aandzee.id – Drama E-commerce : NGGAK PUNYA UANG

[Paket … saya udah di depan rumah, Mbak]

<script data-ad-client="ca-pub-1465180678589020" async src="https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js"></script>

[Cancel aja, Mas. Nggak punya uang]

[Lho, Mbak? Udah jauh-jauh dianterin kok malah cancel? Saya muter-muter cari alamat Mbaknya]

[Ya gimana, nggak punya uang]

[Kalau nggak punya uang ya nggak usah order, Mbak]

[Abis pas saya check out kirain bakal ada duit buat bayar. Eh, malah nggak ada. Kalau Mas capek, ya udah beli aja barang itu. Gampang kan?]

Karena kesal merasa dipermainkan, si abang kurir membalas pesan itu dengan beberapa nasehat bijaknya.

[Jangan membeli barang yang kita sendiri nggak punya uang untuk membayar]

[Kalau belum ada uang, di rem dulu belanjanya]

[Kalau nggak punya uang, jangan gatel buka e-commerce]

[Nggak punya uang jangan gaya-gayaan belanja]

END.

Ulah buyer nakal tidak hanya merugikan abang kurir saja, tapi juga penjual.

Kasus cancel orderan dengan alasan tidak punya uang kerap terjadi pada metode pembayaran COD.

Bijaklah dalam berbelanja.

Sebagai penjual dan pembeli dalam dunia online maupun marketplace seperti saat ini, keduanya itu saling membutuhkan. Jika ada istilah pembeli adalah raja, maka aku bilang kalau penjual adalah dewa.

Kedua belah pihak punya peranan masing-masing yang seharusnya saling menguntungkan satu sama lain agar tercipta jual beli yang membuat kedua pihak merasa lega dan tidak ada yang dirugikan.

Dalam tulisan Drama E-commerce : NGGAK PUNYA UANG ini, aku nulis fiksi yang inspired dari kisah nyata.

Kalau kalian baca ini dan relate banget sama pengalaman sebagai penjual atau malah pembeli nakal, maupun orang yang tidak menyangka hal ini terjadi di dunia nyata, ketahuilah bahwa banyak hal terjadi diluar sana yang mungkin nggak pernah kita duga sebelumnya.