Bos Galak Nyebelin Bab 31 : Where Are You

aandzee.id – Bos Galak Nyebelin Bab 31 : Where Are You

KLIK DISINI UNTUK MEMBACA BAB 32

Sudah dua hari Fara tidak masuk kantor. Hal itu membuat Adam sangat khawatir.
Sejak malam itu Fara juga tidak pernah mengaktifkan ponselnya.
Adel, Nessy, bahkan Rima juga tidak tahu dimana Fara berada karena dia tidak mengabari ketiga teman kantornya.

Beberapa kali Adam mengunjungi kost-an Fara, namun tidak pernah menemukan keberadaan wanita yang berhasil membuatnya jatuh cinta dan patah hati sekaligus.
Neni tidak pernah ada di rumah setiap kali Adam datang.

‘Fara, where are you? kenapa lo lakuin ini ke gue!?’ bisik Adam dalam hati.

Hari-hari tanpa Fara terasa begitu berat untuk Adam. Keadaan ini bahkan seperti saat dia baru saja kehilangan mamanya karena kecelakaan.
Sementara itu, Mama Sherly dan Anita terus memaksa Adam untuk segera fitting baju dan menentukan gedung mana untuk acara resepsi pernikahan mereka.

Adam yang menyadari telah jatuh cinta pada Fara tidak ingin melanjutkan rencana Mama Sherly dan Anita yang hanya akan merugikan dirinya.
Malam itu Adam datang ke rumah saat Mama Sherly dan papanya sedang pergi.
Rion juga tidak ada di rumah. Kata Mbok Nah, Rion sedang ada acara di luar.

“Lagi pada pergi. Nak Adam mau makan dulu?” tanya Mbok Nah lembut.

“Mbok Nah masak apa?” ucap Adam balik bertanya.

“Nak Adam mau makan apa? Nanti mbok buatkan.”

“Nasi goreng spesial buatan Mbok Nah.” Adam tersenyum manis sekali. Sudah lama dia tidak menikmati masakan buatan Mbok Nah yang telah bekerja pada keluarga Adam bahkan sebelum papanya menikah.

Bisa dibilang, Mbok Nah awalnya bekerja dengan kakek nenek Adam, lalu setelah papanya menikah, Mbok Nah juga diboyong bersama karena papa Adam sudah di rawat Mbok Nah sejak lama.

“Nak Adam kapan terakhir jenguk Oma?” tanya Mbok Nah sambil menyiapkan masakannya.

“Udah lama banget, Mbok. Entah Oma masih ingat sama Adam apa nggak.”

“Jangan bilang gitu, to. Oma kan sangat sayang sama Nak Adam.”

“Mbok Nah salah. Oma cuma sayang sama si bodoh, eh, Oma cuma sayang sama Rion.”

“Itu perasaan Nak Adam saja ah.” Mbok Nah kemudian mulai menggoreng nasi dan baunya sangat Adam sukai.

Entah kenapa Adam merasa tidak dianggap disini. Bahkan semua orang seperti menyalahkan Adam atas kematian mamanya.
Saat itu hari sudah mulai gelap dan sedang hujan besar. Adam masih kecil, Mama Anggun menyetir mobil sendiri dan membawa Adam di kursi belakang.
Kedua orang tuanya bertengkar hebat karena Mama Anggun mendapatkan foto-foto suaminya sedang berada di sebuah hotel bersama seorang wanita.

Alfred Yudhistira –papa Adam– tidak mengakui perbuatannya dan mengatakan kalau itu jebakan. Namun, Mama Anggun tidak begitu saja percaya dan akhirnya mereka adu mulut. Mama Anggun sangat kecewa pada suaminya, terlebih wanita yang ada di dalam foto itu adalah Sherly, sahabat baiknya sendiri.

Tidak merasa bersalah karena itu bukan perbuatannya, Papa Alfred terus membujuk istrinya untuk tidak pergi apalagi membawa Adam serta.
Rion yang saat itu berusia tujuh tahun terus menangis karena tidak diajak oleh mamanya.
Adam yang masih terlalu kecil, tidak tahu apa yang terjadi dan hanya menurut pada mamanya.

Meskipun telah berusaha mengejar dan menghentikan mobil yang dikendarai Mama Anggun dan berkali mengetuk kaca jendela mobil, tapi Mama Anggun tetap pada pendiriannya dan ingin pergi.

