NGGAK PUNYA UANG 2″Paket … paket … permisi!”Meskipun pintu rumah bercat cokelat itu terbuka, tapi tidak ada jawaban dari penghuninya.”Maaf, Bu, atas nama Bu Retno yang rumahnya pintu warna cokelat itu kemana ya? Dari tadi saya panggil nggak ada jawaban.””Nggak tahu ya, Mas. Biasanya di rumah apalagi pintunya dibuka.””Tapi kok dari tadi nggak keluar ya orangnya?””Ada paket ya?””Iya, Bu. Ini paketnya COD. Saya masih banyak barang yang harus diantar. Kalau lama disini, nanti makin lama juga ke tempat lainnya. Boleh nggak, Bu, minta tolong bayarkan dulu? Nanti kalau ketemu Bu Retno, biar bayarnya langsung ke Ibu.””Gimana ya, Mas, saya juga nggak di titipin uang sama Bu Retno.””Saya udah telpon berkali-kali juga nggak ada jawaban, Bu.”*satu jam kemudian.”Bu Hana, Bu ….””Eh, Bu Retno. Ada apa?””Nganu, itu tadi abang kurir nitip paket saya ya?””Emang Bu Retno dari mana? Masnya lama lho nungguin.””Saya sengaja ngumpet di dalam rumah, Bu. Nggak punya uang buat bayar paketan yang datang.”