Bos Galak Nyebelin Bab 57 : Scars

aandzee.id – Bos Galak Nyebelin Bab 57 : Scars

KLIK DISINI UNTUK MEMBACA BAB 56

<script data-ad-client="ca-pub-1465180678589020" async src="https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js"></script>

“Morning, sunshine …” ucap Adam saat menyadari istrinya sedang berdiri di tangga.

Fara melirik suaminya dengan tatapan sebal.

Masih jelas terlihat di wajahnya jika dia sangat kecewa dan membenci Adam karena telah membohonginya.

Meskipun sebelumnya Fara sangat mencintai pria yang kini telah menjadi suaminya, tapi perasaan terbodohi dan ditipu itu terus saja membuatnya geram.

Tanpa menjawab apa-apa, Fara kembali lagi naik ke atas dan Adam berusaha mengejarnya.

Pria itu meminta Fara untuk mandi dan segera turun untuk sarapan.

Saat menggenggam tangan istrinya, Adam baru menyadari jika Fara tidak memakai cincin pernikahan mereka.

Adam menatap Fara dengan penuh tanda tanya.

“Aku buang cincin itu. Buat apa memakainya jika hanya akan mengingatkan semua kebodohan dan penipuan yang menjerumuskan aku ke dalam pernikahan semacam ini.”

“Gue cinta sama lo, Fara. Harus berapa kali gue bilang kalau semua itu rencana Om Suryo. Lo harus percaya sama gue,” ucap Adam sedih.

Tapi tentu saja Fara tidak semudah itu untuk percaya. Dia menepis tangan suaminya dan mengatakan untuk berhenti terus membohonginya.

“Saat ini lo cuma marah dan kecewa sama gue karena masalah itu aja kan? Sebenarnya lo juga punya perasaan yang sama dan mencintai gue, iya kan?”

“Kamu harus tahu kalau cinta dan benci itu sangat tipis. Saat ini sudah tidak ada cinta lagi.”

Bohong. Gue nggak percaya sama apa yang lo bilang.”

“Tapi itu faktanya dan tolong anterin aku pulang segera.”

Fara berjalan meninggalkan Adam ke kamar mandi sementara pria itu menahan air matanya untuk tidak sampai jatuh.

Benarkah Fara sudah tidak lagi mencintainya?

Secepat itu?

Dengan perasaan terluka, Adam keluar dari villa dan berjalan ke halaman luar.

Ada berbagai bunga yang bermekaran disana. Meski hatinya terluka dengan ucapan Fara barusan, tapi pria itu mencoba menepiskan semuanya.

Dia masih percaya jika sebenarnya Fara hanya sedang marah saja.

Sementara itu, Fara yang sudah selesai mandi sedang berdiri di depan kaca dan berniat untuk mencoba kabur lagi hari ini.

Fara menuruni tangga dan melihat semangkok bubur beras ketan hitam yang tersaji di meja makan. Tidak dia lihat keberadaan Adam di sekitar.

Saat sedang mencari suaminya, Fara melihat dompet dan ponsel Adam berada di dekat meja dapur.

Dia kemudian mengambil handphone itu untuk mencari bantuan.

Adam memetik beberapa bunga dan menyusun dengan daun lebar serta mengikatnya menjadi seperti sebuah buket bunga yang pernah dia berikan saat ulang tahunnya dulu.

Pria itu tersenyum tipis. Ia berharap Fara akan bisa memaafkannya.

Meski sudah berhasil mendapatkan ponsel milik Adam, tapi sayangnya benda pipih itu hampir mati karena kehabisan baterai.

Fara mendesis kesal. Adam pasti sengaja menghindari orang lain menemukan keberadaan mereka.

Untungnya dia sempat menghubungi Josh dan memintanya untuk segera datang.

“Kamu dimana, Fa?” tanya Josh panik.

“Josh, tolong kesini, aku nggak tahu ini dimana.”

“Oke, oke … tenang dulu, share location sekarang juga.”

Melihat dari jendela jika suaminya sedang menuju ke rumah, membuat Fara panik dan menaruh lagi ponsel suaminya di tempat semula setelah mengirimkan lokasinya saat ini.

Fara lalu kabur lagi ke kamar agar tidak ketahuan oleh Bogabel.

“Dear, Fara … lo dimana?” panggil Adam saat masuk ke rumah dan mengetahui semangkok bubur buatannya belum Fara sentuh juga.

Adam melihat ponsel dan dompetnya masih di tempat biasa. Dia tersenyum tipis dan langsung menaiki tangga dengan membawa seikat bunga.

Di dalam kamar, Fara sedang kebingungan mencari cara agar bisa segera kabur dari tempat ini.

“Fara, gue minta maaf buat semuanya,” ucap Adam tulus.

