Menolak Bungkam untuk Speak Up

Menolak Bungkam untuk Speak Up


Diambil dari kisah dalam thread Twitter
@jerujiemas & @r_penyintas


<script data-ad-client="ca-pub-1465180678589020" async src="https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js"></script>

Saat ini betapa sosial media mampu menjadi salah satu alat untuk membongkar sesuatu yang mungkin tidak pernah kita duga sebelumnya. Selain itu, dengan semakin mudahnya kita mengakses Internet dan menemukan berbagai informasi disana membuat berita, cerita maupun sesuatu yang sedang ‘trending’ di suatu masa dapat dengan mudah tersebar luas dan diketahui khalayak ramai. Banyak orang yang akhirnya membagikan berita maupun informasi yang mereka dapatkan untuk saudara, teman dan orang disekitarnya supaya mereka juga tahu mengenai informasi terbaru.

Seperti beberapa hari lalu dimana sebuah ‘thread’ (utas) ramai diperbincangkan di Twitter tentang seorang wanita yang berpacaran dengan seorang pria lalu empat kali hamil dan telah menggugurkan calon bayinya sebanyak tiga kali dalam kurun waktu dua tahun. Dengan cepat cerita itu dibagikan oleh puluhan ribu orang yang membacanya.

Menolak Bungkam untuk Speak Up berawal dari kisah R dan NC.

Nama lengkap, identitas serta foto wajah terduga si pria yang berinisial NC, dengan cepat tersebar.
Respon ‘netizen’ pun cukup beragam dan banyak dari mereka yang mengutuk perbuatan si pria dan masih ada juga yang menyudutkan si wanita.

Sebagai seorang wanita, Aku merasa cukup ngilu saat membaca cerita itu karena si wanita yang disebut sebagai ‘R’ telah menjalani banyak hal selama menjalin hubungan dengan kekasihnya.

Bagaimana tidak, seorang wanita yang bahkan belum genap berusia 20 tahun telah empat kali mengandung dan tiga kehamilan sebelumnya digugurkan secara paksa. Kehamilan keempatnya ini pun sebenarnya telah dilakukan percobaan pengguguran dengan minum obat seperti sebelumnya, namun ternyata janin kali ini tetap tumbuh meski R telah menelan 6 pil.
Walaupun telah mencoba untuk ‘mengeluarkan’, namun calon bayi ini bertahan, R akhirnya memutuskan untuk ‘keep the baby’ (tidak menggugurkan kandungannya yang ke 4 ini).

NC sangat marah mengetahui hal itu dan terus memaksa R untuk tetap meminum obatnya. NC berdalih bahwa dirinya belum siap untuk menjadi seorang Papa untuk bayinya. Walaupun R tidak akan meminta pertanggungjawaban NC, tapi NC tidak setuju dan terus meminta R meminum obat itu.

Hubungan sepasang kekasih ini memang telah kelewatan sangat jauh, bahkan sebelumnya telah beredar video tidak pantas mereka dikalangan kampus tempat mereka menimba ilmu dan karena hal itu, R akhirnya ‘drop-out’ (keluar) dari kampusnya sementara NC tetap kuliah seperti biasa.

Dari utas yang dibagikan oleh akun Twitter @jerujiemas, R akhirnya bersedia buka suara dan menceritakan kisahnya. Selama dua tahun ini, dia menjalani hubungan yang tidak sehat dengan pacarnya namun tidak bisa keluar dari jeruji yang memenjaranya selama ini. Setelah kisah R dan NC tersebar luas, akhirnya banyak wanita yang juga mulai berani bicara tentang kisah mereka. Meskipun tidak sama persis, namun kebanyakan kisah wanita lainnya serupa, terjebak dalam hubungan ‘toxic’ (=racun/tidak sehat) namun tidak dapat keluar dari sana.

Tujuan R membagikan kisahnya adalah agar tidak terulang lagi kejadian yang dia alami serta tidak ada lagi R-R lain diluar sana yang seperti dirinya. Keberanian R menceritakan ini juga karena Mamanya NC.
Tidak tahan lagi dengan paksaan NC yang terus memintanya untuk minum obat, R akhirnya berani mengadu kepada Mama dari NC tentang hal ini.

Namun sialnya, Mamanya NC tidak jauh berbeda dengan putranya. R dibawa ke sebuah klinik untuk melakukan aborsi. Sadar akan hal itu, R akhirnya menangis di depan Dokter dan mengatakan bahwa perempuan yang bersamanya bukanlah Mamanya dan R akan tetap mempertahankan kehamilannya. Untungnya sang Dokter baik, jadi proses itu tidak dilaksanakan.

Masih di klinik saat R menolak untuk mengeluarkan janinnya, Mamanya NC memeluk R dan mengatakan kalau NC dan R masih muda, mereka belum siap untuk punya anak, selain itu juga khawatir bayi akan lahir cacat atau tidak normal karena sebelumnya R telah meminum pil dan mengalami pendarahan hebat.

