Bos Galak Nyebelin Bab 51 : Obat

aandzee.id – Bos Galak Nyebelin Bab 51 : Obat

KLIK DISINI UNTUK MEMBACA BAB 50

<script data-ad-client="ca-pub-1465180678589020" async src="https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js"></script>

“Eh, eh … mau kemana?” tanya Sherly pada Mbok Nah dengan mata bengisnya.

“Ini, Bu, mau memberikan obat untuk Bapak.”

“Sejak kapan si Mbok yang memberikan obat untuk suami saya? Sini airnya!” ucap Sherly sinis.

Wanita licik itu merebut nampan yang terdapat obat dan segelas air putih dari tangan Mbok Nah dan langsung naik ke lantai atas menuju kamarnya.

“Pa, ini obatnya.”

“Makasih, Ma.”

“Kata Mbok Nah semalam Adam kesini saat kita pergi, Pa.”

“Iya, papa tahu.”

“Kita harus segera melaksanakan pernikahan Adam dan Anita, Pa. Mama nggak mau nanti Adam berubah pikiran lagi.”

“Iya, Ma. Nanti kita bicarakan lagi ya.”

“Papa kenapa sih kayak cuek gitu sama pernikahan anak kita?”

“Bukan begitu, Ma. Papa cuma ingat sama Anggun.”

Sherly mencebik kesal. Dia menyembunyikan rasa tidak sukanya dengan baik. Bahkan wanita itu malah seakan ikut bersedih.

“Anggun pasti sudah bahagia di surga sana, Pa. Apalagi melihat Adam akan menikah dengan wanita cantik seperti Anita, dia pasti akan sangat setuju. Diminum dulu obatnya.”

Sherly memberikan segelas air putih pada suaminya setelah ia menelan pil yang telah lebih dulu ditukar dari botol lainnya.

Alfred langsung tidur setelah meminum obat yang selalu diberikan oleh Sherly sejak bertahun-tahun lalu.

Obat yang seharusnya membuat ayah Adam dan Rion itu membaik dan memberikan vitamin untuk kesehatannya, malah ditukar dengan obat yang justru merusak jaringan organ dalam Alfred tanpa dia sadari sejak pertama.

Penglihatan Alfred juga sedikit terganggu karena efek dari obat terlarang yang selama ini selalu dia konsumsi.

Hal itu membuat Sherly lebih leluasa untuk melakukan hal tidak baik di luar sana.

Tanpa sepengetahuan orang lain, diam-diam wanita itu masih menjalin hubungan dengan suami pertamanya.

Bahkan semua fasilitas Anita dan mantan suaminya itu adalah dari harta ayah anak tirinya.

***

“Good job. Berikan semua informasi yang lo dapat ke gue segera,” ucap Adam puas melalui sambungan telepon saat dia sampai di apartemennya.

“Siap, Bos!”

Pria itu tersenyum penuh kemenangan.

Sebentar lagi dia akan terlepas dari rencana pernikahan bodoh yang tidak pernah Adam impikan.

Di kamarnya, Adam masih terbayang ciuman yang tidak akan mudah dia lupakan.

Bibir manis Fara seakan menjadi candu untuknya.

Meskipun dia tahu betul jika Fara masih newbie dan belum berciuman sebelumnya, tapi ternyata gadis itu cukup lincah saat mengimbangi serangan ganasnya.

Hal itu membuat Adam gemas dan ingin terus mengulangi adegan itu lagi.

Fara benar-benar telah berhasil membuat seorang Adam Yudhistira jatuh cinta.

Tidak hanya karena sikap manis gadis itu, tapi Adam sangat menyukai semua yang ada dalam diri asisten pribadinya.

Di Bandara, Om Suryo sedang menunggu kepulangan adik kembarnya.

Meski sudah seusia ini, pria itu masih saja tidak berubah.

Dia begitu protektif dan selalu memastikan adiknya baik-baik saja.

Dalam perjalanan pulang, tidak biasanya Grace terlihat murung. Adik perempuannya memandangi jalanan yang gelap karena hari sudah malam.

