasia melalui banyak festival tradisional dan keagamaan yang memenuhi kalender Singapura.

Toleransi budaya dan agama paling jelas digambarkan oleh kuil, gereja dan masjid yang terletak berdampingan di jalan yang sama.

Penduduk Singapura bahkan memiliki bahasa

“Singlish” atau “Singapore English” yang merupakan bahasa gaul yang terdiri dari kata-kata bahasa Inggris, Melayu, Hokkien, Teochew, Cantonese dan Tamil.

2. Cleanest (Terbersih)

Singapura merupakan salah satu negara kota terbersih di dunia.

Berkat peraturan ketat dan ancaman denda ratusan dollar bagi yang tertangkap meludah atau membuang sampah sembarangan, Singapura bebas dari bau tak enak atau sampah yang tidak sedap dipandang.

Biasanya hanya daun-daun kering berjatuhan dari pohon yang mengotori jalanan.

3. Safety (Keamanan)

Singapura sangat mungkin merupakan kota teraman di Bumi karena undang-undangnya yang ketat, multilingualisme dan keamanan yang lebih baik.

Tidak ada ketegangan ‘agama atau ras’, tidak ada keresahan sipil dan tingkat kejahatan juga rendah.

CCTV terpasang hampir di setiap sudut tempat. Hal ini membuat Singapura sangat aman karena setiap kejadian akan terekam kamera yang memudahkan penangkapan pelaku bila terjadi kejahatan.

4. Transportation (Transportasi/Angkutan)

Berkat ukuran Singapura yang tidak terlalu besar, sistem kereta bawah tanah ‘Mass Rapid Transit’ (MRT) dan jaringan bus lokal menyebar ke keempat penjuru pulau ini.

Singapura menawarkan infrastruktur dan sistem transportasi kelas dunia dari jaringan jalan yang dikembangkan dengan baik dan sistem transportasi umum yang memungkinkan pengunjung untuk mengakses berbagai tempat di Singapura dengan cepat, mudah dan nyaman.

5. Foods (Makanan)

Singapura penuh dengan ratusan pusat jajanan atau yang biasa disebut dengan ‘Hawker Centre’.

Kita bisa mendapatkan makanan lezat dengan harga di bawah S$10 (sekitar Rp.100.000 jika penghitungan kurs Rp.10.000 per S$1).

Beberapa masakan Singapura yang unik dan murah seperti ‘Char Kway Teow’, ‘Hainanese Chicken Rice’, ‘Indian Rojak’, ‘Hokkien Prawn Mee’, ‘Fried Oyster Omelette’ ‘Popiah’, ‘Laksa’, ‘Kaya Toast’, ‘ Mee Rebus’ dan masih banyak lagi, perlu Anda cobain juga.

Bagi Muslim, jangan khawatir tentang ke’halal’an makanan di sebuah restoran maupun ‘hawker center’, karena setiap restoran atau tempat makan di Singapura yang halal akan mempunyai label halal dari MUIS (Majelis Ugama Islam Singapura), atau seperti MUI di Indonesia, yang di tempel jelas di setiap kios tempat makan/restoran halal.

Label halal itu juga mempunyai ‘masa berlaku’, misalnya dua tahun.

Jadi ketika masa berlaku itu habis, restoran/tempat makan harus memperbaharuinya lagi, jika tidak, maka restoran itu tidak akan berlabel ‘halal’ lagi.

6. Architecture (Arsitektur)

Dari Raffles Hotel era kolonial hingga condominium futuristik modern dan ruko peranakan era klasik hingga bangunan yang terinspirasi oleh Art Deco, Singapura sangat cocok dikunjungi seorang pecinta arsitektur.

7. Outdoor Gardens (Kebun/Taman Terbuka)

‘Gardens by The Bay’ & ‘Haw Par Villa’ merupakan objek wisata outdoor yang tidak seperti tempat lain di dunia.

Masuk sini juga gratisss!

*Tapi jika Anda tertarik untuk naik OCBC Skyway perlu bayar S$8. Hehehe.

Gardens by the Bay didominasi oleh ‘Supertree Grove’, kumpulan taman vertikal logam raksasa yang tercakup dalam ribuan spesies flora dan fauna. Gardens by the Bay memiliki suasana pemandangan yang ramah dan futuristik.

*Untuk menikmati efek penuh, kunjungi taman ini di malam hari saja karena setiap pukul 19.45 & 20.45, ada atraksi suara dan lampu yang meriah di Supertree

Nah, ‘Haw Par Villa’ adalah taman hiburan yang dibangun oleh saudara Haw Par yang menemukan Tiger Balm.

Taman ini penuh dengan patung dan diorama berukuran besar yang menggambarkan mitologi China.

Dua bersaudara Haw Par ingin menciptakan cara yang menyenangkan bagi orang tua untuk mengajarkan kepada anak-anak mereka tentang moralitas melalui cerita dari mitologi China.

Yang paling menarik disini adalah :

“10 Pengadilan Neraka”.

Dimana orang-orang China percaya bahwa jika kita melakukan kejahatan di dunia, maka kita akan mendapat hukuman dan siksa di neraka.

Ohyaa.. bila Anda mengunjungi Singapura sebagai liburan keluarga besar bersama anak-anak, bawa juga mereka ke Sentosa.

Tempat atraksi seperti ‘iFly Singapore’, ‘Universal Studios Singapore™’ dan ‘Skyline Luge’ akan mengirimkan tingkat adrenalin mereka.

Jangan lupa siapkan baju renang dan bawalah anak-anak Anda ke taman air gratis seperti “Children’s Gardens” di Far East Organization dan “Marina Barrage Water Playground.”

_______________

Itulah beberapa alasan kenapa negara Singa bisa jadi referensi liburan keluarga ataupun liburan solo alias liburan seorang diri saja.

Mungkin Anda pernah mendengar atau ada orang yang bilang supaya kita meniru apa yang ada di luar negeri?

Wah, hal itu ada benarnya juga loh ternyata!

Contohnya, ketika sedang berada di Singapura, kita harus patuh dengan aturan disana, misalnya, kita tidak diperbolehkan membuang sampah sembarangan, tidak boleh menyeberang jalan tidak pada tempatnya, tidak meludah sembarangan, bahkan tidak boleh memberi makan burung Dara di jalanan karena bisa dikenakan denda hingga empat juta!

Hmmm, tidak heran, Singapura memang terkenal juga sebagai negara denda.

Setelah berkunjung ke Singapura, diharapkan saat pulang, kita juga jadi terbiasa untuk tidak membuang sampah sembarangan lagi.

Atau kita jadi ikutan antri dengan rapi saat akan membeli makanan, atau kita jadi rela memberikan kursi kita di bus ato kereta kepada orang yang lebih membutuhkan untuk duduk di angkutan umum.

Atau mungkin, kita juga bisa meniru penggunaan eskalator disana.

Di Singapura, orang-orang yang menggunakan eskalator itu sangatlah tertib.

Bagi orang-orang yang santai dan tidak buru-buru, mereka berada di sebelah kiri eskalator karena sebelah kanan di berikan untuk orang-orang yang sedang ingin cepat-cepat, khususnya di stasiun kereta pada jam sibuk.

Di mall-mall pun sama, semua tertib dan tapi meskipun itu bukankah aturan tertulis di Singapura.

Jadi meniru sesuatu yang baik dari negara lain itu kadang memang perlu bukan?

Semoga semuanya dimudahkan untuk dapat berlibur ke Singapura bersama keluarga dan merasakan sendiri pengalaman berada di negara Singa, yaa!

đź’– Aandzee.