aandzee.id – Bos Galak Nyebelin Bab 60 : Rebutan

*tang-ting-tung-ting-tang-ting-tung ….

<script data-ad-client="ca-pub-1465180678589020" async src="https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js"></script>

“Siapa?” tanya Adam dengan tatapan curiga.

“Nggak tahu,” jawab Fara sambil meraih ponselnya yang berada di atas meja.

*tang-ting-tang-ting-tang-ting-tung ….

Fara membawa ponselnya ke luar balkoni dan meninggalkan Adam yang masih menikmati sarapan paginya.

“Halo, iya, Oma.”

“Sayang, datang kesini ya. Sama Adam juga.”

“Emm, Fara mau ke rumah Oma Stefanie.”

“Mana ada kamu ke rumah Jeng Fanie dulu? Pokoknya kalian ke rumah oma hari ini,” ucap Oma Rossa memaksa.

Adam memperhatikan istrinya dengan aneh. Kenapa Fara harus bicara sangat pelan dan sampai keluar segala?
Pikirannya mulai tak tentu arah. Adam malah curiga kalau yang sedang menelpon istrinya adalah Josh, musuhnya.

Sebenarnya pria itu ingin sekali menghampiri Fara, tapi akan tidak sopan kalau dia benar-benar melakukannya, apalagi Adam tidak ingin terlihat sebagai suami yang terlalu posesif terhadap istri. Meski sebenarnya itu adalah kenyataannya.

“Siapa, Dear?” tanya Adam tepat saat Fara kembali dari balkoni.

“Oma Rossa.”

“Ada apa?”

“Oma Rossa minta kita buat ke rumahnya.”

“Bukannya kita mau ke rumah Oma Stefanie dulu?”

“Kata Oma Rossa kesana dulu.”

*tang-ting-tang-ting-tang-ting-tung ….

Ponsel Adam kembali berbunyi. Meski sebal, tapi akan sangat berdosa jika tidak dia hiraukan panggilan itu.

“Iya, Oma.”

“Siapa yang suruh kalian ke rumah Jeng Rossa dulu?”

“Maksud Oma?”

“Denger ya, anak nakal, oma udah masak makanan kesukaan kamu. Jadi kesini dulu atau kalian akan menyesal!”

“Oma … Oma jangan gitu donk. Oma Rossa kan Omanya Adam juga sekarang.”

“Nggak bisa gitu ya. Hari ini kalian kesini. Titik.”

Adam dan Fara tertawa bersama menyadari bagaimana kedua oma mereka memperebutkan tentang siapa dulu yang harus dikunjungi.
Karena Oma Stefanie yang pertama menghubungi mereka, artinya kunjungan pertama tentu saja dimenangkan oleh Oma dari Adam dan Rion.

Tapi karena Oma Rossa tidak terima dan harus dikunjungi dahulu, membuat Adam dan Fara sangat bingung untuk memutuskan.
Bahkan sampai menjelang sore, kedua oma mereka masih rebutan untuk didatangi yang pertama oleh cucunya.
Setelah bersiap-siap dan memutuskan untuk mengunjungi Oma Stefanie terlebih dulu karena jaraknya yang lebih dekat, mereka berdua meninggalkan unit apartemen, menekan tombol lift dan akan menuju parkiran.

Ternyata Adam masih menyimpan dendam pada Fara saat dia dipermalukan di rumah omanya dengan mengatakan miliknya seperti cabai rawit.
Adik Rion itu tertawa tertahan saat mengingat cabai rawitnya ternyata sangat pedas dan bahkan sampai pernah membuat Fara kesulitan untuk berjalan.

Sesampainya di lobby, mereka berdua malah dikagetkan dengan senyuman manis dari dua perempuan yang sedang duduk di ruang tunggu.
Keduanya tidak terlihat akur.

Ya, Oma Rossa dan Oma Stefanie sudah ada di lobby apartemen Adam. Ternyata mereka sengaja menghampiri cucu mereka karena takut kalah saing dari satu sama lain sehingga ingin menang sendiri dengan mendatangi tempat tinggal Adam dan Fara secara bersamaan.

