Bos Galak Nyebelin Bab 49 : Damn Kiss

aandzee.id – Bos Galak Nyebelin Bab 49 : Damn Kiss

KLIK DISINI UNTUK MEMBACA BAB 48

Adam membuat kamarnya sendiri berantakan karena mencari kunci mobilnya yang tak kunjung ketemu.

Pria itu bahkan sudah lupa apa yang terjadi kemarin malam. Dia hanya mengingat terakhir kali melihat Fara pulang bersama seorang pria.

“Bangke. Apa si bodoh itu bawa mobil gue?” gerutu Adam kesal.

Mengingat apa kata Rion tadi supaya dia di rumah saja dan memikirkan kekacauan yang telah dia buat, Adam akhirnya memutuskan untuk benar-benar merenung tentang semua yang telah terjadi selama ini.

Mulai dari kepulangannya ke Indonesia, dijodohkan dengan Anita secara sepihak, menggantikan Om Suryo di kantor hingga bertemu dengan Fara.

Adam tidak habis pikir kenapa omnya yang selalu membelanya malah meminta dirinya untuk menjauhi gadis yang telah membuat seorang Adam Yudhistira jatuh cinta.

Apalagi rencana pernikahan dengan Anita yang awalnya Om Suryo tidak terlalu setuju juga tiba-tiba dia malah yang paling bersemangat supaya Adam segera menikah.

Selain campur tangan Sherly, Adam juga menduga ada sesuatu yang disembunyikan oleh omnya tentang Fara. Tapi pria itu tidak tahu pasti apa yang terjadi.

Tiga puluh dua tahun lalu

Suryo sangat pendiam dan tidak jarang di bully oleh teman-temannya. Dia tumbuh menjadi laki-laki yang tidak percaya diri.

Suatu hari adik Alfred itu di hajar oleh sekelompok anak muda di dekat pos pembuangan sampah hingga babak belur.

Anggun yang adalah seorang yatim piatu dan bekerja di sebuah toko bunga saat itu sedang akan membuang sampah daun dari toko tempatnya bekerja.

Dia memergoki Suryo yang sedang dipukuli.

Dengan berani, wanita itu mengambil sebuah kayu dan mengancam para pembully untuk menghentikan aksi mereka.

Setelah para anak nakal itu pergi, Anggun menolong Suryo dan mengobati lukanya.

Dari kejadian sederhana itulah akhirnya Suryo memendam sebuah rasa.

Tidak jarang pria itu memperhatikan Anggun saat dia sedang bekerja.

Karena malu dan tidak percaya diri, Suryo selalu menunda rencananya untuk mengungkapkan rasa cinta pada wanita yang telah menolongnya.

Hingga pada suatu hari Alfred mengenalkan calon istri pada keluarganya dan wanita itu tidak lain adalah Anggun. Wanita yang dia cintai.

Merasa sangat terpukul setelah mengetahui kenyataan ini dan fakta bahwa Anggun hanya menganggapnya sebagai teman biasa dan kebetulan akan menjadi adik iparnya, membuat Suryo sangat terluka. Namun, melihat Anggun sangat bahagia bersama kakaknya membuat Suryo akhirnya mengalah meski dia pernah berencana untuk menyingkirkan kakaknya sendiri.

Patah hati yang dia alami dan tidak ingin melihat Anggun bersama kakaknya, Suryo akhirnya pergi ke luar negeri dengan alasan melanjutkan study.

Setelah akhirnya dia lulus dan memegang perusahaan bersama kakaknya, pria itu masih tetap mempunyai rasa yang sama pada kakak iparnya.

Beberapa kali dia sengaja menjatuhkan kakaknya sendiri di perusahaan. Tapi setiap kali melihat betapa bahagianya Anggun lengkap dengan dua orang putra, membuat Suryo sedikit demi sedikit mulai menerima kenyataan pahit ini.

Hingga terjadi kecelakaan yang membuat Anggun pergi untuk selama-lamanya, membuat Suryo merasa bersalah dan membenci kakaknya yang tidak becus menjaga istri. Apalagi keretakan rumah tangga mereka dipicu oleh orang ketiga.

Menjadi saksi ketidakadilan yang diterima Adam dan amanah dari Anggun, menjadikan Suryo sangat melindungi Adam sejak kecil. Dia melihat sosok Anggun pada diri anak berusia lima tahun itu.

Suryo juga sangat protektif terhadap adik kembarnya, Grace.

