Bos Galak Nyebelin Bab 54 : Sad Night

aandzee.id – Bos Galak Nyebelin Bab 54 : Sad Night

KLIK DISINI UNTUK MEMBACA BAB 55

“Sayang, kasih tahu aku kalau ini semua nggak bener,” ucap Fara lembut.

Jawaban yang begitu Fara harapkan nyatanya tidak keluar dari mulut Adam.

Pria yang baru saja sah menjadi suaminya itu diam seribu bahasa seakan membenarkan semua tuduhan yang dilayangkan untuk dirinya.

“Fara, gue bisa jelasin ini semua.”

“Go ahead. Aku mau denger ….”

Tidak dapat dipungkiri jika air mata gadis itu sudah berjatuhan dari tadi.

“I-itu semua ….”

“Semuanya bohong ‘kan? Kenapa kamu tega lakuin ini ke aku? Kita baru saja menikah, Adam! Bahkan baju ini masih aku pakai. Kamu tega ya.”

“Dear, ini semua salah faham. Gue benar-benar mencintai elo, Fara. Jangan dengerin omongan orang lain,” ucap Adam mencoba meyakinkan istrinya.

Orang tua Fara dan lainnya masuk ke ruangan itu.

Mereka sama sekali tidak tahu apa yang terjadi sampai saat Josh menjelaskan semuanya pada ayah Fara.

Sejak pertunangan Fara tiga bulan lalu, diam-diam Josh menyelidiki semua tentang Adam hingga ancaman bangkrutnya Golden Corp dan pencucian uang yang dilakukan oleh Ferry.

Pernikahan Adam dan Fara juga merupakan suatu jalan agar tujuan Om Suryo tercapai.

Anton Wijaya yang merupakan sepupu Om Suryo dan merasa telah dihancurkan, sekarang datang untuk membalas dendam.

Setelah menyuntikkan dana yang besar untuk Golden Corp dan dengan cepat perusahaan itu bangkit lagi, nyatanya Om Suryo tidak pernah benar-benar melupakan dendamnya pada Richard. Dia tetap akan menghancurkan orang tua Fara itu karena telah menyakiti adik kembarnya selama ini dengan menggunakan keponakannya sendiri.

Adam juga terlibat dalam semua rencana Om Suryo termasuk pernikahannya dengan Fara ini.

Di sisi lain, demi untuk melindungi dan bersama dengan Fara, Adam menuruti siasat termasuk rencana omnya.

Tapi Adam berani bersumpah bahwa dia benar-benar mencintai istrinya.

Mengetahui sudah diperalat oleh suaminya sendiri, membuat Fara sangat sakit hati.

Dia tidak pernah menyangka jika seseorang yang dia cintai malah membuatnya terluka sesakit ini.

“Kamu anggap aku ini apa, Dear? Sesuatu yang bisa kamu peralat untuk mencapai tujuan gila itu? Kenapa? Kenapa baru sekarang semuanya terungkap?” isak Fara tak bisa menahan amarahnya.

“Adam udah memperalat kamu sejak awal, Fara. Kamu yang terlalu dibutakan oleh cinta palsunya!” seru Josh menanasi suasana.

“Dear, jangan dengerin dia. Sejak dulu Josh selalu menjatuhkan gue, bahkan sekarang juga … percaya sama gue, Sayang, please ….”

“Saya benar-benar kecewa sama kamu, Adam!” bentak Papa Richard pada menantu laki-lakinya.

“Pa, Adam bisa jelasin semua ini,”

Om Suryo dan Tante Grace menyusul masuk karena mendengar keributan.

“Ada apa ini?” tanya Om Suryo dan Tante Grace panik.

“Itu dia dalang dari semua ini sudah muncul juga,” ucap Anton pada sepupunya.

“Pak Suryo, Anda benar-benar keterlaluan,” ucap Papa Richard emosi.

Larasati juga melirik Tante Grace dengan sinis. Rasanya permintaan maaf yang pernah ia lontarkan hanya drama belaka.

Sementara Tante Grace juga tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi.

