Pelajaran yang Bisa Diambil dari Cerita KKN di Desa Penari

aandzee.id • Pelajaran yang Bisa Diambil dari Cerita KKN di Desa Penari – Hayyooo siapa nihh yang masih belum tahu atau bahkan belum pernah mendengar tentang cerita viral KKN di Desa Penari?

Cerita horror yang pertama kali di publikasikan di Media Sosial Twitter oleh akun Simple Man ini entah bagaimana bisa menjadi se viral ini. Bahkan banyak sekali para Youtuber yang juga membahasnya seperti Raditya Dika, Nessie Judge dan masih banyak lagi. Dalam video terbarunya, Raditya Dika bahkan sudah menghubungi Simple Man, pria yang ada di belakang cerita horror itu. Meski hanya dengan voice note karna dia nggak bisa dateng menemui Dika.

Yaa meski cerita ini cukup viral, namun masih ada juga kan @orang-orang yang belum tahu dan bahkan baru saja mendengar tentang cerita ini. Bisa jadi mereka itu memang tidak mengikuti apa-apa yang sedang viral, memang belum tahu sama sekali atau bisa juga mereka ini adalah tipe yang cuek bebek dan gak peduli sama apa yang lagi viral. Hehehee.

Menurut aandzee sendiri, ada beberapa pelajaran yang bisa diambil dari cerita KKN di Desa Penari ini salah satunya tentu saja dimana pun kita berada, harus tetap menjaga kesopanan dan norma yang berlaku di suatu daerah tertentu apalagi bila kita adalah pendatang atau tamu. Jadi jangan lancang deh yaa.. Selain itu, saat bertamu kita juga perlu memberi hormat atau respek kepada si tuan rumah dengan misalnya memakan atau minum apa yang di suguhkan.

Pelajaran yang Bisa Diambil dari Cerita KKN di Desa Penari lainnya dan yang menurut aandzee cukup penting adalah jangan melanggar aturan yang berlaku!

Kalau kita tidak boleh memasuki suatu tempat karena memang dilarang ya sudah, ikuti saja aturan itu. Tapi banyakan memang pada bandel sih yaa.. Rasa penasaran yang tinggi karena larangan malah sebaliknya mereka langgar demi memenuhi keingintahuan mereka.

Baiklah buat kamu yang belum tahu cerita ini maupun kamu yang malas baca karena panjang banget atau kamu yang nggak cukup berani buat baca cerita ini, aandzee disini akan kasih sedikit bocoran atau spoiler setelah aandzee baca cerita ini dari versi Nur dan Widya. Tapi tentu saja kalian perlu baca thread originalnya di Twitter yaa.. Karna kalau baca sendiri, feel nya akan lebih terasa dan kamu akan lebih puas deh bacanya.

Ohya.. aandzee bacanya Nur dulu baru Widya yaa.. Beberapa orang ada yang baca versi Widya dulu baru versi Nur, tapi setelah aandzee baca kedua versi itu diawali dari cerita Nur, kayaknya kamu juga kalau mau baca mendingan dari sudut pandang Nur dulu yaa!

Ada beberapa tokoh utama dalam cerita ini. Yukk kenalan dulu sama mereka :

Di ceritakan ada 6 mahasiswa yang melakukan KKN. Mereka adalah Nur, Ayu, Widya, Bima, Anton dan juga Wahyu. Mas Ilham adalah kakak lelaki dari Ayu yang merupakan teman dari Pak Prabu, seorang Kepala Desa di Desa tempat KKN berlangsung atau kita sebut Desa Penari.

Selain itu ada juga tokoh Mbah Buyut, beliau ini merupakan sesepuh desa gitu dehh.. Ada Mbah Dok, Badarawuhi, Genderuwo, Abi dan Umi, Kang Cilok, serta satu warga desa yang mengintip. Di hampir akhir cerita juga ada banyak tokoh warga desa serta nggak ketinggalan, ada bangsa lelembut atau demit yang menghuni hutan.