Dengan bercucuran air mata, Mama Anggun terus melajukan mobilnya.
Pada tikungan tajam, tiba-tiba mobil itu kehilangan kendali dan menabrak pembatas jalan. Adam yang tertidur di kursi penumpang belakang mengalami luka ringan di kepala, sementara mamanya mengalami luka yang sangat parah.

Mobil itu tersangkut di tepi jurang, meski mengalami luka parah, Mama Anggun masih sadar dan berusaha mengeluarkan Adam dari dalam mobil. Setelah berhasil menyelamatkan anaknya, Mama Anggun tidak sadarkan diri disamping Adam yang terus menangis sampai ada orang yang mendengar tangisan Adam dan mendapat pertolongan.

“Nak Adam, Mbok nah kasih cabai dua ya?”

“Kok cuma dua sih, Mbok?”

“Nak Adam kan nggak suka pedas, hihihi.” Mbok Nah terkekeh teringat masa kecil Adam yang tidak suka pedas.

Adam menikmati makanan kesukaannya dengan lahap.

“Mbok Nah, gimana caranya ngajarin cewek yang nggak bisa masak?” tanya Adam di sela suapan nasi ke dalam mulutnya.

“Dia sebenarnya bisa masak, hanya saja belum terbiasa. Lagipula jikapun seorang wanita tidak bisa masak, setelah menikah dia akan belajar masak untuk suami dan anak-anaknya. Jadi menurut Mbok Nah, tidak ada orang yang tidak bisa masak.”

“Tapi ini beda, Mbok. Makan mau tapi selalu mengaku tidak bisa masak.”

“Kalau gitu nak Adam masakin buat dia, lalu minta dia gantian masakin buat Nak Adam. Bilang saja hutang.”

“Emang bisa gitu?”

“Hihihi, coba saja. Dulu Mama Anggun juga tidak bisa masak. Lalu Papa Alfred mengundang Mama Anggun kesini dan memasak masakan yang sederhana untuknya. Nak Adam pasti tahu ‘kan bagaimana lezatnya masakan Mama?” Mata Mbok Nah mulai berkaca-kaca saat mengatakan kalimat terakhirnya. Sepertinya dia tidak bisa lagi menahan butiran bening yang akan segera jatuh ke pipinya.

Tiba-tiba entah dari mana datangnya, Rion langsung merebut sendok yang ada di tangan Adam dan memasukkan satu sendok penuh nasih goreng ke dalam mulutnya.

“Woy, bisa nggak sih lo untuk nggak ambil apa yang jadi milik gue!?” teriak Adam gemas.

Mbok Nah hanya tertawa melihat mereka terus bertengkar seperti masa kecil dulu.

“Mbok Nah curang ihh, masa cuma si bodoh itu yang dibikinin nasi goreng? Dasar pilih kasih …” rengek Rion manja.

“Mampus lo …” ucap Adam sombong.

“Ini lho masih banyak …” kata Mbok Nah sambil menunjukkan wajan yang berisi nasi goreng.

“Asyiikkk!” seru Rion girang.

“Harrgghh … Mbok Nah curang! Katanya masak nasi goreng ini buat Adam doang!” protes Adam menyadari bahwa dia tidak terlalu spesial.

“Mampus lo ….” Kali ini Rion yang menyombongkan diri karena dia selalu lebih unggul dari adik tengilnya itu.

“Sudah, sudah … siapa saja yang mau makan, silahkan, hihihi.” Mbok Nah tertawa kecil sambil memberikan dua gelas berisi air putih untuk dua kakak beradik itu.

“Heh, bodoh. Udah gue bilang kalau jangan ngelakuin hal-hal yang bisa merugikan banyak orang. Kenapa lo ulangi terus, hah!?” seru Rion sinis.

“Bukan urusan lo.”

“Tentu saja ini jadi urusan gue juga. Lo nggak ngerti apa emang bodoh sih? Lihat dari ulah lo sendiri. Divisi marketing kelimpungan karena Fara nggak masuk beberapa hari ini.”

“Kenapa lo yang ribet sih? Divisi marketing itu di bawah tangan gue, mau ada atau nggaknya cewek bawel itu, nggak akan ngaruh apa-apa.”

“Nggak ngaruh apa-apa pala lo! Belum aja lo ketemu Om Suryo yang murka.”

