Bos Galak Nyebelin Bab 3 : Bogabel

aandzee.id – Bos Galak Nyebelin Bab 3 : Bogabel

Sudah baca PoV Adam kan?

<script data-ad-client="ca-pub-1465180678589020" async src="https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js"></script>

Nah seperti itulah dia. Hanya gara-gara pernah kalah dalam taruhan bola saja dia sangat dendam padaku.

Dasar aneh.

Ya bagaimana lagi, seorang fanatik pasti tidak akan terima jika kalah dalam suatu taruhan yang melibatkan tim bola idolanya.

Pada meeting pertama kami dengan Pak Reno, Adam memang seperti tidak bisa apa-apa dan tidak kompeten menjadi seorang CEO. Awalnya kupikir itu memang dirinya yang sebenarnya. Bisa langsung diangkat sebagai pemimpin kan hanya karena ada orang dalam dan dia adalah keponakan Pak Suryo.

Namun, setelah beberapa lama bekerja dengannya, ternyata dia adalah seorang pekerja keras dan tentu saja seorang bos yang galak dan menyebalkan!

Bogabel atau ‘Bos galak nyebelin’ adalah nama yang kusimpan untuk kontaknya.

Bukan hanya galak, dia juga senang sekali mengancamku seperti potong gaji lah, berhenti bekerja sama atau dipecat lah, belum ancaman lainnya yang membuatku semakin kesal saja dibuatnya.

Sebenarnya aku sama sekali tidak takut dengan semua ancamannya.

Meskipun aku harus dipecat atau berhenti kerja, itu bukan masalah besar untukku.

Namun, aku juga tidak bisa egois dan hanya memikirkan diriku sendiri saja.

Di kampung, aku punya seorang adik yang masih sekolah dan membutuhkan banyak biaya. Bagaimana jika aku berhenti bekerja?

Bukannya tidak ada perusahaan lain yang mau menerimaku, hanya saja aku tidak begitu suka dengan perubahan, pindahan dan adaptasi di tempat baru. Makanya aku masih bertahan disini. Selain itu aku juga terikat kontrak kerja yang rumit.

Ini loh penampakan Adam Yudhistira, si Bogabel yang selalu membuatku mengelus dada menahan semua amarah yang bergejolak di dalam hati.

Makin kesalnya, ketiga temanku malah mengidolakan Adam dan menganggapnya sebagai sosok pemimpin yang charming.

Hadehh … mereka tidak tahu saja seberapa galaknya dia.

Kata-katanya juga sering menyakiti hatiku. Meski kerap kali telah kuingatkan untuk mengganti beberapa kata yang lebih halus, tapi dia sama sekali tidak peka.

Tingkah menjengkelkannya juga banyak sekali. Salah satu yang selalu membuatku murka adalah marathon telepon.

Aku sengaja mengatur nada menjadi silent atau diam, jadi aman.

Adam juga selalu merasa benar dalam segala hal. Seringkali dia yang keliru tapi selalu menyalahkanku.

Sebagai asisten pribadinya, semua pekerjaan mulai dari meeting dengan klien sampai hal terkecil lainnya menjadi tanggung jawabku.

Dia juga seorang perfectionist. Maunya apa-apa rapi dan harus sesuai keinginannya. Menyebalkan sekali.

Jarang sekali dia minta maaf meski sering melakukan kesalahan. Jika ada sesuatu yang mungkin akan menambah masalah, aku biasanya malas sekali memberitahunya dan menyekesaikan sendiri.

Beberapa pekerjaan yang menumpuk juga tidak selalu selesai tepat waktu. Parahnya dia selalu menanyakannya saat aku baru mau mulai mengabari jika semua itu belum kukerjakan.

Pokoknya sering sekali aku harus bersabar selama bekerja dengannya. Meski begitu dia juga sedikit baik. Aku diajari banyak hal dalam pekerjaan. Tentunya supaya aku yang mengerjakan semuanya!

Dia hanya tinggal menyuruhku ini itu, memberi tenggat waktu dan tugas-tugas yang sangat banyak. Aku pernah sakit kepala dibuatnya.

Karena sudah kebal dengan semua ocehan, omelan dan segala hal menyebalkan Bogabel, aku cuek saja jika dia sedang marah-marah.

Kadang aku malah rindu diceramahi saat dia diam saja. Hahaha.

Huuuuuuu, sak karepmu, yang penting aku punya pekerjaan dan gaji selalu masuk ke rekeningku setiap bulannya agar aku dapat mengirim sebagiannya untuk keluarga di desa.