aandzee.id – Bos Galak Nyebelin Bab 65 : Firasat

“Vangke. Iri gue lihat lho sama Pak Adam tiap hari,” ucap Nessy sambil memanyunkan bibirnya.

<script data-ad-client="ca-pub-1465180678589020" async src="https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js"></script>

“Dulu aja lho yang jadi kang bully karena Fara kita ratu jomblo sejagad raya.” Rima bersuara menyindir sahabatnya.

“Enak aja ngatain gue ratu jomblo!” Fara protes dan hampir mencubit pipi chubby Rima yang duduk tepat di sebelahnya.

“Ngomong-ngomong, ngapain lo duduk disini? Biasanya juga berduaan di dalam sana. Entah kalian kerja atau ngapain aja.”

“Iri bilang, sahabat ….”

Suasana pagi di Golden Corp memang selalu seramai ini apalagi dengan formasi lengkap Fara, Nessy, Adel dan juga Rima.
Mereka sudah sangat akrab dan begitu dekat layaknya saudara karena kebersamaan yang telah terjalin lama.

“Gaes, pernah denger nggak cerita kalau suami istri, terus salah satunya meninggal duluan, mostly tuh pihak perempuan jarang yang cepet-cepet nikah lagi. Beda kalau cowok. Mereka akan cepet nyari pengganti, because banyak pria kan posisinya kerja atau cari nafkah, dan lebih sering dilayani gitu lho.”

“Nggak juga lah, Fa. Kan tiap orang beda-beda. Ngapa lo tiba-tiba ngomong gitu?”

“Ya kalau umur gue nggak panjang, gue nggak apa-apa sih kalau si bogabel ntar nikah lagi.”

“Nggak usah ngaco deh,” kata Adel sambil mencubit hidung sahabatnya.

“Lo pasti belom sarapan makanya ngomong nggak jelas.”

“Udah tadi di rumah. Suami yang bikin sarapan. Wkwkwk.”

“Kalau yang gue lihat, karena Pak Adam bisa survive sendiri, dalam artian bisa masak dan banyak lagi, kayaknya tipe seperti dia nggak akan secepat itu lupain lo dan nikah lagi.”

“Ngomong apa sih lo, Nessy. Nggak usah ikut-ikutan gaje kayak Fara deh.” Adel menunjukkan raut wajah tidak suka saat teman-temannya membahas hal yang belum tentu terjadi.

Meskipun sudah berusaha sekuat tenaga dengan semua kemampuan yang mereka miliki, tapi Rion dan Andrew belum bisa setidaknya mengembalikan apa yang menjadi milik Richard Grup.
Semuanya ada pada kendali Om Suryo melalui Adam. Di sisi lain, Josh sangat membenci musuh bebuyutannya dan akan membalaskan apa yang selama ini dia rasa.

Diam-diam Fara masih menyelidiki tentang aset dan saham milik perusahaan ayahnya yang berada pada kekuasaan Adam.
Jika Adam menggunakan itu sebagai alat untuk mempertahankan Fara, sebaliknya anak Larasati itu ingin menolong keluarganya sendiri.
Sebenarnya Fara tidak terlalu peduli dengan harta karena selama ini dia hidup dalam kehidupan yang biasa saja sebelum akhirnya terungkap siapa dia sebenarnya.

Namun, sebagai bagian dari keluarga Richard, Fara merasa dia juga harus menyelamatkan apa yang menjadi hak milik keluarga apalagi menyangkut orang banyak.

“Cari apa, Sayang?” tanya Adam tiba-tiba.

“Ah, nggak. Tadi aku lupa naruh berkas buat meeting dimana.”

“Bukannya udah lo kirim ke email gue ya?”

“Ah ya, aku lupa.”

Fara menyunggingkan senyum yang tidak biasa dan membuat Adam sedikit curiga.
Walau bagaimanapun, Om Suryo tidak mungkin membuatnya celaka. Jadi Adam selalu percaya pada pamannya itu untuk selalu berhati-hati bahkan pada istrinya sendiri. Meski sebenarnya di lubuk hati terdalamnya, Adam sangat percaya pada Fara melebihi siapapun.

