Bos Galak Nyebelin Bab 36 : Dendam

aandzee.id – Bos Galak Nyebelin Bab 36 : Dendam

KLIK DISINI UNTUK MEMBACA BAB 37

Adam bergegas ke kantin kantor yang berada di lantai dasar dengan penuh semangat.

Disana dia melihat Fara yang sudah duduk dengan senyum mengembang seperti sedang menanti kedatangannya.

“Lo mau makan apa?” tanya Adam antusias.

“Bapak duduk aja. Hari ini saya mau bayar hutang.”

“Lo mau nraktir gue? Kan perjanjiannya lo masak sendiri.” Adam pura-pura kesal. Padahal apapun itu, asal bisa bersama Fara, pria itu akan selalu bahagia.

“Ini masakan saya.” Fara mengeluarkan rantang berwarna abu-abu yang ia letakkan di kursi sebelahnya ke atas meja.

“Sejak kapan lo bisa masak?”

“Sejak hari ini.”

Gadis itu menyiapkan sendok dan menyerahkannya pada Adam. Hanya untuk mendapat sebuah penolakan.

“Gue nggak percaya lo bisa masak.”

“Saya ada buktinya lho. Foto video semua sudah saya simpan sebagai bukti kalau ini masakan saya sendiri. Nih ….” Fara menyerahkan ponselnya dan benar saja ada foto dan video jika memang benar itu masakannya.

“Kenapa lo masak ini?”

“Emang Bapak nggak suka?”

“Bukan gitu … maksud gue kenapa lo bisa, ah lupakan. Gue udah laper banget ini gara-gara lo.”

“Hisshh … ya udah tinggal makan aja.”

Suapin …” pinta Adam manja.

“Wooiiitt! Mana ada.”

“Gue nggak akan makan kalau nggak lo suapin.”

“Ya Tuhan, kayak anak bayi aja sih minta disuapim segala!”

“Emang gue masih bayi, mamiii ….”

Wajah Adam memelas seperti bayi yang sedang kelaparan. Fara sampai tidak tahu harus berbuat apa.
Dia memandangi sekitar, berjaga-jaga supaya tidak ada yang melihat mereka.

“Aaakkk …” ucap Adam persis seperti anak kecil.

Dengan sebal, Fara meraih sendok dan mulai menyuapi Adam satu sendok penuh.

Fara meringis melihat ekspresi wajah Adam. Dia khawatir kalau bau gosong tadi masih bisa bosnya rasakan.

“Hehehe … nggak enak ya?” tanya Fara lirih.

“Umm … iya nih … nggak enak. Nggak enak banget. Tapi bohong,” kata Adam jahil dengan tawa lebar.

Hampir saja Fara akan memukul lengan Adam dengan sendok jika sampai pria itu mengatakan masakannya tidak enak.

Karena dia juga belum makan, setelah suapan kedua, Fara meminta Adam untuk makan sendiri.

Gadis itu sampai heran, bos galaknya itu benar-benar lapar atau doyan?
Bagaimana bisa dia makan secepat itu.
Mereka berdua menikmati nasi tim ayam jamur buatan Fara dengan lahap.

Adam sendiri merasa deja vu dimana dia tidak begitu asing dengan apa yang sedang dia nikmati.
Tapi berbagai kecurigaannya langsung sirna karena tidak mungkin Fara ada hubungan dengan neneknya.

Apalagi saat ini sangat mudah untuk menemukan berbagai resep masakan apa saja di internet. Mungkin hanya sebuah kebetulan jika Fara memasak makanan kesukaannya.

“Sore ini kita ada rapat jam empat. Lo bisa ikut gue kan?” tanya Adam dengan mulut yang masih penuh dengan nasi.

“Maaf, Pak, nggak bisa. Bu Stella minta saya untuk menyelesaikan tugas saya yang sudah menumpuk saat pulang kampung kemarin.”

“Kerjain besok aja sih?”

“Yee, itu bisa bikin tambah numpuk aja kali.”

Sekembalinya dari kantin, sudah ada Om Suryo di ruangan Adam.
Akhir-akhir ini paman Adam itu memang kerap datang ke kantor karena tidak betah di rumah.

“Udah lama, Om?” ucap Adam begitu melihat Omnya berada di dalam.