Tidak hanya mengalami pendarahan hebat, setelah meminum pil, R juga merasakan pusing serta sakit perut.
Ternyata si bayi dalam kandungan R masih berkembang dan R ingin mempertahankannya yang membuat NC semakin murka.
Tidak cukup dengan semua pendarahan dan sakit yang R rasakan, NC masih saja memaksa R untuk meminum obat itu lagi yang membuat R muntah darah!

Kata Dokter, jika R tetap meminum obat itu maka akan sangat bahaya dan R bisa meninggal.
Takut mati karena hal itu, akhirnya R mencari pertolongan dan “Menolak Bungkam”.

Perlakuan Mamanya NC juga lah yang membuat R takut dan trauma sehingga dia memutuskan untuk bercerita dan membagikan kisahnya agar tidak ada lagi kejadian seperti yang dia alami.
Walaupun NC melarang R untuk tidak memberitahu masalah mereka kepada keluarga ke dua belah pihak, saat ini R “Menolak Dibungkam”.

NC ketakutan jika R sampai mengadu pada orangtua mereka yang membuat NC tidak dipercaya oleh orangtuanya dan setiap kali keluar rumah, orangtua NC selalu melakukan ‘video call’.

NC merasa tidak nyaman dengan hal ini, katanya, saat sedang pacaran, masalah mereka harus dihadapi sendiri tanpa melibatkan orangtua maupun keluarga, jika tidak ada jalan lain atau solusi, sebaiknya mereka ‘breakup’ (putus/pisah) tapi R harus bersedia juga menggugurkan kandungannya.

NC selalu marah pada R, menyalahkan R bahwa jika R tidak mau meminum pil itu lagi dan tetap mempertahankan bayi mereka, itu sama saja R ingin menghancurkan hidup NC padahal hidup R sudah lebih hancur.
Sudah ‘DO’ (dropout) dari kampus, hamil, hubungan dengan keluarga rusak, lalu mau ditinggalin oleh NC.

R mengaku mencintai NC meski sadar bahwa dirinya telah dimanfaatkan oleh pacarnya selama ini, namun setiap kali dia ingin mencoba pergi, pada akhirnya dia tetap kembali.

Pada awal perkenalan mereka, NC sering bercerita tentang kehidupannya dan masalah yang sedang dihadapi. R merasa bahwa NC mempercayainya karena dengan terbuka dan menceritakan padanya tentang apa saja yang umumnya orang tidak akan bercerita jika bukan kepada seseorang yang telah ia percaya.

NC banyak bercerita tentang mantannya dan kehidupannya yang dapat dipahami oleh R karena dirinya juga pernah berada diposisi seperti yang sedang NC lalui.

Saat R pernah sedang berada di fase atau situasi seperti NC, dia tidak punya siapa-siapa atau seseorang yang mungkin dapat diajak bicara dan mengerti keadaannya sehingga saat R bertemu dengan NC dan berbagai masalah yang dihadapi, akhirnya R merasa iba dan berniat membantu atau setidaknya menjadi pendengar yang baik untuk semua keluh kesah yang ingin NC utarakan.

Dan itulah awal mula kenapa R mau dekat dengan NC. Selain itu mereka berdua, R dan NC memiliki beberapa kesamaan seperti menyukai musik dan suka olahraga.
Dari kedekatan mereka, lambat laun akhirnya R jatuh cinta pada NC.

Bagaimana R tidak jatuh cinta pada pria ini? selain memiki tampang yang lumayan, NC juga lucu dan selalu mengatakan hal manis serta kerap kali memuji R yang memang si R ini memiliki masalah ’self esteem’ atau kepercayaan diri yang rendah. Akhirnya R merasa bahwa NC menyayanginya.

R kemudian menceritakan semua tentang dirinya, mantan pacarnya, keluarga, masa lalu, traumanya dan semua tentang kehidupannya.
R berpikir bahwa NC mempercayainya sehingga R juga mempercayai NC dan menceritakan semuanya.

Setelah akhirnya mereka berpacaran dan jalan bareng, suatu hari mereka telponan lalu NC bercanda tentang “Naga dan Goa”.

“Naganya masuk ke Goa”.

R tidak mengerti apa maksud dari candaan yang dilontarkan NC itu, lalu NC menawarkan untuk memberi contoh kepada R dan mengusulkan supaya mereka menyewa sebuah kamar.
Dan bodohnya R waktu itu, dia mengiyakan ajakan NC dengan alasan ‘sudah terlanjur sayang’.

R datang menemui NC dan dia membayar sewa kamar yang berada tidak jauh dari rumah pacarnya itu.
Saat R masuk kamar, NC berubah seperti ’vampir yang harus darah’, NC tidak tampak seperti dirinya yang dikenal baik oleh R.

Mereka berdua melakukan hal terlarang itu meski awalnya R menangis, tapi pada akhirnya dia setuju karena dari dulu dia memang tidak bisa melawan maupun membela diri.