“Berengsek! Jadi lo nikahin adik gue karena memang ada niat busuk di belakangnya!?” seru Andrew yang telah bersiap akan memukul suami dari adik sepupunya jika tidak di cegah oleh orang lain di sekitar mereka.

Andrew memang sejak awal sudah menaruh curiga pada Om Suryo dan Golden Corp, tapi kali ini dia benar-benar tidak menyangka jika mereka menggunakan Adam untuk menikahi Fara supaya bisa memanfaatkannya saja.

Semenjak Fara kembali kepada orang tuanya, Om Suryo memang semakin gencar untuk menghancurkan Richard. Hal ini tidak begitu di sadari oleh Andrew karena dia melihat Fara begitu bahagia bersama Adam tanpa mengetahui yang sebenarnya.

Adam menarik tangan istrinya dan mencoba menjelaskan semuanya.

Tapi Fara menepis tangan itu dan memilih pergi bersama kedua orang tuanya.

Adik Rion itu mematung melihat sang istri pergi meninggalkannya di hari pernikahan yang seharusnya menjadi sesuatu yang amat membahagiakan bagi mereka.

Josh tersenyum sinis pada musuhnya. Dia merasa menang sekarang, sebelum meninggalkan Adam yang kalah telak karena semua bukti mengarah padanya.

Tante Grace mencoba mendekati keponakannya tapi dia menghindar.

Adam tidak pernah menyangka jika Om Suryo begitu tega memanfaatkan dirinya.

Rion baru saja pulang bersama Papa Alfred, Sherly dan Oma Stefanie sehingga tidak melihat kejadian ini.

“Sudahlah, Adam. Ini juga untuk kelangsungan keluarga Yudhistira. Kamu sudah bekerja dengan baik.” ucap Om Suryo membuat Adam semakin ingin menghabisi pamannya.

“Kak, kenapa Kakak tega melakukan ini? Hiks, hiks ….”

“Bukankah ini yang kamu inginkan, Grace? Seharusnya sejak saat pernikahan Laras dan Richard kamu sudah melakukannya.”

“Maksud Kak Suryo apa? Grace udah melupakan semuanya, Kak! Kenapa Kakak mengorbankan Adam untuk ini!?”

“Kakak tidak pernah mengorbankan siapapun. Kita semua berkorban untuk keluarga Yudhistira dan Golden Corp semata.”

Adam menoleh pada pamannya dan terlihat sangat membenci seseorang yang dulu dia kagumi.

“Jadi benar jika Om Suryo hanya manfaatin Adam selama ini? Kenapa, Om? Kenapa?”

Pria itu tidak menjawab pertanyaan keponakannya dan malah mengajaknya pulang seperti tidak ada masalah apa-apa.

Adam ingin berontak, tapi semakin dia melawan, omnya akan lebih menghancurkan Adam dalam satu sentuhan.

Karena sebelumnya Om Suryo telah membuat kesepkatan dengan Adam.

Sebelum Fara dikembalikan pada orang tuanya, Om Suryo dan Adam sudah saling sepakat. Paman Adam itu akan mengijinkan keponakannya dekat dengan Fara lagi dengan satu syarat, dia akan menuruti semua rencana Om Suryo termasuk menghancurkan salah satu musuh besarnya tanpa Adam tahu jika yang Om Suryo maksud adalah ayah kandung Fara.

Adam menyetujui begitu saja dan tidak menaruh curiga hingga hari ini. Karena jika Adam melanggar, adik ayahnya itu akan membunuh Fara.

Fara mengurung diri di kamarnya. Malam yang seharusnya menjadi sebuah sejarah dalam hidupnya malah berubah menjadi malam penuh kesedihan yang tak pernah sekalipun dia bayangkan sebelumnya.

Semua orang memang membiarkan Fara untuk menyendiri dan menenangkan hati.

Laras dan Richard masuk ke kamar putrinya. Dapat mereka lihat jika semalaman Fara pasti menangis karena matanya yang sembab.

Gadis itu memeluk ibunya dan masih terus menangis.

“Sebenarnya apa yang salah, Pa?” tanya Fara masih berlinang air mata.

“Maafkan papa, Nak. Papa begitu ceroboh dan mempercayai mereka. Ini semua kesalahan papa.”