“Baru saja. Jangan lupa tentang rapat sore ini.”

“Siap, Om. Semuanya udah Adam siapkan.”

“Berani juga kamu datang menemui Oma,” kata Om Suryo sambil melihat pemandangan di luar dari jendela kaca ruangan Adam yang luas.

“Adam kan cucu Oma juga.” Pria itu menghampiri Omnya dan berdiri tepat di sebelahnya.

“Anak nakal, gara-gara kamu ngadu sama Omamu, om jadi diomeli. Berhentilah membuat masalah.”

“Abisnya Om pelit.”

“Untuk apa kamu butuh alamat kampung Fara segala?” tanya Om Suryo penuh selidik.

“Mau Adam susulin kesana.”

“Buat apa!?”

“Biar dia cepet balik lah, Om. Kan tahu sendiri kalau tim divisi marketing saat ini sedang sangat membutuhkan Fara.”

“Alasan.”

“Itu fakta, Om ….”

“Jangan coba bermain-main dengan anak itu.”

“Emang kenapa? Jangan bilang Om Suryo naksir sama Fara!”

“Dasar anak nakal, sini kamu!” Paman Adam itu mengejar keponakannya yang berlari menghindar.

Om Suryo sangat menyayangi keponakan nakalnya terlebih Anggun telah menitipkan kedua anaknya kepadanya.
Apalagi melihat sendiri perlakuan Alfred dan orang tuanya terhadap Adam, membuat Om Suryo lebih melindungi bocah itu.

Adam keluar dari ruangannya bersama Om Suryo. Saat melewati area meja kerja Fara, pria itu menunjukkan gestur yang aneh.
Dia memanggil nama Fara dengan sangat lirih.
Ketika gadis yang dia suka menoleh, Adam memanyunkan bibirnya seakan ingin mencium Fara.

Muuachh ….

Mata Fara melotot, dia mengepalkan tangannya menunjukkan jika tidak segan-segan akan memukul Adam kalau pria itu macam-macam.
Adam tertawa puas melihat gadis itu kesal sebelum berjalan keluar bersama pamannya untuk menghadiri rapat.

Golden Corp yang merupakan perusahaan periklanan dan berkecimpung dalam pemasaran berbagai produk dan merk dagang telah bertahun-tahun menjadi tempat banyak perusahaan lain beriklan dan bekerjasama. Salah satunya dengan perusahaan perhotelan, restoran serta mall-mall besar milik keluarga besar Richard Grup. Bisa dibilang kedua perusahaan itu saling bergantung. Meski sebenarnya Om Suryo sangat membenci Pak Richard, namun demi keutuhan Golden Corp, selama ini dia pura-pura bersikap manis, bahkan seakan selalu mengalah sambil menemukan waktu yang tepat untuk benar-benar menghancurkannya.

“Kata Kak Alfred, kamu memutuskan rencana pernikahan dengan Anita?” tanya Om Suryo saat mereka berdua dalam perjalanan.

“Iya, Om. Lagian Adam nggak suka sama cewek itu. Pertunangan macam apa yang hanya ada acara makan malam bersama keluarga dan terhitung sebagai tunangan.”

Om Suryo hanya bisa menahan tawanya. Dia tahu persis bagaimana rasanya dijodoh-jodohkan dengan wanita yang tidak dia suka.
Bagaimana dia akan menghabiskan seluruh sisa hidupnya dengan wanita yang tidak dia cintai?

Jaman benar-benar sudah berubah. Jika dahulu orang tuanya bisa hidup bahagia karena perjodohan, tapi tidak berlaku padanya dan juga generasi keponakannya. Kebebasan mencintai dan memilih dengan siapa akan menikah adalah hak semua manusia. Tidak pandang mereka siapa dan berasal dari status sosial apa atau keluarga yang bagaimana.

“Apa kamu sudah punya pilihan sendiri?” tanya Om Suryo lagi.

“Kasih tahu nggak ya?” ucap Adam bercanda.

“Dasar anak nakal.” Lelaki itu melihat ke jalanan, teringat betapa dia sangat mengagumi Anggun. Karena tidak berani mengungkapkan cintanya, Suryo memendam perasaan itu sangat lama. Hingga suatu hari kakaknya membawa Anggun ke rumah dan memperkenalkan pada semua orang jika Anggun akan menjadi kakak iparnya.