“Are you okay?” tanya Suryo khawatir.

“Yeah …” jawab Grace datar.

Suryo tahu betul jika ada sesuatu yang disembunyikan oleh adiknya.

Dia sangat mengenal saudara kembarnya itu lebih dari siapapun.

“Jangan bohong. Kakak tahu pasti ada sesuatu yang sedang kamu sembunyikan. Ayo lah, cerita sama kakak,” ucap Suryo membujuk.

“Nggak ada apa-apa, Kak. Grace cuma capek,” kata Grace dengan senyuman yang seakan dibuat-buat.

Mengetahui adiknya tidak sedang dalam kondisi yang pas untuk bercerita, Suryo memutuskan untuk diam dan akan menanyakan lagi besok.

Saat melewati sebuah gedung Rumah Sakit dan Grace melihat ke luar jendela, wanita itu tiba-tiba merasakan sakit di kepalanya.

“Arrgghh … tidak! Aku bukan pembunuh! Tidak!” teriak Grace histeris.

Suryo yang melihat adiknya bertingkah tidak sewajarnya langsung panik.

Laki-laki itu meminggirkan mobilnya dan berhenti di dekat pembatas jalan.

Grace melihat sekitar. Tempat ini seperti tidak asing baginya.

Seperti merasakan sebuah deja vu, ingatan Grace melayang kemana-mana. Beberapa kelebatan dan potongan kenangan masa lalunya mampir menjadi satu yang membuat kepalanya serasa akan meledak.

“Grace, kamu kenapa? Sadarlah, Grace …” ucap On Suryo panik.

“Kak, dimana bayi itu sekarang?” tanya Grace yang membuat kakak kembarnya langsung diam.

Di kamar kostnya, Fara tidak bisa tidur.

Dia terus mencoba melupakan kejadian di ruangan bosnya siang tadi.

Tapi gadis itu tidak menyadari bahwa otak tidak di desain untuk melupakan.

Semakin keras dia mencoba melupakan, ingatan itu malah terus muncul dan sangat mengganggunya.

Jika saja dia punya pintu Doraemon, pasti Fara tidak akan pernah mau masuk ke ruangan bosnya meski Bogabel memaksa.

“I love you ….”

Mata gadis itu membulat. Mulutnya seakan terkunci dan tidak bisa mengucapkan apa-apa menyadari wajah Adam sudah sangat dekat di depannya.

“P-Pak Adam!” ucap Fara kikuk.

Wajah pria itu sangat dekat dengan Fara.

Posisinya yang sedang terlentang membuat gadis itu tidak bisa bergerak bebas.

Bagaimana bisa Adam sudah berada di atas?

Dalam hatinya dia terus bertanya-tanya, sejak kapan bos galak dan menyebalkan itu berada di dalam kamarnya sekarang!?

Bagaimana mungkin ini bisa terjadi?

Fara ingat betul dia telah mengunci pintu kamarnya setiap saat masuk ke dalam.

Adam memajukan mulutnya mendekat pada Fara. Sangat dekat. Sebelum gadis itu sempat berkata-kata, Adam sudah terlebih dulu menyambar bibir merah mudanya.

Tangan kanan Adam mengusap rambut gadis itu dengan sayang. Mereka berdua saling bertatapan yang membuat Fara semakin salah tingkah.

Adam semakin gemas dibuatnya. Apalagi Fara terus menggingit bibirnya karena panik.

Tentu saja Adam sangat menyukai apa yang Fara lakukan.

Sebelum pria itu sempat menyusuri lehernya, Fara berteriak kencang dan terbangun dari mimpinya.

“Bwwaangkeeeee!!! Kenapa juga gue harus mimpi kayak tadi!? Sial, sial … mikirin Pak Adam bisa bikin gue beneran jadi gila.”

Fara meraih ponselnya dan melihat jam yang menunjukkan pukul dua pagi.

Masih terlalu pagi.

Jadi sebenarnya Fara sudah tertidur?