Alfred sudah tahu tentang semua rencana Suryo yang akan menghancurkan siapa saja termasuk dirinya. Tapi dengan kondisi kesehatannya yang semakin menurun, membuatnya tidak bisa berbuat banyak.

Dia juga tidak mungkin melibatkan Rion dalam masalah berbahaya ini karena tahu adiknya tidak segan untuk menghabisi musuh-musuhnya termasuk keluarga sendiri. Bahkan kematian ayah mereka, Alfred mencurigai ada sangkut pautnya dengan kembaran Grace.

[Gue udah tahu dimana berkas-berkas itu. Kalau Fara bisa ambil dan bawa ke kita, gue pikir Richard Grup akan kembali aman]

[Tapi apakah anak nakal itu nggak akan curiga sama Fara?]

[Seharusnya ini akan berjalan mulus kalau saja Adam nggak berada dibawah kendali Om gue]

[Tapi, Rion, lo pikir ini bukan langkah yang membahayakan buat kita juga?]

[Entahlah, Ndrew, gue juga udah pusing sama masalah ini. Tapi gue percaya Fara bisa handle semuanya]

Dari informasi yang Rion ketahui, saat ini Fara perlu menemukan berkas-berkas yang berkaitan dengan perusahaan ayahnya.
Jika dia bisa mendapatkan semuanya, maka Richard Grup akan aman dan jika Fara ingin lepas dari Adam, Rion maupun Andrew akan mencoba membantunya.


Anita mendapat kabar jika Ferry ditemukan tewas di luar negeri. Hal ini membuatnya panik dan ketakutan. Wanita itu khawatir jika target selanjutnya adalah dirinya karena menyimpan sebuah rahasia. Rahasia yang bahkan ibu kandungnya sama sekali tidak mengetahuinya.

“Ma, Anita mohon cepetan habisi Om Alfred dan kita kabur dari sini. Tempat ini udah nggak aman, Ma. Ferry aja udah dihabisi sama Mr. X. Anita takut, Ma.”

“Kamu jangan parno gitu donk. Mr. X itu ada di pihak kita. Jadi semuanya akan aman-aman aja.”

Anita tidak lagi percaya pada ibunya sendiri karena sudah mulai mendapat teror dan ancaman dari seseorang yang mereka sebut sebagai Mr. X.

“Makasih banget yah, Kak, udah bantuin kami. Oh ya, apapun yang terjadi, Fara akan tetap sama-sama Adam.”

“Lo serius cinta sama anak nakal itu?” ledek Andrew sambil tertawa.

“Kak Andrew apaan deh ….” Fara tersipu malu, pipinya memerah karena Andrew adalah orang yang paling tahu bagaimana marahnya Fara saat malam pernikahannya yang sempat berantakan beberapa waktu lalu.

“Okay, Fay, thanks ya udah nerima si bodoh itu jadi suami kamu.”

“Hihihi … Kak Rion ada-ada aja.”

*uhukk … uhukk ….

“Rion, lo nggak apa-apa?” tanya Andrew khawatir.

“Kak Rion sakit?” Fara juga tidak kalah khawatirnya.

“Nggak apa-apa, Fay, Ndrew. Ini udah lama kali. I’m fine.”

“Tapi Kakak pucat gitu, kita ke Rumah Sakit ya?”

“Kaga usah, Fay, ntar juga baikan kalau udah minum obat.”

Rion memang punya sedikit masalah dengan kesehatannya. Tapi selama ini dia menyembunyikan semuanya agar tidak ada yang menyadari dan malah khawatir padanya. Sejak kecil dia sudah menjadi primadona keluarga dan tak ingin menjadi beban ketika ia telah dewasa.

Pertemuan mereka bertiga saat makan siang kali ini adalah karena Fara telah berhasil menemukan berkas yang mereka cari.
Adam sedang menghadiri sebuah rapat di tempat lain dan tidak mengetahui apa yang Fara lakukan di belakangnya.

