Kamis Wage Ziarah dan Bersih Kuburan

aandzee.id – Kamis Wage Ziarah dan Bersih Kuburan

‘Seandainya mati adalah akhir dari segalanya’.

<script data-ad-client="ca-pub-1465180678589020" async src="https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js"></script>

‘Kuburan adalah salah satu pengingat bahwa kehidupan tidak abadi, semua yang hidup akan mati’.

Di desa ini, setiap hari Kamis Wage setelah subuh, orang-orang mulai berdatangan ke kuburan atau makam desa yang terletak tidak jauh dari masjid dan persawahan.

Kami menyebutnya ‘Bersih‘, dimana orang-orang akan membersihkan area kuburan keluarga mereka yang telah tiada lalu mendo’akan mereka dengan membaca YaaSin dan Tahlil.

Karena makam ini terletak di area persawahan dan terdapat beberapa pohon beringin besar, dedaunan kering yang terbang dan rumput liar sering berada diantara batu nisan yang berjejer rapi.

Pada pagi Kamis Wage inilah orang-orang akan membersihkan kuburan orang tua dan saudara mereka yang telah lebih dulu berpulang pada Sang Pencipta.

Sebenarnya bukan hanya pada hari Kamis Wage saja orang akan berziarah kubur, namun hari ini lebih banyak orang yang ‘bersih’ termasuk mereka yang tinggal di beda desa dan orang tua atau saudara mereka dikubur di ‘sarean’ (makam) ini.

Bukankah kuburan dan batu nisan yang bersih dan terawat seperti pertanda bahwa keluarga yang masih hidup peduli dan sering mengunjungi/ziarah ke makam mereka yang sudah tiada?

Ziarah kubur Kamis Wage Ziarah dan Bersih Kuburan selain untuk membersihkan makam dari dedaunan kering, rumput liar, mendo’akan orang yang telah meninggal, juga sebagai pengingat tentang kematian. Kita hanya menunggu giliran.

Saat mati nanti, kita ingin orang mengingat kita sebagai orang yang bagaimana?
Bermanfaat kah? Merugikan kah? Toxic kah?

Apakah mereka bersedih atas kematian kita atau bersyukur karena kita telah meninggal dunia?