Adam tidak begitu menyadari seberapa pentingnya Fara dan tim yang berada di bawah kepemimpinan Bu Stella, bahkan divisi keuangan yang Rion pimpin juga bergantung dari performa tim Bu Stella selama ini. Itulah sebabnya Pak Suryo sangat mempertahankan tim mereka.

Alfred Yudhistira memang sudah tidak lagi pergi ke kantor untuk bekerja. Sehari-hari dia melakukan work from home atau bekerja dari rumah karena kesehatannya yang tidak begitu stabil.
Suryo Yudhistira adalah adik dari ayah Rion dan Adam. Grace Anastasya Yudhistira merupakan satu-satunya anak perempuan dan adik bungsu dari tiga bersaudara.

Sherly, atau Mama tiri Adam dan Rion akhirnya menikah dengan Alfred karena mengaku hamil. Padahal sampai saat ini dia tidak pernah punya anak.
Kabar kehamilan Sherly jugalah yang membuat Mama Anggun semakin marah dan ingin pergi dari rumah.
Dia tidak menyangka jika kebaikannya menerima Sherly menginap beberapa hari di rumah ini malah membawa petaka besar dalam rumah tangganya.

“Rion, kamu masih ingat jalan pulang?” ucap Papa Alfred sarkas. Padahal itu pertanyaan untuk Adam.

“Hisshh … jelas aja ingat jalan pulang karena nggak pernah dibuang.” Adam membalas ucapan papanya dengan sinis.

“Ada perlu apa kamu kesini? Biasanya nggak pernah pulang kalau nggak ada maunya.”

“Udah, Pa. Udah …. Mama kok yang minta Adam buat kesini untuk membahas pernikahannya dengan Anita.” Sherly mencoba menenangkan suaminya yang selalu emosi saat melihat Adam.

Dari dulu Adam tertuduh sebagai penyebab meninggalnya Mama Anggun karena mengorbankan dirinya demi Adam. Bahkan sebelum lulus SMA, adik Rion itu sudah dikirim ke luar negeri karena dia sangat bandel dan selalu membuat ulah di sekolah.

Angel adalah perempuan yang disukai oleh Rion dan Adam secara bersamaan. Namun, karena tidak mau merusak hubungan kakak beradik itu, akhirnya Angel memutuskan untuk tidak memilih mereka berdua dan pindah ke luar kota tepat saat Adam juga pergi ke luar negeri.
Api permusuhan Adam dan Rion terus menyala karena Opa dan Oma atau orang tua dari Alfred juga terus menyalahkan Adam karena kehilangan menantu kesayangan mereka. Rion sendiri selalu dipuja sebab dia berada di rumah ketika kecelaan itu terjadi.

Dalam banyak hal, Rion juga selalu unggul dari adiknya. Berbeda dengan Adam yang badung dan selalu membuat masalah.
Tidak heran jika Fara juga sangat tidak tahan dengan ulah Adam yang selalu membuatnya jengah.
Sebenarnya Adam hanya tidak mendapatkan kasih sayang yang seharusnya. Lalu ketika Fara yang tulus dan apa adanya menyentuh hidup Adam, saat itulah dia tidak bisa berpaling dari asisten pribadinya.

“Pa, Ma … Adam cuma mau bilang kalau nggak akan pernah nikah sama Anita karena udah punya pilihan sendiri. Jadi tolong kalian jangan pernah ganggu Adam dengan perjodohan bodoh ini. Adam udah gede, Pa. Nggak harus selalu Papa dan Mama atur semau kalian. Kurang apa sih Adam selama ini? Nurut sama kalian dari Adam TK hingga masuk fakultas yang Papa inginkan juga Adam turuti. Sekarang Adam udah gede, Pa. Tolong hargai keputusan Adam juga. Papa jangan egois.”

Mata Sherly membulat. Dia tidak percaya kalau Adam dengan entengnya memutuskan rencana pernikahan dengan Anita.

‘Ini tidak boleh terjadi. Bisa putus garis keturunan pewaris dari harta Alfred kalau Adam tidak menikah dengan Anita. Rion yang selalu diam dan menurut pada semua perintahku juga tidak mungkin berubah suatu hari. Anita harus tetap menikah dengan Adam apapun caranya. Jika ini karena Fara, aku akan menghabisinya sebagaimana kusingkirkan Anggun dulu,’ gumam Sherly dalam hati.

KLIK DISINI UNTUK MEMBACA BAB 32

Originally posted 2020-09-17 10:20:20.