Ternyata Adam tidak pernah melakukan apa yang mereka khawatirkan. Saham Richard Grup masih tetap seperti semula.
Apa yang bergulir selama ini hanyalah ancaman semata dan Adam belum melakukan perintah dari omnya.

Namun, jika sampai Om Suryo tahu keponakannya belum melaksanakan apa yang dia minta, Rion maupun Andrew khawatir adik dari Alfred itu malah akan membuat Adam celaka. Oleh sebab itu, mereka bertiga bertemu secara diam-diam agar tidak membuat orang lain curiga.

[Dua hari lagi aku ulang tahun. Awas kalau lupa]

*ting … satu pesan masuk dari istrinya membuat Adam tak bisa menahan tawa.

Bagaimana bisa Fara semenggemaskan ini?
Tentu saja Adam tidak akan lupa.
Apalagi saat ulang tahunnya sendiri, Fara adalah satu-satunya orang yang membuatnya bersyukur pernah dilahirkan ke dunia.
Setelah rapat tadi, Adam baru saja menyelesaikan pembayaran untuk staycation berdua dengan Fara di sebuah villa.

“Halo ….”

“Lo dimana? Masih di kantor?”

“Aku pulang dulu tadi.”

“Sama siapa? Kok nggak nungguin gue?

“Helow, kamu lama banget mana nggak ngabarin jam berapa pulangnya.”

“Iya iya, gue minta maaf.”

“Nggak dimaafin. Aku lagi ngambek.”

“Jiaahhh, ada gitu lagi ngambek terus ngaku?”

“Emang nggak ada?” tanya Fara bingung.

Di seberang sana, Adam tertawa terpingkal sambil menjauhkan ponsel dari wajahnya agar Fara tidak menyadari jika sang suami sedang menertawakan kepolosan dirinya.

“Sayang, lo udah makan belom?”

“Belom yang ke empat kali, wkwkwk.”

“Ok, gue beli sesuatu ya.”

Adam pulang dengan membawa satu box martabak manis kesukaan Fara.
Tapi karena satu dua potong saja sudah bisa membuatnya sangat kenyang, Fara telah lebih dulu memisahkan sebagian dari martabak itu di sebuah kontainer plastik dan membeikannya pada petugas satpam yang bertugas di lobby apartemen tempat tinggal mereka.

“Besok nggak usah masuk kantor. Gue udah pesen villa buat staycation kita.”

“Pfftt … dalam rangka apa?”

“Ya ampun cinta, nggak perlu ada acara tertentu kan kalau gue mau berduaan sama lo?”

Benar saja, keesokan harinya Adan dan Fara sibuk mengemasi barang yang akan mereka bawa.
Selama tiga hari, mereka berdua akan menginap di villa yang telah Adam pesan sebelumnya.

[Moga sukses bikin babynya]
[Jangan lupa live stream ya]
[Musim hujan gini enak banget yang staycation di villa]

*ting, ting, ting ….

Handphone Fara tidak berhenti berbunyi dari notifikasi pesan yang masuk di grub chatnya dengan Adel, Nessy dan Rima.
Ternyata Adam sudah mengabari teman-teman Fara jika dia dan istrinya tidak akan masuk kerja selama tuga hari kedepan.

*bhhummmpphhh ….

Fara sengaja melempar bantal ke arah suaminya yang sedang mengemasi baju ke dalam koper sebagai ungkapan protes karena membuatnya di bully di dalam grub chat.

“Ouucchh … sakit, Kara … lo ya sukanya kekerasan.”

Adam menghampiri istrinya dan bersiap membalas dendam.
Tapi tentu saja Fara sudah siap dengan jurus andalannya.
Menghindar dari bogabel agar tidak diterkam seperti biasanya.


“Anak itu benar-benar pembangkang. Beraninya dia tidak menuruti perintahku. Habisi saja dia.”

“Bagaimana dengan Kakaknya?”

“Dia sudah sekarat sejak lama. Tugasmu adalah menyingkirkan anak nakal itu segera.”

“Beres, Om.”