Setidaknya apa yang dia alami tadi hanya sebuah mimpi.

Tentu saja akan sangat gila jika Adam benar-benar masuk ke dalam kamarnya dan melakukan hal yang tidak pernah Fara bayangkan sebelumnya.

Walau bagaimanapun, saat ini Adam adalah tunangan Anita. Meski Fara mencintai bosnya, tapi Fara sadar bahwa mereka berdua tidak akan bisa bersama.

Gadis itu beranjak dari kasurnya dan mengambil segelas air dari kulkas.

Dia berharap air dingin itu bisa mengembalikan kewarasannya.

***

“Ma-maksud kamu apa, Grace?” ucap Om Suryo terbata.

“Jujur sama aku, Kak. Dimana bayi itu sekarang?” tanya Grace lagi.

Om Suryo terlihat panik dengan pertanyaan adiknya yang tiba-tiba menanyankan perihal bayi yang telah mereka culik beberapa tahun yang lalu.

“Kamu pasti capek kan, kita akan sampai rumah sebentar lagi.”

“Jawab pertanyaan aku, Kak, please …. Apa benar bayi itu adalah Fara?”

Deg … mendengar pertanyaan Grace barusan membuat Om Suryo menelan ludah dengan gusar.

Laki-laki itu seperti sedang di todong oleh senjata tajam di depannya.

“Kenapa kamu bisa berpikir konyol seperti itu, Grace? Apa kamu telat minum obat dari Dokter lagi?” ucap Suryo mencoba mengalihkan pembicaraan.

“Kalau Kakak nggak jujur tentang bayi itu, jangan salahkan Grace jika akan mencari tahunya sendiri.”

“Kamu jangan gila. Ini tidak akan semudah seperti yang kamu bayangkan.”

“So? Apa benar bayi itu adalah Fara? Benarkah gadis itu adalah anak Laras dan Richard? Jawab, Kak! Huhuhu ….”

Perempuan itu menangis histeris saat menyebut dua nama yang selama ini selalu tertancap dalam jiwanya.

Om Suryo diam seribu bahasa. Dia hanya melajukan mobilnya agar segera sampai rumah.

Dia tidak ingin melihat adik kesayangannya menangis histeris seperti saat ini.

Di rumah, Oma Stefanie sudah terlelap karena saat ini memang telah pukul tiga pagi.

Tante Grace naik ke kamarnya yang berada di lantai dua dan diikuti oleh kakaknya.

Dengan masih terus mengusap air matanya, Tante Grace minta penjelasan dari Om Suryo tentang keberadaan bayi itu selama ini.

Karena sangat menyayangi adik kembarnya lebih dari apapun, Om Suryo akhirnya mengakui jika dia tidak pernah membunuh Fara saat bayi.

“Kenapa Kakak sembunyiin semua ini dari Grace? Kenapa, Kak!? Kakak biarin Grace hidup dalam penderitaan selama bertahun-tahun dengan memikul penyesalan dan rasa bersalah yang tidak ada hentinya. Apa Kak Suryo tahu bagaimana sakitnya? Huhuhu ….”

Om Suryo memeluk adiknya dan meneteskan air mata. Berulang kali dia minta maaf karena tanpa sadar malah telah menjadi penyebab adiknya menderita selama ini. Apa yang dia lakukan untuk melindungi adiknya malah salah besar.

Justru dengan melakukan ini semua dan menyembunyikan tentang Fara, membuat Grace selalu merasa bersalah dan bahkan depresi.

“Maafkan kakak, Grace. Kakak sudah berjanji akan menghancurkan siapapun yang menyakitimu dengan setimpal. Termasuk Richard.”

“Kenapa Kakak lakukan itu? Kita sudah berdosa, Kak … bagaimana bisa kita memisahkan seorang bayi dari ibunya? Laras pasti sangat membeciku, huhuhu.”

“Tidak ada yang tahu tentang siapa sebenarnya Fara. Kamu nggak usah khawatir, Grace. Percayalah sama kakak.”

