Bos Galak Nyebelin Bab 58 : Be Back

aandzee.id – Bos Galak Nyebelin Bab 58 : Be Back

KLIK DISINI UNTUK MEMBACA BAB 57

Rion masih berada di luar negeri untuk menyelesaikan urusan perusahaan.

Ternyata Om Suryo benar-benar sudah merencanakan semuanya untuk menghancurkan Richard. Ini sudah bukan lagi masalah adiknya, tapi tentang perusahaan ayah mereka berdua dan tentu saja persaingan mereka selama ini.

Dengan semua yang telah dia rencanakan, perusahaan Richard Grup saat ini berada dibawah kendali Golden Corp.

Bahkan Ferry sebenarnya juga bagian dari rencananya.

Om Suryo tidak pernah sebaik yang orang lain kira.

Diantara banyak orang, dia juga satu-satunya yang mengetahui tentang siapa Anita sebenarnya tapi seolah tidak tahu apa-apa demi kelancaran ambisinya.

Om Suryo memang selama ini menyiapkan semua rencana besar untuk menghancurkan musuh-musuhnya. Termasuk menggunakan Adam yang adalah anak dari kakaknya sendiri.

“Om, ini benar-benar di luar dugaan kita. Golden Corp sudah menguasai lebih banyak saham yang ternyata merugikan kita. Bahkan Andrew tidak habis pikir dengan apa yang baru-baru ini Rion temukan.”

“Bagaimana ini bisa terjadi?” tanya Papa Richard panik.

“Andrew kurang tahu dengan sistem yang mereka gunakan, Om. Untuk bagian itu, kata Rion, Pak Suryo sendiri yang memegangnya. Atau bisa jadi Adam juga tahu soal ini?”

Kakak sepupu Fara itu lalu menjelaskan tentang bagaimana Richard Grup masuk ke dalam perangkap Golden Corp dan mengalami kerugian yang sangat besar dan itu semua di tangan Adam.

Jika Adam melakukan sesuatu yang membahayakan perusahaan Richard Grup, maka mereka tidak bisa berbuat apa-apa.

“Bagus, buat si berengsek itu menyesal udah berhadapan sama gue.” Adam menutup ponselnya dengan senyuman puas.

Dia akan memberi pelajaran untuk Josh yang telah mengusik hidupnya semenjak masa SMA.

Adam juga mulai menyadari tentang telah masuknya Richard Grup dalam perangkap yang di rencanakan oleh Om Suryo.

Meskipun ini mungkin terlihat licik, tapi Adam akan melakukan apa saja agar Fara kembali padanya.

Dalam suatu rapat yang juga dihadiri oleh Fara sebagai bagian dari perusahaan ayahnya dan banyak rekan bisnis yang lain, kali ini Richard Grup yang berada dalam bahaya.

Adam tentu saja akan menggunakan ini untuk membawa istrinya pulang. Meski dengan sebuah ancaman yang sepertinya malah kekanak-kanakan.

Setelah rapat selesai, Fara pergi ke toilet untuk mencuci wajahnya seperti biasa.

Adam mengikuti Fara untuk menawarinya sebuah kesepakatan.

“Kali ini gue nggak akan maksa lo buat ikut sama gue, tapi lo tahu ‘kan kalau sekarang ini semua ada di tangan gue?”

“Apakah ini sebuah ancaman?” tanya Fara datar.

“Gue nggak bilang ini adalah ancaman. Tapi lo pasti akan melakukan apapun untuk keluarga lo kan?”

“Bukankah kamu sendiri yang bilang untuk tidak meencampur adukkan antara masalah pekerjaan dan persoalan pribadi?”

“Bukan. You know me so well, jadi harusnya ini lebih ke sebuah kesepakatan.”

“Maksudnya?”

“Kembali dan tinggal sama gue. Richard Grup akan baik-baik saja.”

“Kamu udah gila?”

“Lo yang bikin gue gila kalau lo lupa. Satu lagi, gue suami lo.”