Apalagi melihat adiknya merasakan patah hati yang hampir mirip dengan kisahnya, membuatnya semakin terluka.

Bahkan dua tahun lalu dia membantu adiknya menculik seorang bayi sebelum Grace mengalami depresi.

Sejak dulu, Suryo seperti mempunya tanggung jawab yang bertumpuk. Dari adiknya, Adam hingga Fara.

Pria itu berjanji akan membalas siapa saja yang telah membuat orang-orang yang dia cintai menderita. Walaupun itu adalah Alfred yang merupakan kakak kandungnya sendiri.

Saat akhirnya Adam dikirim ke luar negeri dan Fara yang bersekolah dengan biaya darinya, Suryo sedang menyusun rencana besar untuk membalaskan dendamnya.

“Mama dari Rumah Sakit lagi?” tanya Richard pada istrinya.

“Iya, Pa. Jangan tanya apa-apa. Jawabannya sudah Papa ketahui sendiri.”

“Sudah 25 tahun dan selalu jawaban itu yang Mama dapatkan. Kenapa masih saja datang kesana, Ma?”

“Maksud Papa apa? Menyuruh Mama untuk berhenti mengharapkan anak kita kembali? Papa sudah gila?” ucap Laras dengan berlinang air mata.

“Buakn begitu, Ma. Maksud papa, selama ini ….”

“Cukup, Pa. Tinggalkan mama sendiri sekarang.”

“Tapi, Ma ….”

“Please!”

Richard meninggalkan kamar mereka dengan perasaan bersalah.

Di satu sisi dia juga merindukan bayinya yang telah hilang selama ini. Tapi disisi lain, dia seperti sudah ingin menyerah.

Beberapa pesan yang dikirimkan ke ponsel istrinya beberapa waktu lalu ternyata hanyalah sebuah trik dari saingan bisnisnya yang memanfatkan keadaan.

***

Merry, Vania, Grace dan Laras adalah empat sekawan yang sangat akrab. Bahkan mereka seperti tidak bisa dipisahkan.

Richard yang adalah idola di kampus tidak sulit untuk mendekati para gadis cantik di lingkungannya. Termasuk Merry dan kawan-kawan.

Seperti kakak kembarnya, Grace adalah seorang gadis yang pemalu dan selalu merasa dirinya tidak terlalu cantik dibanding ketiga temannya.

Bahkan untuk urusan asmara, gadis itu selalu merahasiakannya kecuali pada saudara kembarnya sendiri.

Hari yang akan sangat membahagiakan bagi sahabat baiknya justru menjadi seperti neraka untuk Grace.

Bagaimana bisa jika pria yang selama ini dia cintai malah akan menikah dengan sahabatnya sendiri karena perjodohan keluarga.

Bahkan saat pernikan orang tua Fara berlangsung, Grace tidak datang acara penuh cinta itu.

Patah hati dan kecewa membuat Grace sangat murung.

Beberapa kali Tante Adam itu mencoba melakukan percobaan bunuh diri dengan meminum obat tidur hingga over dosis.

Meski akhirnya dapat di selamatkan karena Anggun memergokinya, Grace kembali melakukan hal gila dengan sengaja menyayat lengannya hingga banyak kehabisan darah.

Kalau saja Adam tidak merengek dan meminta orang tuanya untuk membawa bocah itu ke rumah sang Oma, nyawa Tante Grace hampir tidak bisa di selamatkan. Hidup Grace seperti berakhir saat akhirnya Laras melahirkan bayi perempuan.

Dengan kondisi jiwanya yang tidak stabil, Grace berencana untuk membunuh bayi tidak berdosa itu agar Laras dan Richard merasakan sakit selama ini dia rasakan sendiri.

Dengan bantuan kakaknya, Grace berhasil menculik Fara dari Rumah Sakit dan berniat membunuhnya.

Suryo yang juga membenci Richard karena telah membuat adiknya menderita tapi masih dalam kondisi waras akhirnya meminta Bu Lisa dan Pak Yusuf merawat Fara untuknya.

Bayi itu akan dia jadikan senjata untuk menghancurkan Richard sekaligus membaals dendam adiknya.

Sementara itu, kondisi Grace semakin parah. Setelah berhasil menyingkirkan bayi Laras namun dia dan Richard tidak juga berpisah, menjadikan Grace semakin menjadi. Putri bungsu Oma Stefanie itu bahkan pernah dengan sengaja akan menabrak Laras dengan mobilnya.

