Bu Tejo dan Film Tilik yang Viral

Bu Tejo dan Film Tilik yang Viral

Gibahin orang mau, digibahin ogah.

Gibah nomor satu, bener atau nggak itu belakangan.

Gampang percaya hoaks.

Egois tingkat dewa.

Kata era.id sih itu cerminan para netizen di Bu Tejo.

Sudah tahu ‘kan, siapa Bu Tejo?

Kalau belum, silakan nonton film pendek berjudul “Tilik” dari Ravacana film yang bekerjasama dengan Dinas Kebudayaan DIY dulu ya.

Film pendek ini menceritakan tentang para Ibu-ibu yang berada di sebuah truk besar dalam perjalanan mereka untuk ’tilik’ (menjenguk) Bu Lurah di Rumah Sakit yang terletak di kota.

Selama perjalanan itu, Bu Tejo terus membicarakan tokoh Dian. Dia adalah seorang perumpuan yang masih lajang dan diketahui sedang dekat dengan Fikri, putra dari Bu Lurah.
Perjalanan mereka menuju Rumah Sakit ini menjadi petualangan penuh gosip dan kisah yang sangat mendekati realita dengan kehidupan bertetangga.
Khususnya di pedesaan.

Meskipun Bu Tejo ini adalah biang gibah, namun sepanjang film, karakter ini juga menjadi seseorang yang memberikan solusi hingga film berakhir.

Bahkan quote “Mbok dadi wong seng solutip”, banyak dijadikan meme.

Sosok Bu Tejo mencerminkan banyak orang yang kerap menggibah orang lain, tapi saat pihaknya diomongin, tidak mau. Tidak terima.

Ada juga tokoh Yu Ning yang masih kerabat jauh Dian dan tidak terima dengan gunjingan yang memojokkan saudaranya, bahkan Yu Ning terkesan membela Dian.

Tokoh Bu Tri dan Yu Sam juga tidak kalah mengerikannya dari Bu Tejo karena menjadi kompor dalam pergibahan mereka.

Di unggah pada 17 Agustus kemarin, film pendek ini telah ditonton sekitar 2.4 juta orang dengan jumlah komentar 19K dan 169K like.

Film yang membuat Bu Tejo terkenal ini juga telah memenangkan beberapa penghargaan, diantaranya,

• Winner Piala Maya 2018 sebagai Film Pendek Terpilih
• Official Selection Jogja-Netpac Asian Film Festival 2018
• Official Selection World Cinema Amsterdam 2019

Banyak pelajaran yang dapat kita ambil dari Bu Tejo dan Film Tilik yang Viral ini meski hanya dengan berdurasi 32 menit 34 detik ini.

Salah satunya adalah jangan mudah termakan hoaks dan menelan mentah-mentah informasi yang ada di Facebook maupun internet.

Niat baik belum tentu berakhir baik. Wajah polos, lugu dan innocent juga bisa menipu.
Oh ya, seseorang yang kita bela mati-matian belum tentu benar hanya karena mereka masih saudara atau orang terdekat kita.

Dari judulnya, budaya ’tilik’ atau menjenguk orang yang sakit beramai-ramai memang menjadi ciri khas para Ibu-ibu khususnya di pedesaan. Mereka akan berjuang bagaimanapun caranya untuk sekedar menjenguk tetangga yang sakit.

Jangan lupa, endingnya juga epic banget dan tidak terduga.
Silakan nonton sendiri ya, aku tidak mau spoiler terlalu banyak.

Lihat dari sisi positifnya dan ambil pelajaran dari setiap scene yang ditampilkan dari film ini.

Ayo dukung film Indonesia!

Originally posted 2020-08-31 16:10:49.