Rencana awal yang seharusnya mereka berdua akan mengunjungi Oma Stefanie akhirnya gagal total.
Semuanya kembali naik ke lantai 37.

Dalam hatinya, Fara cukup khawatir karena rumah mereka masih sangat berantakan. Sepanjang hari tadi, mereka berdua bermanja mesra di sofa dan tidak melakukan pekerjaan lainnya.
Lift yang berjalan ke atas terasa terlalu cepat. Sementara itu, Adam berdiri di sampingnya dan tersenyum menyebalkan karena memahami apa yang Fara saat ini pikirkan.

Oma Rossa dan Oma Stefanie saling berebut saat menghidangkan masakan yang mereka berdua bawa.
Bahkan secara terang-terangan, nenek Adam itu langsung bertanya pada cucu mantunya apakah dia sudah telat datang bulan.
Tidak kalah dari Oma Stefanie, Oma Rossa terus menanyai Adam tentang apakah mereka sudah benar-benar melewati malam pertama bersama.

Pipi Fara memerah seperti udang rebus, berbeda dengan Adam yang terlihat sangat bisa menguasai suasana dan meminta dua wanita itu untuk menyerahkan semuanya pada Adam yang tampan.
Hal itu tentu saja membuat para Oma merasa lega.

Mata Fara tiba-tiba membulat dan sangat panik saat menyadari jika bra-nya terlempar di bawah meja ruang tamu dan belum sempat dia bereskan tadi. Dalam hatinya dia terus berdoa supaya kedua omanya tidak ada yang melihatnya.

“Jangan lama-lama ya kasih cicit buat kami. Iya ‘kan, Jeng Rossa?” ucap Oma Stefanie tiba-tiba.

Ini aneh, padahal sejak masih di lobby, mereka berdua tidak ada akurnya.
Sepertinya ia melihat sesuatu di bawah meja tadi.

“Betul banget, Jeng Fanie. Kayaknya kita juga mesti pulang kan ya karena udah malam. Kita salah nih ganggu bulan madu cucu kita loh, Jeng,” timpal Oma Rossa diiringi senyum khasnya.

Seperti mendapatkan sebuah kode, Oma Stefanie mengerti maksud dari sahabatnya dan pamit pulang.
Bahkan mereka berdua tidak mau diantar oleh Adam karena ada supir yang akan datang menjemput.
Adam dan Fara mengantar kedua Omanya sampai lobby.
Keduanya juga akan pulang bersama karena supir Oma Stefanie berhalangan untuk tiba.

Saat kembali ke unit tempat tinggal mereka, Fara buru-buru mengambil barang miliknya yang berada di bawah meja.
Dia menyalahkan ulah Adam yang melemparkannya di sembarang tempat.
Pria itu hanya tersenyum simpul melihat istrinya yang masih sangat polos.

Adam melihat Fara semakin menggemaskan saat istrinya sedang mengomel.
Hal itu membuatnya tidak sabar untuk mengajak Fara ke kamar.

“Kita harus berbakti sama Oma dengan ngasih cicit buat mereka. Makanya ayok ….” Adam menggoda istrinya dengan mengedipkan sebelah matanya.

Tapi Fara yang cuek dan polos tidak begitu menghiraukan suaminya.
Karena gemas, Adam menarik tangan istrinya, menutup pintu kamar dan menguncinya.

Fara menyingkirkan tangan Adam yang memeluknya dengan pelan. Suaminya masih pulas terlelap. Sebelum Adam terbangun, dia akan menyiapkan secangkir kopi pagi untuk sang suami.
Selama long weekend ini, mereka berdua memang menghabiskan waktu hanya di rumah saja.

*ting ….
*ting ….

Beberapa pesan sudah masuk ke ponsel Fara. Saat membukanya, istri Adam itu sangat terkejut dengan isinya.
Sebelum kopi untuk suaminya tersaji, Fara sudah buru-buru berganti baju dan meninggalkan Adam yang masih terlelap.

“Pak, tolong cepat ya,” ucap Fara pada supir taksi yang membawanya ke kantor polisi.