“Kenapa mereka lakuin ini semua sekarang?”

Kali ini giliran Laras yang semakin erat memeluk putrinya.

“Mama juga bersalah atas semua ini, Sayang. Pak Suryo sangat dendam pada kami. Tapi mama dan Papa tidak pernah tahu jika dia akan membalaskan dendamnya dengan cara ini.”

“Maksud Mama apa? Bukannya Pak Suryo yang selama ini udah bantuin Fara, Ayah dan juga Ibu Lisa?”

“Itu semua dia lakukan karena sudah punya rencana besar ini, Sayang.” Richard mendekati istri dan putrinya yang duduk di ranjang.

Richard kemudian menceritakan banyak hal. Kebenaran yang ada ternyata tidak hanya dendam Om Suryo atas adik kembarnya saja. Tapi menyangkut orang tua mereka alias kakek Adam dan Fara.

Dulu mereka adalah sabahat dekat yang akhirnya hancur karena kesalahfahaman.

Bahkan orang tua Richard sampai meninggal. Saat itu Richard bekerja sangat keras hingga dapat mengungguli Golden Corp dan mengakuisisi banyak saham yang dimiliki keluarga Yudhistira hingga mereka mengalami kebangkrutan yang cukup parah. Meski akhirnya bisa bangkit lagi, tapi Richard Grup sudah lebih jauh mengungguli keluarga Yudhistira.

Apalagi Tante Grace yang ternyata mencintai dirinya, sengaja Richard buat patah hati dengan menikahi Laras yang saat itu dijodohkan dengannya.

Hal itu membuat semuanya semakin kacau. Richard baru menyadari kesalahannya selama ini dan meminta maaf kepada Fara karena membuat putrinya yang harus menanggung semuanya.

“Adam memang sudah menikahimu, Sayang. Tapi dia belum menyentuh kamu. Jadi tidak ada yang di rugikan. Kamu akan baik-baik saja sama mama dan Papa disini ya?” ucap Laras yang terus memeluk dan menciumi putrinya.

Josh datang ke rumah Richard memberi bunga dan makanan kesukaan Fara.

Saat Bu Lisa bilang jika Fara tidak bisa di ganggu sekarang, pria itu menitipkan barang bawaannya pada ibu angkat Fara.

Bu Lisa menghampiri Fara dan orang tuanya di kamar.

Ia mengatakan kalau Josh baru saja datang dan membawakan sesuatu untuknya.

Berkali-kali Adam menghubungi ponsel Fara tapi tidak ada jawaban apapun darinya.

Pria itu merasa sangat bersalah telah menyakiti istrinya dan tidak jujur sejak awal.

Om Suryo seakan tidak merasa bersalah. Sementara Tante Sherly seakan menertawakan apa yang Adam rasakan.

Orang tua Fara sudah menyiapkan sebuah villa agar putrinya beristirahat dan menenangkan pikiran disana.

Josh dipercaya Laras dan Richard untuk mengantarkan Fara kesana. Apalagi Josh juga sudah menjadi pahlawan yang membuka semua kebusukan Yudhistira sehingga mereka menaruh kepercayaan tinggi pada putra Merry itu.

Dengan licik, Sherly memanasi Adam dan mengatakan jika Fara malah pergi dengan Josh yang merupakan musuhnya meski seharusnya dia dan sang istri yang menghabiskan bulan madu berdua.

Sherly mengetahui semua ini karena dia tergabung dalam grub sosialita bersama Laras, Merry, dan para istri pengusaha lainnya.

Terhasut oleh Sherly, Adam merasa tidak terima. Dia menghubungi Tommy untuk melacak keberadaan istrinya.

Setelah pria itu mendapatkan lokasi villa yang akan Fara tinggali selama beberapa waktu ini, Adam langsung melipir pergi.

Rion tidak bisa membantu adiknya banyak karena dia harus bertugas ke luar negeri dan menyelesaikan banyak proyek yang tertunda disana.

Sesampainya di villa yang telah di siapkan oleh orang tuanya, Fara menuju balkoni kamar.

