aandzee.id – Bos Galak Nyebelin Bab 61 : Jebakan

“Apa yang terjadi, Ma?” tanya Fara panik saat sudah berada di kantor polisi.

<script data-ad-client="ca-pub-1465180678589020" async src="https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js"></script>

Larasati yang bersama dengan Tante Merry menjelaskan pada putrinya jika Adam menjebloskan Josh ke penjara dengan tuduhan pencucian uang perusahaan.

Semua bukti mengarah pada Josh dan hanya Adam yang bisa membebaskan laki-laki itu jika dia bersedia mencabut laporan.

Fara tahu jika suaminya pasti sengaja melakukan ini semua karena dendam pada Josh.

“Adam sengaja menjebakku, Fara.”

“Aku tahu. Maaf ya, Josh, kamu jadi berada di situasi sulit gini.”

Di apartment, Adam mencari-cari istrinya.
Dia melihat cangkir kopi yang masih kosong. Pria itu langsung curiga jika Fara buru-buru pergi tadi.

Saat meraih ponsel, Adam mendapat pesan dari orangnya jika Fara saat ini sedang berada di kantor polisi.

Dengan kesal, Adam langsung mengambil kunci mobil dan menyusul istrinya kesana.

Melihat Adam dengan santainya berbicara dengan petugas polisi, membuat Fara geram.
Dia menghampiri suaminya hendak meminta untuk segera membebaskan Josh.

Mengetahui itu, Adam malah terlihat marah.
Dia menarik tangan istrinya dan membawa Fara keluar dari ruangan.

Mama Larasati dan Neni ingin mengejar tapi di cegah oleh Andrew.
Saat ini Adam yang berkuasa atas banyak hal. Jika sesuatu terjadi, semuanya akan kacau.

“Lepasin! Kamu nggak bisa seenaknya berbuat sesuka hati kayak gini!” Fara terus mencoba melepaskan diri.

“Pertama, lo udah berdosa karena ninggalin rumah tanpa pamit. Lo juga kesini buat apa? Itu semakin membuat gue curiga kalau kalian berdua ada apa-apa. Jangan lupa kalau gue adalah suami sah lo.”

“Kamu pikir aku mau tinggal bersama orang yang nggak punya hati kayak kamu? Lepasin aku!”

Tidak menghiraukan istrinya, Adam memaksa Fara untuk masuk ke dalam mobil dan pulang.

Di lobby apartment, ada dua wanita yang telah menunggu mereka. Sherly berdalih mengantar Anita untuk membawakan kado pernikahan Adam dan Fara. Dia menyesal tidak bisa datang ke acara pernikahan waktu itu karena sedang tidak berada di Indonesia.

Seakan sengaja membuat istrinya cemburu, Adam bersikap manis pada Anita dan mempersilahkan dua wanita itu ke unitnya.

Meski masih dalam suasana penuh amarah, Fara berpura-pura biasa dan tidak terjadi apa-apa karena sedang ada Anita dan ibu mertuanya.

Tapi tentu saja Sherly dapat mencium gelagat aneh dari menantunya. Hal ini seperti sebuah kesempatan untuknya memisahkan mereka berdua dan menyatukan Adam dengan Anita.

Kecurigaan Sherly semakin kuat saat melihat Fara masuk ke dalam kamar kedua sementara Adam berada di kamar utama.

Kedatangan Sherly kali ini juga berniat mengundang anak tiri dan menantunya untuk makan malam di rumah. Apalagi sejak menikah, Adam sudah jarang sekali pulang. Hal itu membuat papanya rindu.

Adam mengiyakan permintaan itu meski Fara terlihat tidak suka.
Terlebih kini Anita tinggal di rumah keluarga Adam dengan alasan yang tidak masuk di akal.

Bekerja sama dengan Andrew, Rion menyusun rencana untuk mengembalikan saham Richard Grup ke angka semula meski mungkin ini akan mempengaruhi Golden Corp.

Om Suryo sebagai dalang dari semua kekacauan ini harus bertanggung jawab atas ulahnya. Tapi di sisi lain, ada Adam yang mungkin akan berada dalam bahaya karena selama ini Om Suryo sengaja menggunakan Adam sebagai alat untuk meraih semua ambisinya.

“Kamu keterlaluan. Apa salah anak nakal itu, Suryo!? Dia juga keponakanmu sendiri!”

