Ngintilan Kemana Aja Ikut Terus
Ngintilan Kemana Aja Ikut Terus

Ngintilan Kemana Aja Ikut Terus


Lagi masak di dapur, ikut-ikutan.
Lagi makan, dirusuhin.
Lagi kerja, nonton, ngegame, direcokin.
Lagi jemur baju, dibuntutin.
Bahkan saat masuk ke kamar mandi, tetap di’kintilin’!

Biasanya dia akan menunggu di depan pintu hingga aku keluar dari kamar mandi.
Meskipun terkadang aku menghabiskan waktu yang tidak sebentar di dalam sana, namun dia tetap saja setia menungguku.
Terkadang dia berguling-guling atau hanya duduk manis saja.

Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), kintil adalah Bahasa Jawa yang berarti “ikut dalam perjalanan” atau “me·ngin·til” yang artinya “mengikuti” maupun “membuntuti”.

Ya, dia, si kucing bulu-bulu selalu saja ngintilin aku di rumah. Entah karena dia jomblo dan tak punya teman atau apa, namun hobinya selalu saja mengikutiku kemana-mana.

Hewan bersuara ‘meong-meong’ itu juga kerap melompat ke atas ranjang tempat tidurku dan dengan santainya bobok-bobok-an disana.
Seringkali kudengar suara seperti orang yang sedang mendengkur.
Aku pikir, apakah kucing bisa ngorok juga?

Tidak jarang, kucing yang sering ku panggil ‘gendut’ itu menggigiti tangan maupun kakiku saat aku mengelus leher, perut maupun kepalanya.

Aku sempat sebal karena gigitan itu meski tidak sakit tapi cukup membuatku kaget.
Tidak hanya menggigit, si gendut juga sering sekali berguling-guling dan menunjukkan perutnya serta mengangkat ekornya tinggi-tinggi seolah memberitahuku bahwa dia mempunyai ekor yang panjang.

Aku tidak mengerti apa maksud dari semua ulahnya itu.
Apa dia mau mengajakku bermain dan bermanja mesra, atau hanya menggangguku saja?

Lalu aku membaca sebuah artikel dimana dijelaskan bahwa perilaku kucing seperti yang dilakukan oleh si gendut artinya adalah dia nyaman berada di sekitarku. Bahkan suara seperti orang yang sedang mendengkur, adalah tanda bahwa si kucing sedang bahagia.
Dia merasa nyaman dan aman sehingga dapat tertidur dengan pulas hingga mengeluarkan suara seperti dengkuran.

Ulah kucing yang berguling-guling dan menunjukkan perutnya serta mengangkat ekornya tinggi-tinggi juga berarti dia sedang dalam keadaan bahagia.
Gigitan-gigitan kecilnya juga bukan berarti si kucing itu sedang marah atau nakal, namun itu adalah gigitan kasih sayang!

Untuk ngintilan atau selalu mengikuti, Ngintilan Kemana Aja Ikut Terus, aku kurang tahu alasannya kenapa. Mungkin karena dia pikir aku adalah temannya kali ya? iya, teman sesama jomblonya, Hahaha.

Ohya, si gendut juga menjadi alarm yang manjur untukku. Setiap pagi, dia akan masuk ke kamarku, mengeluarkan suara khasnya dan melompat ke kasur lalu mendekati wajahku dan suara ‘meong-meong’nya terus ku dengar hingga aku terpaksa bangun.

Aku juga selalu reflek bangun jika mendengar suaranya. Aku khawatir jika makanan maupun minumannya telah habis. Pernah suatu hari dia terkunci di balkoni kamarku, sehingga setiap kali aku mendengar suaranya, aku langsung bangun.
Berbeda dengan saat mendengar suara alarm, aku akan bangun, mematikannya dan kembali tidur.

Namun parahnya, jika aku sudah bangun dari tidurku, malah si kucing gendut itu yang gantian tidur dengan pulasnya di kasurku.
Ckckck.

“Apakah kucing kalian juga ‘ngintilan’ seperti oceng endutku?”


*oceng bulubulu