Pria itu memerikan buket bunga yang telah dia rangkai tadi.

Tapi Fara tidak bergeming, dia malah menepis bunga pemberian suaminya hingga jatuh ke lantai.

Mata Adam melotot melihat penolakan dari istrinya.

Apakah semarah itu Fara padanya?

“Tolong anterin aku pulang, aku nggak mau disini. Please ….”

“Maafin gue, Fara. Gue nggak akan nyakitin lo. Gue bener-bener cinta sama lo dan lo harus tahu itu. Semua yang terjadi adalah rencana Om Suryo dan gue nggak tahu semuanya akan jadi kayak gini. Lo harus percaya sama gue, okay?”

Fara mengambil langkah mundur saat Adam mendekatinya.

Di titik ini, Adam benar-benar merasa sangat terluka.

“Okay, gue bakal anterin lo pulang. Tapi sekarang makan dulu ya? Gue nggak mau lo sakit,” ucap Adam mencoba membujuk istrinya.

Mendengar ini, Fara tidak mudah percaya karena Adam pasti akan melakukan segala cara untuk tetap menahannya disini.

Tapi karena dia telah menghubungi Josh sebelumnya, meski Adam tidak benar-benar mengantarkannya pulang, Josh pasti akan datang kesini.

Mereka berdua akhirnya turun dan Fara menuruti sang suami.

“Gue suapin ya?”

“Nggak usah, aku bisa sendiri.”

Adam tersenyum tipis, setidaknya Fara mau makan. Dia memperhatikan istrinya lekat sementara Fara terlihat gelisah dan memandang ke luar rumah, berharap Josh segera datang untuk membawanya pulang.

Papa Richard, Mama Laras dan juga Neni akhirnya memutuskan untuk turut mencari Fara dengan menyusul Josh di villa milik mereka.

Sementara itu, meskipun sangat marah dengan ulah Adam dan keluarganya, Andrew masih berpikir dewasa dan profesional dengan membantu Rion untuk menyelesaikan masalah perusahaan mereka.

Saat ini Ferry yang kabur ke luar negeri sudah dapat di lacak keberadaannya.

Pria itu menggunakan uang hasil pencucian uang untuk berjudi.

Sialnya dia ditipu oleh oknum bandar judi dan uangnya habis. Ferry dan Anita bahkan sampai terlantar.

Perempuan itu akhirnya pulang ke Indonesia dan menemui ibunya.

Rion dan Andrew sedang mengurus pebangkapan Ferry atas ulahnya yang tidak hanya merugikan Golden Corp, tapi juga Richard Grup mengalami kerugian karena masalah ini.

Tante Grace sudah sepenuhnya sembuh dari trauma dan depresi masa lalunya.

Dia berkali-kali mengungkapkan perasaan kesalnya pada sang kakak karena telah membuat semua ini kacau.

Hubungan Grace dan Laras juga semakin buruk.

Sementara Merry ada di pihak Laras, Vania membela Grace dan meminta Laras untuk memaafkan dan memberi kesempatan untuk sahabatnya.

Hubungan Golden Corp dan Richard Grup sudah tidak lagi sama seperti sebelumnya.

Adel, Nessy dan Rima yang mengetahui Fara di culik oleh suaminya sendiri mencoba untuk menghubungi sahabat dan bosnya. Meski usaha mereka tidak menunjukkan hasil, tapi mereka tidak akan membiarkan sesuatu terjadi pada Fara walau harus berhadapan dengan bosnya atau diancam PHK.

“Tapi gue nggak yakin kalau Pak Adam akan jahatin Fara,” ucap Nessy mencoba berpikir positif.

“Lo harus tahu kalau Pak Adam itu nggak seperti yang kita duga. Buktinya dia bisa bohongin Fara dan semuanya jadi kayak gini. Awalnya gue pikir dia nggak sejahat itu.”

“Yang lebih bikin nggak nyangka ya Pak Suryo lah. Gila aja dia manfaatin keponakannya buat ambisi yang even harusnya kita ikut andil juga karena masih kerja disini.”

“Eh, gue dapat kabar dari Neni kalau Tante Laras lagi nyusul Josh ke villa,” kata Rima pada kedua temannya.

“Semoga Fara cepet ketemu ya, awas aja kalau sampai Pak Adam ngapa-ngapain Fara kita.”

“Maksud lo? Mereka kan udah suami istri BTW.”

“Ya tapi masa iya Fara maish akan lanjutin ini kalau tahu suaminya tukang tipu?”

Josh mengabari Neni dan orang tua Fara jika dia sudah di telpon oleh Fara dan akan segera menjemputnya dan meminta Papa Richard, Mama Laras dan Neni pulang ke rumah karena akan puang setelah menjemput Fara dari Adam.