Grace melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi tapi ternyata usahanya gagal karena Laars sempat menghindar tepat waktu.

Berusaha kabur agar tidak ketahuan, membuat Grace menerobos lampu lalu lintas dan mengalami kecelakaan. Mobilnya menabrak pohon dan pembatas jalan.

Dari kejadin itu, 50% ingatannya hilang. Namun sakit hati dan memori tentang Richard dan Laras tetap hinggap di dalam jiwanya.

Wanita itu tidak pernah bisa tidur dengan tenang. Suara bayi sedang menangis selalu mengganggunya meski dia tidak tahu kenapa.

Grace akhirnya rutin berobat ke luar negeri untuk menyembuhkan traumanya.

Beruntungnya Grace mempunyai seoarang kakak seperti Suryo yang selalu ada di sampingnya setiap saat.

Merry menikah dengan seorang warga negara asing. Sementara Vania berakhir di pelaminan dengan pacarnya sewaktu SMA.

Laras telah lebih dulu menikah dengan Richard dan hanya dirinya saja yang belum menikah diantara empat sekawan persahabatan.

Beberapa kali Oma Stefanie mengenalkan laki-laki untuk putrinya, tapi selalu mendapat penolakan dan Grace malah terus menangis histeris.

Hal itu membuat orang tuanya sangat marah.

Suryo juga selalu menolak wanita yang dikenalkan oleh ibunya. Oma Stefanie merasa stress menghadapi anak kembarnya dan sangat dekat dengan Anggun, menantu kesayangan dan satu-satunya.

Ketika Anggun pergi untuk selama-lamanya, bencana dalam keluarga Yudhistira seperti tidak ada habisnya.

Sherly yang licik selalu mencoba mengambil hati Oma Stefanie meski tidak pernah berhasil.

Nenek Adam itu malah sangat membenci menantu barunya karena telah merusak rumah tangga anaknya.

Ibu dari Alfred, Suryo dan Grace itu bahkan mengancam Sherly untuk tidak akan memberikan secuilpun harta untuknya.

Agar tujuannya tercapai, Sherly menggunakan Anita supaya menikah dengan Adam sehingga mereka dapat menguasai harta keluarga Yudhistira mengingat hanya Rion dan Adam sebagai ahli waris karena Om Suryo maupun Tante Grace memang tidak menikah.

***

Hasil dari merenung seharian membuat Adam mendapatkan kekuatan dan pencerahan.

Sekarang dia tahu apa yang benar-benar dia inginkan.

Dibantu Evan dan Tommy, diam-diam Adam sedang menyelidiki tentang Anita agar dia bisa lepas dari perjodohan bodoh yang tidak pernah Adam inginkan.

Agar Sherly maupun Om Suryo tidak curiga, Adam sengaja berakting seakan dia setuju dan menerima Anita sebagai calon istrinya.

Fara yang merasa Adam sudah melupakannya membuat gadis itu tampak murung.

Josh sangat jeli dengan situasi dan semakin gencar mendekati Fara walau gadis itu menganggap Josh hanya teman biasa.

Untuk mendukung kepura-puraannya, Adam kembali menjadi seorang bos yang galak dan nyebelin pada Fara seperti saat pertama kali mereka bekerja bersama.

Om Suryo juga mengijinkan Fara menjadi asisten pribadi keponakannya lagi karena Adam sudah setuju untuk menikah dengan Anita.

Artinya Adam dan Fara tidak akan mungkin bersama dan itu membuat Om Suryo lega melihat keponakan nakalnya sudah mulai dewasa.

“Lo nggak denger gue ngomong apa? Bawa map untuk meeting siang ini ke ruangan gue sekarang!” bentak Adam pada Fara saat gadis itu masuk ke ruangan bosnya.

Mata gadis itu sampai berkaca-kaca dan hampir menangis karena sudah lama sekali tidak pernah mendapat bentakan atau teriakan dari Bogabel.

Tanpa mengucapkan apa-apa, Fara langsung keluar dari ruangan Adam dengan hati terluka. Dia mengumpulkan semua kekuatannya untuk tidak menangis.

Ini tidak lucu kalau sampai ketiga sahabatnya melihat Fara merasakan karma karena telah menyepelekan Adam sebelumnya.

Di ruangannya, Adam malah tertawa terpingkal karena telah membuat Fara ketakutan.