Fara terdiam mendengar apa yang Adam katakan. Karena kali ini bos galak dan menyebalkannya itu memang telah menjadi suaminya dan perusahaan keluarga ayahnya sedang dalam bahaya.

“Jangan pernah mencoba untuk mengancam adik gue, anak nakal,” ucap Andrew yang menyusul Fara ke toilet.

Adam hanya tersenyum simpul.

Dia tahu saat ini Andrew tidak akan bisa berbuat apa-apa padanya. Mereka berdua lalu meninggalkan Adam sendiri.

Di rumah, Fara mengusulkan sesuatu untuk menyalamatkan Richard Grup dari kekacauan.

“Fara harus kembali lagi ke Golden Corp dan menyelesaikan ini, Pa. Sedikit banyak Fara tahu tentang semua berkas dan laporan yang Adam tangani. Jadi akan lebih mudah untuk menyelidiki.”

“Jangan libatkan dirimu, Sayang. Ini akan lebih rumit dari yang kita perkirakan.”

“Tapi ini menyangkut banyak hal, Pa. Termasuk hidup Fara.”

Setelah mempertimbangkan semuanya, meski dengan berat hati, orang tua Fara setuju dengan usul anaknya.

Sore itu Fara ditemani Andrew, bertemu dengan Adam untuk membahas beberapa kesepakatan.

Salah satunya adalah Fara bersedia kembali dan tinggal bersama Adam lagi tapi dia harus memastikan jika Richard Grup tidak di posisi bahaya.

Satu lagi, meski mereka berdua akan tinggal bersama, tapi Adam tidak boleh menyentuh dirinya. Fara akan tidur di kamar yang berbeda dari suaminya.

Tentu saja ini membuat Adam kesal dan hampir tidak mau menyetujui permintaan tidak masuk akal dari sang istri.

Tapi akhirnya Adam setuju dan tidak mengajukan syarat apapun.

Dia akan memastikan Richard Grup baik-baik saja dan kedua perusahaan tetap bisa berjalan seperti biasa.

Fara juga akan bekerja seperti sebelumnya meski sebenarnya Adam awalnya menolak.

Malamnya Adam menjemput Fara dari rumah orang tuanya. Mereka berdua lalu pulang ke apartemen Adam yang dulu.

Kali ini Adam dan Fara tinggal satu rumah sebagai seorang suami istri. Tapi dalam kesepakatan yang telah mereka buat, Fara tidak akan sekamar dengan sang suami.

“Syarat macam apa ini?” ucap Adam kesal.

Fara tidak bergeming. Dia langsung menuju kamar kedua dan menutup pintu saat Adam mencoba mengejarnya.

“Fara, buka pintunya. Suami lo mau masuk!” teriak Adam dari balik pintu.

“Aku ngantuk, mau tidur.”

“Gue laper ….”

“Makan lah.”

“Gue punya kunci untuk kamar ini kalau lo lupa. Kasih gue makan atau gue masuk paksa.”

Fara terlihat geram. Adam pasti akan melakukan hal yang aneh jika sampai marah.

Saat ini yang jadi prioritas Fara adalah menyelamatkan perusahaan ayahnya.

“Aku nggak bisa masak kalau kamu lupa.”

Fara membuka pintu dengan wajah kesal.

“Kalau gitu temenin gue makan aja,” ucap Adam dengan senyuman khasnya.

Andrew sudah memberi tahu Fara tentang bagaimana bahayanya jika sampai Adam nekat dan benar-benar menghancurkan Richard Grup kapan saja.

Kakak sepupunya itu meminta Fara untuk bertahan sedikit sampai semua milik mereka sudah kembali.

Tadi Adam telah memesan pizza yang diantarkan oleh petugas apartemen langsung ke pintu unit yang mereka tinggali.

Fara akhirnya mau menemani sang suami. Adam makan dengan lahap, wajahnya jelas terlihat jika saat ini dia sangat bahagia bisa bersama Fara lagi.

Meski mereka tidak akan tidur sekamar malam ini.