Pria itu bergegas pergi mengikuti lokasi yang telah Fara bagikan sebelumnya.

Dalam beberapa menit, dia akan segera sampai ke tempat persembunyian Adam.

Benar saja, Josh melihat mobil Adam terparkir di depan sebuah rumah yang dia yakini sebagai tempat dimana Fara berada.

Fara yang menyadari kedatangan Josh, dia langsung berdiri dan berlari keluar. Adam sendiri terkejut karena Josh bisa menemukan mereka dan mengejar Fara.

*bbhhuuummmppphhhh ….

Satu pukulan sukses mendarat di wajah Josh dari tangan Adam saat pria itu mengajak Fara pergi.

“Adam! Stop!” teriak Fara yang melihat suaminya mulai emosi.

Josh tidak tinggal diam, dia membalas pukulan Adam hingga suami Fara itu tersungkur ke tanah.

Tidak terima, Adam bangkit lagi dan menghajar Josh dengan beberapa pukulan yang dia layangkan.

“Lo nggak ada hak buat ngurung Fara disini karena dia nggak mau! Sampai kapan lo akan memaksakan apa keinginan lo, ha?” ucap Josh dengan nada tinggi.

“Fara itu istri gue kalau lo lupa. Dan lo? Lo siapa? Jangan pernah campuri urusan gue!”

“Lo harusnya berkaca, Adam, lo manfaatin Fara buat ambisi busuk keluarga lo tanpa memahami perasaannya. Manusia macam apa lo? Itu yang bisa disebut suami?”

Josh melepaskan cengkeraman tangannya dari baju Adam dan mengajak Fara masuk ke dalam mobilnya.

“Fara, jangan pergi, gue mohon …” ucap Adam saat istrinya sudah bersama dengan Josh.

Seberapapun usahanya mengejar, tapi mobil itu terlalu kencang meninggalkannya sendiri. Kata-kata Josh barusan membuat Adam emosi.

Walau bagaimanapun, Fara juga saat ini sangat membencinya. Dia tidak mungkin memaksa Fara tetap tinggal jika istrinya tidak ingin.

Di rumah, orang tua Fara menunggu anaknya dengan cemas. Menjelang malam, Fara dan Josh baru tiba.

Mama Laras langsung memeluk putrinya erat.

Semua orang berterima kasih pada Josh karena telah membawa Fara sampai rumah.

Papa Alfred memarahi anaknya yang menculik sang istri. Om Suryo dan Oma Stefanie juga menyalahkan sikap Adam kali ini.

Semuanya menjadi kacau karena ulah anak nakal dalam keluarga Yudhistira.

Hanya Tante Grace yang membela Adam dan menenangkan keponakannya.

Melihat ini, Sherly tidak kehabisan ide. Dia punya rencana besar dari apa yang terjadi.

Malam itu Adam mendatangi rumah keluarga Fara. Tapi Papa Richard tidak mengijinkan Adam menemui anaknya.

Dengan segala cara, Adam membujuk ayah mertuanya untuk membawa Fara pulang ke rumahnya karena saat ini dia yang bertanggung jawab atas Fara karena anaknya sudah menjadi istri sah Adam.

“Adam mencintai Fara, Pa. Tolong beri kesempatan sekali ini aja buat perbaiki semuanya, Adam mohon ….”

“Saya sudah tidak bisa percaya lagi sama kamu, Adam. Tolong jangan ganggu putri saya.”

“Tapi, Pa, semuanya salah faham. Adam nggak pernah berniat sedikitpun untuk menyakiti Fara. Kami saling mencintai. Tolong jangan pisahkan kami.”

Namun Papa Richard tidak begitu saja percaya. Dia kemudian mengusir Adam dan memintanya untuk segera menceraikan Fara.

Adam tidak habis pikir kenapa semuanya jadi begini.

Seharusnya dia bisa hidup bahagia dengan gadis yang dia cintai, tapi nyatanya semuanya menjadi kacau tanpa dia tahu dari mana akar sebenarnya.

Apa yang harus dia lakukan agar Fara memaafkannya dan mau kembali.

Pria itu membanting pintu mobilnya dengan kasar, menyalakan lagu yang lagu yang mewakili persaannya dan berharap Fara segera bisa memberinya kesempatan satu kali lagi.

I wish I never looked, I wish I never touched

I wish that I could stop loving you so much

Cause I’m the only one that’s trying to keep us together

When all of the signs say that I should forget her

I wish you weren’t the best, the best I ever had

I wish that the good outweighed the bad

Cause it’ll never be over, until you tell me it’s over

These battle scars, don’t look like they’re fading

Don’t look like they’re ever going away

They ain’t never gonna change