Pria itu bertekad untuk terus mengerjai Fara sebagai hukuman karena sebelumnya gadis itu selalu mencampakkannya.

“Lelet amat sih lo kayak siput. Kayak gitu aja nggak bisa cepet selesai. Bisa kerja apa nggak lo?”

Fara masih terus mengalah meski hatinya ingin berontak. Dia hanya tidak ingin dijauhkan dari bos galaknya lagi.

Meski kesal selalu mendapat omelan, setidaknya dia masih bisa menghabiskan waktu dengan Bogabel.

Selama satu tahun ke belakang dia sudah berhasil survive dari kekejaman adik Rion itu. Fara percaya dia bisa menjalani semuanya.

Dengan perlakuan jahat Adam, Fara juga akan bisa berubah membenci bos galaknya lagi.

Jikapun benar Adam akan menikah dengan Anita, pelan-pelan Fara sedang berusaha mengikhlaskan dengan sendirinya.

“Ya ampun, Kara! Bisa-bisanya lo kerja nggak bener kayak gini. Gimana sih lo? Masih mau kerja apa enggak, ha?”

“Maaf, Pak, tapi semuanya sudah saya kerjakan dengan sebaik-baiknya. Coba Bapak cek lagi.”

“Lo nyuruh gue cek lagi? Fara Dikara, halo … ini kerjaan lo kenapa juga gue yang harus tanggung jawab!?” Adam melemparkan beberapa kertas presentasi ke lantai.

Dengan geram, Fara memunguti kertas-kertas yang berserakan di lantai itu.

“Kita harus berlakukan denda lagi biar lo bener dikit kerjanya. Golden Corp bisa rugi hanya karena kesalahan lo aja.”

Kesabaran Fara benar-benar sedang diuji kali ini. Bagaimana bisa sepanjang hari Bogabel terus memarahinya.

Pria itu juga meminta asistennya untuk mengerkan pekerjaan di ruangannya dibandingkan meja kerja Fara bersama ketiga temannya.

“Siapkan berkas untuk meeting besok pagi. Sekarang juga. Jangan lupa tanpa kesalahan sedikitpun. Gue nggak mau tahu pokoknya semua itu tanggung jawab lo. Jangan sampai gara-gara lo lagi, berkas gue ada yang ketinggalakn dan mengacaukan semuanya.”

“Haarrggghhhh!! Berkas untuk meeting besok pagi sudah saya kirimkan ke email Bapak kalau Pak Adam tahu. Semua sudah saya siapkan sesuai prosedur, jika ada kesalahan itu pastinya dari Bapak sendiri. Dan untuk berkas yang ketingalan itu bukan salah saya tapi Pak Adam yang lupa membawanya!”

Fara terlihat berapi-api saat mengungkapkan uneg-unegnya. Sialnya Adam malah pura-pura bodoh dan seakan tidak mendengarkan ucapan Fara.

Pria itu tersenyum kecil. Dalam hatinya dia tertawa terpingkal karena sekali lagi telah berhasil membuat wanita di depannya marah. Apalagi gadis itu terus menggigit bibirnya karena sedang emosi yang membuat Adam semakin bersemangat untuk terus menggoda Fara.

“Lo ngomong sama siapa, Kara? Gue nggak denger.” Adam memasang wajah sok imutnya dan membuat Fara sangat kesal.

“Ngomong sama tangan!!!!” teriak gadis itu sambil menjulurkan tangan kirinya seakan meminta Adam untuk berbicara dengan telapak tangannya saja.

Fara terkejut dan memundurkan langkah saat Adam beranjak dari kursinya dengan cepat.

Tangan kanan Adam meraih pergelangan tangan kiri Fara. Gadis itu hampir jatuh kalau saja tangan kiri Adam tidak sigap menangkap punggungnya.

Dalam hitungan detik, Adam sudah berhasil menyudutkan Fara ke dinding ruangan.

Pria itu menyunggingkan senyum jahanamnya seolah baru saja menjuarai sebuah kompetisi.

Fara menggigit bibir dan berusaha memundurkan wajahnya yang sudah sangat dekat dengan Bogabel.

“I love you …” ucap Adam lirih sebelum menyambar bibir Fara dan memberikan ciuman panas disana.

Gadis itu ingin berteriak tapi mulutnya seakan terkunci karena mendapat serangan bertubi-tubi dari bibir manis Adam.