“Kamu tidak apa-apa tinggal disini sendiri dulu untuk sementara?” tanya Josh meyakinkan Fara.

“Iya, nggak apa-apa. aku suka suasananya.”

“Baiklah. Jangan bersedih lagi, Fara.”

Josh pamit ke kamar mandi karena di mobil tadi tidak sengaja menumpahkan minuman dari botol air mineral ke bajunya.

Adam melajukan mobil yang dibawanya dengan kencang. Saat melihat mobil Josh terparkir di halaman depan, pria itu langsung masuk ke dalam dan mencari keberadaan istrinya.

Sampai di kamar utama yang ada Fara disana sekaligus Josh yang baru saja keluar dari kamar mandi dengan baju yang terbuka, membuat Adam emosi dan menuduh Fara telah berselingkuh dengan musuhnya.

*bbhhuummmpphhh!

Fara terkejut melihat kedatangan Adam yang tiba-tiba dan langsung memukul Josh tepat di pipi kananya.

“Apa yang kamu lakukan!?” teriak Fara histeris.

“Jadi ini yang kalian lakukan? Menikah sama gue tapi menghabiskan malam pertama dengan si brengsek ini?” ucap Adam yang membuat Fara tidak terima.

“Jaga mulut kamu, Adam Yudhistira!”

“Gue suami sah lo kalau lo tahu, Fara Dikara!”

“Suami macam apa yang tega bohong dan menikahi istrinya untuk harta semata?” cibir Josh sinis.

Adam yang emosi langsung melayangkan satu pukulan lagi.

Fara mencoba melerai mereka dan menarik tangan Adam, hanya untuk di tepis oleh suaminya dan gadis itu terpental tanpa sengaja.

Josh bangkit dan memberikan satu pukulan di perut Adam.

Perkelahian mereka tidak bisa di elakkan.

Adam kembali menyerang Josh dan mendorongnya hingga pria itu terjatuh dan kepalanya membentur sudut ranjang yang membuat Josh tidak sadarkan diri.

Fara yang masih tersungkur di lantai karena tidak sengaja Adam mendorongnya tadi, mencoba menghindar dari suami yang telah berubah seperti monster.

“Ayo ikut gue sekarang!” ucap Adam dengan senyum penuh amarahnya.

“Nggak! Nggak mau. Tinggalin aku sendiri. Pergi!” teriak Fara menghindari suaminya.

Tapi tentu saja Fara tidak akan menang dari Adam yang tiba-tiba meraih tangannya, memgangkat tubuh gadis itu dan membawa sang istri di pundaknya.

Fara berusaha melepaskan diri dengan terus memukuli punggung Adam meski tidak berhasil.

Pria itu membuka pintu mobil, memasukkan Fara ke dalam sana dan memasang sabuk pengaman agar Fara diam.

Adam menutup pintu dari kursi penumpang dan segera menguncinya sebelum Fara sempat melepaskan diri.

Dia kemudian menuju pintu kemudi. Saat Fara mencoba melepaskan diri lagi, pria itu menarik tangan istrinya dan mengunci pintu lagi.

“Jangan pernah berpikir untuk lari dari gue lagi!” teriak Adam yang membuat Fara terus menangis.

“Kita mau kemana? Kamu jangan gila!”

“Kita akan bulan madu, Sayang. Bukankah kita adalah pengantin baru?” ucap Adam dengan senyum jahanamnya.

“Aku nggak mau. Lepasin! Aku mau pulang!” teriak Fara sambil terus mencoba membuka pintu mobil Adam yang berjalan.

“Halo, Pak Hasan, buka gerbang villa sekarang juga. Taruh kunci di tempat biasa dan kosongkan semua orang jika ada. Silakan Bapak Ibu pulang dulu sebelum gue bilang untuk kembali,” ucap Adam pada sambungan telepon di seberang sana.

“Kita mau kemana? Aku bilang aku mau pulang!”

“Kamu nggak akan bisa lari, Sayang. Kita sedang menuju ke tempat yang tidak seorangpun tahu bahkan Tante Grace dan Rion sekalipun.”

Senyuman Adam begitu lebar. Dia merasa menang sekarang.