***

“Anjay, gimana ceritanya lo nongol disini lagi, Fa?” tanya Nessy tidak percaya.

“Gue kan udah cerita di chat semalam.”

“Terus beneran lo tinggal serumah sama Pak Adam tapi nggak tidur bareng?”

“Emang dia nggak ngapa-ngapain lo?”

“Karena udah masuk di persyaratan yang lo buat itu ya?”

“Kalian harus tahu kalau gue lakuin ini semua karena ada tujuannya.”

Ketiga teman Fara bersedia untuk membantu yang mereka bisa meski mungkin akan sangat beresiko.

Di satu sisi mereka bisa mempertaruhkan pekerjaan, tapi Fara juga sahabat mereka, jadi semuanya memang terlalu sulit.

*tang-ting-tang-ting-tang-ting-tung ….

Ponsel Fara terus berbunyi saat dia sedang memeriksa berkas yang mungkin dia cari.

“Halo, iya, Josh? Aku di Golden Corp.”

“Kamu perlu kesini, Fa. Sepertinya Om Anton bisa bantu kita.”

“Om Anton bukannya papanya Ferry? Kamu percaya sama dia?”

“Aku tahu banyak hal dari dia, jadi kamu jangan khawatir karena dia tidak ada di pihak Pak Suryo.”

“Oke, aku kesana sekarang.”

Fara bersiap untuk pergi dan menemui Josh. Saat ini Adam sedang menghadiri sebuah rapat yang membuat Fara tidak akan ketahuan meninggalkan kantor pada jam kerja.

Tapi sialnya Adam kembali ke kantor lebih awal dari yang Fara perkirakan. Dia terlihat marah saat tidak menemukan istrinya di ruangannya.

Meski sudah mencoba untuk menutupi kemana Fara pergi, tapi Adel keceplosan juga dengan mengatakan Fara pergi keluar sejak tadi.

Sekilas Adam melihat beberapa berkas di meja Fara yang dia yakini istrinya sedang menyelidiki sesuatu.

Adam langsung meninggalkan kantor dan melajukan mobilnya dengan kencang.

Tempat yang pertama dia tuju adalah kantor Om Anton.

Entah kenapa Adam punya firasat itu. Terlebih dia tahu jika Josh bekerja sama dengan sepupu dari ayah dan omnya.

Benar saja, di lobby kantor Om Anton, Adam melihat istrinya tengah duduk bersama dengan musuhnya.

Adam yang emosi langsung menginterupsi dan mengajak Fara pulang.

Josh menarik tangan kiri Fara supaya dia ikut bersamanya sementara Adam dengan sigap meraih lengan tangan kanan Fara.

Meski Josh melarang Fara pergi, tapi adik Rion itu mengancam akan menghancurkan Josh juga jika Fara tidak mendengarkan ucapannya.

Hal itu membuat Fara melepaskan tangan Josh dan mau pulang bersama suaminya.

Adam menunjukkan senyum penuh kemenangan. Bahkan dari sejak SMA, Josh tidak pernah bisa mengalahkan dirinya.

“Berengsek!” umpat Josh saat melihat Fara pergi bersama Adam dan melihat musuhnya menyunggingkan senyuman penuh kepuasan.

Sampai di apartemen, Adam sangat emosi. Seharusnya Fara tahu jika Adam tidak menyukai Josh sejak dulu, tapi Fara dengan sengaja malah menemui musuh suaminya.

“Lepasin, ini sakit!” seru Fara saat Adam terus menggenggam erat tangannya.

Tidak mendengar apa kata sang istri, Adam membawa Fara ke kamarnya.

“Lo lagi main-main sama gue? Apa si berengsek itu ngasih lebih buat lo? Apa pelukannya lebih hangat dari gue?”

“Adam! Jaga bicara kamu ya. Josh nggak kayak apa yang kamu pikirkan.”

“Gue bisa tunjukin kalau gue bisa lebih segalanya dari si berengsek itu,” ucap Adam sambil mendekatkan wajahnya ke depan Fara.