Suryo sangat terpukul dan patah hati menyadari seseorang yang dia cinta malah akan menikah dengan kakak kandungnya.
Terbersit pikiran jahat untuk menggagalkan pernikahan itu, tapi melihat betapa bahagianya Anggun, Suryo akhirnya mulai bisa merelakan cintanya pelan-pelan mati.
Tidak ingin menjadi saksi kebahagiaan mereka, Suryo akhirnya pergi dari rumah dan memilih tinggal sendiri. Dia menghabiskan seluruh waktunya untuk fokus bekerja meski dalam dasar hatinya, dia merasa sangat hampa dan kesepian.

“Sore, Pak Richard,” sapa Adam dan Om Suryo hampir bersamaan.

“Sore, pak Suryo, Adam. Sekertaris kamu tidak ikut serta?” tanya Pak Richard menanyakan keberadaan Fara. Sebab selama ini Adam selalu mengajak Fara menemaninya.

“Oh, Fara, dia sedang ada pekerjaan lain, Pak,” jawab Adam ramah.

Om Suryo terlihat tidak suka saat Pak Richard menanyakan Fara. Dia lalu mengalihkan topik pembicaraan mereka kembali pada bisnis dan pekerjaan.

Selama ini diam-diam Om Suryo sudah merencanakan banyak cara untuk menghancurkan Pak Richard.
Apalagi dia punya senjata yang akan dengan mudah membuat orang yang dia benci bertekuk lutut dan memohon padanya.
Jika saat itu tiba, maka pembalasan dendam adiknya akan terasa lebih manis dari sakit yang telah di derita selama bertahun-tahun.


Di Bandara, Tante Grace baru saja pulang dari luar negeri. Dia membawa oleh-oleh untuk Fara. Entah kenapa sejak pertemuan pertamanya di salon dan butik miliknya dengan gadis ceria itu, Tante Grace sudah langsung menyukai Fara. Seperti ada sesuatu yang berbeda setiap kali dia melihat wajah gadis itu.
Bahkan dia percaya menitipkan Adam pada Fara saat keponakan nakalnya mabuk.

Tidak jarang, Tante Grace juga menginterogasi Fara apa saja kegiatan keponakannya karena dia sendiri tidak bisa selalu bersama Adam.
Diantara yang lainnya, Tante Grace memang sangat sayang dan protektif terhadap Adam. Apalagi mengetahui sifat Sherly yang licik, membuatnya terus melindungi Adam sejak kecil.

Sebenarnya Tante Grace juga sangat menyayangi Rion, namun karena kakak Adam itu lebih dewasa dari adiknya, jadi seakan dia lebih menomor satukan Adam daripada keponakan satunya.

[Fara, Sayang … main ke salon tante lagi ya?]

*ting … satu pesan terkirim untuk Fara saat wanita itu menyetir mobil meninggalkan Bandara.

[Iya, Tante, kalau Fara libur kerja]

[Oke, tante tunggu ya, Sayang]

Rion tidak hadir pada rapat kali ini karena dia sedang menemui klien di tempat lain.
Sepanjang rapat dengan para direksi dari berbagai perusahaan, yang ada di pikiran Om Suryo adalah untuk secepatnya menghancurkan Pak Richard.
Dia ingat betul bagaimana adik kesayangannya sampai hampir gila dan berkali-kali mencoba bunuh diri karena ulahnya.
Bahkan hingga saat ini, Grace masih terus menjalani pengobatan karena kesehatan mental dan jiwanya sering terganggu karena terlalu mencintai Richard, tapi cintanya tidak terbalaskan.

Karena sangat menyayangi adiknya, Suryo bahkan membantu penculikan Fara bayi beberapa tahun yang lalu.
Dia akan menggunakan Fara untuk menghancurkan Pak Richard dan perusahannya.
Itulah mengapa Suryo memanfaatkan kepolosan Fara dan seolah dia telah berjasa dan menjadi pahlawan agar Pak Richard tidak bisa berbuat apa-apa padanya.

Originally posted 2020-09-21 14:14:04.