aandzee.id – GORENGAN : Cerpen Motivasi Tentang Dahsyatnya Sedekah

Sudah hampir menjelang buka puasa, tapi daganganku belum laku juga.

<script data-ad-client="ca-pub-1465180678589020" async src="https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js"></script>

Ingin nangis rasanya ingat anak-anak di rumah.

Beberapa hari lalu tetanggaku minta resep, aku memberitahu semua bumbu dasarnya.
Ternyata dia juga mulai jualan persis seperti yang kulakukan dan mangkal tidak jauh dari tempatku berjualan.

“Tidak apa-apa, Pak, rejeki sudah ada garisnya. Beda tangan beda pengolahan, rasa tidak akan persis sama. Jangan jadikan penjual lain saingan, tapi jadikan motivasi agar Bapak lebih semangat lagi,” hibur istriku.

Aku turut senang melihat dagangan tetanggaku laris manis meski sudah tiga hari ini, gorengan yang kujajan selalu sisa bahkan hanya terjual beberapa saja.

Sempat berpikir untuk pindah lokasi lapak, tapi aku urungkan.

Aku tersenyum kecut melihat adonan di baskom yang masih terisi penuh.

Jika dagangan hari ini tidak habis lagi, aku akan terus merugi.

Ditengah kegelisahan pada dagangan yang tak kunjung terjual, mataku menangkap seorang wanita berpakaian lusuh menggendong anak balitanya dan dua orang anak lainnya yang membawa karung besar.

Mereka tidak terlalu asing bagiku. Karena hampir setiap hari ibu dan anak-anak itu melewati jalanan ramai ini untuk memunguti botol atau kaleng minuman bekas.

Hatiku makin teriris teringat anak-anak dan istri di rumah.

Tanpa pikir panjang, kuraih kantong plastik dan memasukkan beberapa gorengan ke dalamnya.

Aku berlari mengejar ibu itu dan menyerahkan kantong plastik berisi gorengan tadi.

Kulihat rona bahagia di wajahnya. Kedua anak wanita itu juga berulang kali mengucap kata terima kasih sebelum berlalu pergi.

Entah kenapa hati ini malah semakin terasa pilu. Selama ini aku melihat keberadaan mereka, tapi tidak pernah sekali saja memberi apa yang ku punya. Kini saat daganganku tak laku baru aku ingat untuk berbagi.

Ya Robbi, ampuni hambamu ini.

Saat berbalik dan kembali ke gerobak gorengan milikku, aku dikejutkan dengan pemandangan luar biasa.

Banyak sekali orang berkerumun ingin membeli gorenganku. Segera kulayani mereka satu persatu hingga aku tak menoleh kemana-mana lagi karena saking ramainya pembeli.

Untungnya istriku sudah datang dan membantu menggoreng adonan tadi sementara aku melayani pelanggan.

Dalam waktu singkat, semua gorenganku ludes terjual. Bahkan masih banyak yang antri sampai tidak dapat kulayani lagi karena kehabisan bahan adonan.

Aku meneteskan air mata. Mungkin Tuhan baru saja memberitahu bahwa dengan bersedekah, imbasnya akan dibalas berkali-kali lipat dari sedikit yang aku keluarkan.

Tulisan GORENGAN : Cerpen Motivasi Tentang Dahsyatnya Sedekah ini terinspirasi dari grup Komunitas Gorengan di Facebook yang aku ikuti.