“Enggak, Kak. Kita harus kembalikan anak itu pada orang tuanya.”

“Kakak nggak mau. Kakak nggak akan pernah membiarkan kamu menderita karena mereka, Grace! Tidak akan pernah.”

“Kak, ini semua bukan salah mereka. Tapi salah Grace. Grace yang telah merenggut kebahagiaan mereka hanya karena keegoisan semata.”

“Kakak lebih tahu apa yang kamu rasakan.”

“Tapi buktinya, Kakak nggak pernah membiarkan Kak Alfred dan Kak Anggun berpisah, kan? Rion dan Adam tunbuh menjadi anak yang baik juga berkat Kakak. Kenapa kita pisahkan Fara dari orang tua kandungnya? Ini akan lebih membuat Grace terluka, Kak. Huhuhu.”

Pikiran Suryo tidak tentu arah. Rencana besar yang akan segera dia luncurkan benar-benar berantakan.

Apalagi saat ini Golden Corp sedang tidak baik-baik saja. Satu-satunya partner perusahaan yang bisa menyelamatkannya adalah Richard Grup.

Tapi jika sampai Richard sampai tahu apa yang dia lakukan selama ini, tidak hanya dirinya, tapi perusahaan dan semua orang yang bersangkutan dengannya akan celaka. Termasuk adik kesayangannya.

Om Suryo meremas rambutnya frustasi. jaringan kerja sama dengan perusahaan orang tua Anita ternyata tidak ada rimbanya.

Padahal dia sangat berharap mendapat perlindungan dari perusahaan keluarga Anita setelah wanita itu menikah dengan keponakannya.

Tapi nyatanya perusahaan yang mereka gebar-gemborkan seperti hanya karangan belaka.

*ting … suara pesan masuk dari Adam membuyarkan lamunan Om Suryo yang sudah berada di kamarnya.

[Om, kita harus bicara. Ini mengenai perusahaan keluarga Anita dan sandiwara yang dia buat selama ini untuk menipu kita]

[Ternyata mereka bukan orang tua kandung Anita, Om. Kita di bodohi selama ini]

[Semua ini juga ada campur tangan Ferry yang harus kita selidiki. Adam udah bicara sama Rion untuk mengurusnya]

[Ferry si brengsek yang selama ini Om percaya ternyata telah menjadi orang yang diam-diam menghancurkan perusahaan kita]

[Satu lagi, Adam tidak akan melanjutkan perjodohan bodoh ini]

Membaca itu, kepala Om Suryo malah terasa semakin panas. Dia baru saja tahu apa yang telah ditemukan oleh keponakannya.

Sementara itu siang tadi Rion juga melaporkan jika investasi yang dilakukan untuk perusahaan keluarga Anita adalah suatu penipuan yang membuat Golden Corp mengalami kerugian yang sangat besar.

Saat ini hanya Richard Grup yang bisa menolong mereka.

Rion baru mengetahui setelah menemukan beberapa kejanggalan dan pencucian uang oleh salah satu oknum yang menyamar dan menjadi partner perusahaan mereka. Kakak Adam itu mencurigai ada orang dalam yang berperan dalam kekacauan yang terjadi saat ini.

Mereka dengan mudah mendapatkan tanda tangan dan persetujuan dari Alfred untuk melakukan berbagai proyek yang tidak masuk akal.

Sementara papanya hanya bekerja di rumah dan tidak sepenuhnya memegang akses.

Jika digabungkan dengan apa yang ditemukan Adam, besar kemungkinan Ferry adalah tersangka utama.

Om Suryo tidak pernah menyangka jika seseorang yang telah dia percaya akan menghianatinya.

Ferry yang masih keponakan jauhnya dari cucu kakak Oma Stefanie ternyata menusuknya dari belakang.

Saat ini Om Suryo harus mengambil pilihan yang sulit. Meminta bantuan Richard Grup untuk menyelamatkan perusahaannya dan mengembalikan Fara kepada orang tuanya atau membalas dendam adiknya dan Golden Corp hancur karena ulahnya.