“Kakak nggak usah sok jadi pahlawan sekarang. Bahkan seorang Ayah yang seharusnya melindungi, tidak bisa menyelamatkan anaknya sendiri. Dasar egois,” cibir Suryo dengan senyuman yang mengejek.

Alfred tahu ini semua kesalahannya.
Kesalahan fatal yang tidak pernah dia duga.
Menyia-nyiakan anaknya sendiri karena keegoisan masa lalu hingga adiknya sendiri memanfaatkan kesempatan dengan menggunakan Adam bahkan untuk menghancurkan dirinya.

Ya, Alfred memang egois. Sejak awal dia sudah mengetahui jika adiknya mencintai Anggun, tapi karena keegoisannya sendiri, dia tetap melanjutkan pernikahan yang malah membuat adiknya hancur.

Selama ini Adam juga telah diperlakukan secara tidak adil sehingga Suryo memanfaatkan semuanya. Saat ini dia baru menyadari jika musuh utama sebenarnya sangat dekat, yaitu adiknya sendiri.
Kesehatannya juga semakin hari terus memburuk bercampur perasaan bersalah dan menyesal. Namun, dia terlalu gengsi untuk meminta maaf pada anaknya sendiri.

Kesalahan terbesarnya adalah masuk perangkap Sherly sehingga semuanya menjadi kacau. Bahkan Grace juga membencinya karena membuat Anggun pergi. Alih-alih menyalahkan Adam, sebenarnya semua kesalahan bersumber dari dirinya sendiri.


“Lo yakin akan lakuin ini?” tanya Andrew dari sambungan telepon dengan Rion.

“Gue nggak bisa tinggal diam meski itu menyangkut keluarga besar. Apalagi nyawa anak nakal itu sebagai taruhan.”

“Jangan gila, Rion. Bahkan adik lo nggak pernah tahu seberapa besar pengorbanan lo buat dia.”

“Kalau nggak ada anak nakal itu, mungkin gue udah mati. Jadi udah tugas gue buat melindunginya sekarang.”

“Ini akan terlalu beresiko.”

“Gue udah memutuskan untuk tetap lanjut,” ucap Rion mantab.

Andrew dan Rion sudah mengumpulkan semua bukti kecurangan yang Om Suryo lakukan. Mereka akan segera mengungkap semuanya meski akan ada pihak yang terluka.

Sherly dan Anita baru saja meninggalkan unit apartment mereka. Setelah membereskan gelas, Fara melangkah menuju kamar kedua.

“Okay, gue akan mencabut laporan itu asal lo nggak pernah ketemu sama dia lagi.”

“Aku nggak ada apa-apa sama Josh. Kamu harus tahu itu.”

“Gue nggak percaya.”

“Kenapa sih kamu selalu egois dan merasa paling benar? Aku udah nurutin apa mau kamu. Tinggal disini padahal aku nggak mau, tapi apa? Kamu selalu aja maksa semua harus nurutin apa yang kamu mau sejak dulu. Kenapa?”

“Lo itu tanggung jawab gue sekarang. Berhenti berbuat sesuatu yang nggak gue suka.” Adam meninggalkan Fara yang masih berdiri dan menuju kamarnya. Terlihat gurat kecewa di wajah pria itu. Sepertinya dia lelah dengan sikap istrinya.

Fara mencuci wajahnya dan nasehat Ibu Lisa terus terngiang dalam pikirannya kini.
Bahwa sekarang Adam sangat berhak atas dirinya. Akan sangat berdosa jika seorang istri membuat sang suami marah.

Pintu kamar utama masih terbuka. Adam sudah berganti pakaian santai dan tengah duduk di atas ranjang. Dia terlihat sibuk dengan iPad yang ada di tangannya.

Sebenarnya Fara malu untuk melakukan ini, tapi dia juga tidak ingin menjadi istri yang durhaka pada suami.

“Dear, aku minta maaf. Aku nggak akan tidur sampai kamu maafin aku,” ucap Fara sambil meletakkan tangannya di tangan Adam yang tentu saja membuat pria itu tersenyum lebar.

Adam menyingkirkan gadget dari tangannya, mendekati Fara dan memeluk istrinya erat.

[Jangan macam-macam, Rion. Atau anak nakal itu akan binasa]

[Om, tolong lepasin Adam. Dia berhak bahagia]

[Jangan coba-coba menjadi pahlawan kesiangan. Cepat kembali dan bersikap seperti biasa. Atau kamu ingin melihat papamu pergi terlebih dulu?]