“Adam, stop! Kamu apa-apaan sih?”

Tidak menjawab, Adam langsung menyambar bibir Fara dan menciumnya.

Fara reflek melepaskan diri dan mendorong Adam menjauh.

“Jangan macam-macam, aku bilang jangan lakuin apapun, atau ….”

Fara terus mengambil langkah mundur dan mencoba menghindari suaminya yang sudah sangat marah saat ini.

Sampai akhirnya dia terpojok dan saat akan lari keluar, Adam menangkapnya dan sengaja mengunci pintu kamar itu.

“Adam, please … let me go!”

“Sayang, lo nggak bisa kemana-mana sekarang.”

“Adam, NO!!!!”

Pagi-pagi handphone Fara sudah berdering kencang. Ada nama Josh pada layar pemanggil.

Fara masih tertidur pulas saat Adam meraih ponsel miliknya.

Pria itu terlihat geram karena Josh selalu saja mengganggu ketenangannya.

Di ruang makan, Adam sedang menikmati kopi paginya.

Dia juga punya kebiasaan makan bubur atau oat meal untuk sarapan.

Fara sudah mandi dan baru keluar dari kamar.

Istri Adam itu sangat kesal melihat suaminya disana. Saat akan melipir ke kamar satunya, Adam meraih tangan Fara dan memintanya untuk menikmati sarapan bersama.

Awalnya Fara menolak, tapi Adam mengancam tidak akan segan-segan melakukan sesuatu pada Richard Grup jika Fara masih saja membantah.

“Suapin gue,” ucap Adam enteng.

“Kamu kan bukan bayi yang nggak bisa makan sendiri.”

“Lo pilih suapin gue atau melihat Richard Grup hancur?” ancam Adam serius.

Dengan kesal, Fara mengambil sendok dan mulai menyuapi suami yang duduk di sampingnya.

Mmuahhh ….

Fara reflek berdiri dari kursi dan hampir memukul suaminya dengan sendok di tangannya saat Adam mengecup pipinya tiba-tiba.

“Lo mau mukul gue?” tanya Adam dengan gaya sok coolnya.

Wanita di depannya itu terlihat sangat kesal. Dia menggigit bibirnya dan ingin sekali memukul sang suami. Tapi Adam malah menunjukkan senyum jahanamnya. Dengan satu kedipan, dia seolah memerintahkan Fara untuk duduk kembali.

“Peraturannya adalah satu suapan satu ciuman.”

“Nggak usah ngada-ada,” kata Fara tidak setuju.

“Gue nggak mau tahu. Itu yang gue mau sekarang.”

Adam kembali tersenyum penuh kemenangan.

Kini satu kali suapan oat meal artinya satu ciuman di pipi seperti yang pernah mereka lakukan sebelumnya saat berada di villa.

Fara terdiam menahan dongkol. Ingin sekali dia melawan, tapi saat ini bukan saat yang tepat.

“Umm … sekarang lo yang cium gue,” ucap Adam tanpa berdosa.

Fara melotot tanda tidak setuju dengan ide konyol itu.

“Kenapa? Lo bisa tutup mata kalau nggak mau lihat muka gue.”

Setelah satu suapan dan Fara memejamkan matanya untuk mencium pipi Adam, pria itu malah menyambut gerakan Fara dan mendaratkan ciuan ke bibir istrinya. Sontak Fara membuka mata dan sekali lagi akan memukul suaminya.

“Mau mukul gue? Suapin gue dan cium pipi atau kita akan bermain di kamar lebih dari ini?” kata Adam dengan wajah menyebalaknnya.

Fara terlihat sangat kesal tapi tidak bisa melawan dengan segala keterbatasan.

Mmuuachh … satu suapan kembali mendapat satu kecupan di pipi. Adam benar-benar menang banyak pagi ini.

Dia menunjukkan siapa yang berkuasa sekarang. Bahkan Fara tidak akan lagi pergi darinya.