Beberapa waktu berlalu ….

R merasa nyaman bersama NC dan sangat mempercayainya setelah NC selalu memujinya dengan berbagai kata manis seperti :

“You’re so beautiful, so talented, your voice is my favorite, etc.” (Kamu sangat cantik, sangat berbakat, suaramu adalah suara kesukaanku, dan lain sebagainya).

Jadi dari awal hubungan mereka sebenarnya ‘toxic’ atau tidak sehat. Setelah mereka melakukan perbuatan terlarang itu, banyak hal berubah menjadi buruk dan di satu sisi yang sama, semuanya menjadi lebih baik.

NC malah semakin berani kasar pada R, seperti membanting pintu, mengusir R yang berusaha menghiburnya saat NC sedang ada masalah dan hal itupun NC sendiri yang meminta supaya R datang ke tempatnya.

Dia, NC, juga sering menyalahkan R dengan alasan yang tidak jelas meskipun R tidak salah dan bahkan tidak melakukan apapun.
Lalu parahnya, setiap kali NC sudah tenang dari masalahnya, dia selalu meminta R untuk melakukan perbuatan terlarang itu lagi dan lagi hingga R hamil.

Setelah kehamilan memasuki usia 6 Minggu, NC meminta R untuk minum pil itu. Parahnya, hal ini terus berulang selama kurun waktu 2 tahun dan sampai R hamil 4 kali.
Disisi lain, NC juga semakin baik saat sedang sayang-sayangnya.

NC selalu berbicara manis pada R yang terus berhasil membuat R luluh dan merasa ‘special’ (istimewa).
Kata-kata seperti :

“You’re an amazing woman, you’re so strong, etc.” (Kamu adalah wanita yang luar biasa, kamu sangat kuat, dan sebagainya).

Sebuah kata atau pujian yang TIDAK PERNAH didapatkan oleh R dari orang lain, R mendapatkan semua itu dari pacarnya, si NC itu.

“I’ve never met a girl like you before” (Aku belum pernah bertemu wanita seperti dirimu sebelumnya).

“Your heart is so pure” (Hatimu sangat suci).

Menolak Bungkam untuk Speak Up

Dan berbagai kata sanjungan serta pujian yang tidak didapatkan oleh R dari orang lain sehingga itu juga menjadi salah satu alasan kenapa R tetap bertahan bersama NC.
NC berhasil menjadi seseorang/sesuatu yang mampu “mengisi” kekosongan dalam diri R.
Mereka berdua kerap menghabiskan waktu bersama seperti nyanyi bareng, olahraga ke gym, dan NC ini selalu memuji R, membuat R merasa ”vulnerable” (berharga), dicintai, disayang, dan juga merasa istimewa.

Bagaimana R tidak tergila-gila dan klepek-klepek jika terus dipuji, disayang, diperlakukan istimewa dan dibisiki berbagai kata manis seperti :

“You’re so beautiful inside out” (Kamu sangat cantik luar dalam).

“You’re so perfect, there’s nothing wrong about you” (Kamu begitu sempurna, nggak ada yang salah dalam diri kamu).

“The most beautiful person I’ve ever met” (Kamu adalah wanita tercantik yang pernah kutemui).

“Suara kamu suara terbagus yang pernah Aku denger, ’it’s my favorite voice ever’ (suara kamu adalah suara yang paling Aku suka).

“You’re so talented and wife material” (Kamu sangat berbakat dan seorang calon istri idaman).

R mengakui bahwa dia memang salah, dia punya masalah kepercayaan diri yang rendah dan sangat bergantung pada pacarnya.
Seharusnya dari awal R bisa melihat tanda-tanda bagaimana NC bisa cepat berubah dari pria yang romantis, penuh pujian dan selalu mengucapkan kata-kata manis menjadi pria yang galak, kasar, dan selalu ingin melakukan perbuatan terlarang. Menolak Bungkam untuk Speak Up.

Seringkali setelah bertengkar atau marah-marah, NC akan segera berubah menjadi pria yang baik dan merayu R untuk berbuat hal terlarang itu.

Sebenarnya orang-orang terdekat R pun tidak menyukai NC, teman-teman R juga beberapa kali memberitahu jika NC itu bukan cowok baik-baik, termasuk keluarga R yang tidak menyukai NC, namun si R ini malah menjauhi mereka, (keluarga dan teman-teman) demi NC.

R juga menganggap bahwa teman dan keluarganya tidak mengerti keadaan dan apa yang dirasakan oleh R sehingga meski NC kasar dan pernah menampar pipi R dengan kencang lalu pergi, R tetap merasa NC tidak bersalah. R sudah menjadi “bucin” NC tanpa dia sadari. Selain itu, selama ini mental R juga telah dirusak oleh NC, R dimanipulasi yang di sebut sebagai “GASLIGHT”.

Menolak Bungkam untuk Speak Up, go ahead.


Ditulis oleh Aandzee >,•