Gimana? Mau lanjut baca apa nggak? Kalian takut apa nggak nih? Lanjut aja deh yaa daripada penasaran kan? Langsung aja deh yukk kita kemon…

Pelajaran yang Bisa Diambil dari Cerita KKN di Desa Penari

Eehhya.. Kalau kamu suka sama sesuatu yang horror tapi yang nggak ada hantunya, coba deh baca ini : Sinopsis Film Don’t Breathe: Perampokan di Rumah si Buta

Jadi suatu hari di tahun 2009, Ayu telah mendapatkan satu lokasi untuk mengerjakan proper nya. Lokasi ini adalah sebuah desa yang masih belum begitu terjamah oleh kemajuan jaman. Lokasi ini di dapat Ayu melalui kakanya, yaitu mas Ilham. Karena mas Ilham ini adalah teman baik Kepala Desa di desa lokasi yang akan di tuju.

Nur diajak oleh Ayu untuk melakukan observasi di desa itu. Bersama mas Ilham dan seorang supir, Nur dan Ayu berangkat menuju desa yang memakan waktu sekitar 4 jam dari kota mereka.

Karena lokasi desa nya yang berada di dalam hutan, maka mobil tidak dapat masuk sehingga setelah sampai di ujung jalan desa, mereka di jemput oleh warga dengan menggunakan motor. Dalam perjalanan menuju desa, Nur merasa ada sesuatu yang aneh. Dia melihat ada sesosok wanita cantik yang sedang menari di atas batu. Matanya tajam dan menari dengan anggunnya, namun setelah Nur melihat lagi, ternyata wanita itu sudah tidak terlihat. Nur merasa kedatangannya telah mendapat sambutan. Entah itu ucapan selamat datang atau sebaliknya.

Nur merasa ada keganjilan bahkan sejak sebelum ia melakukan perjalanan untuk observasi ini. Konon orang yang berasal dari daerah barat tidak boleh ke daerah timur. Dalm perjalanan menuju desa saja, Nur, Ayu, mas Ilham dan sang sopir telah di kagetkan dengan kehadiran seorang kakek kakek yang menggedor mobil mereka. Si supir menyuruh sang kakek pergi sambil memberi recehan. Nur sendiri seakan mendapat larangan dari sang kakek itu untuk melanjutkan perjalanan. Nur sempat melihat bibir si kakek berbicara “Jangan teruskan perjalanan ini”. Nur sebenarnya sudah merasa ada yang tidak beres namun mereka tetap melanjutkan perjalanan.

Sesampainya di desa, mereka bertemu dengan pak Prabu, awalnya beliau tidak mengijinkan adanya KKN di desa itu namun karna mas Ilham dan pak Prabu adalah teman baik dan Ayu yang merengek minta ijin, akhirnya pak Prabu mengijinkan mereka.

Nur yang merupakan salah satu tokoh yang mempunyai hal istimewa, dia melihat ada sosok besar, hitam, berbulu, bertanduk dengan mata merah menyala sedang memperhatikan mereka. Dan dia adalah salah satu lelembut yang bernama Genderuwo. Nur tidak menceritakan hal ini pada Ayu karena bagaimanapun juga, Ayu telah berjasa dengan mendapatkan tempat untuk mereka mengerjakan proker.

Ayu meminta Nur untuk mengajak teman lainnya bergabung dalam KKN ini, yaitu Bima. Bima adalah temannya Nur saat mereka berada di pondok pesantren dulu. Widya juga ikut dalam kelompok Ayu serta ada Anton dan juga Wahyu.

Sebenarnya orangtua dari Widya khususnya sang Ibu tidak mengijinkan Widya untuk pergi dan bahkam memintanya untuk menunda KKN setajun kemudian namun Widya membujuk Ibunya dan akhirnya beliaupun melunak dan membiarkan Widya pergi meski sebetulnya tidak begitu rela. Setelah melakukan pembekalan, mereka berangkat menuju desa. Sama seperti saat observasi sebelumnya, mobil tidak dapat masuk ke desa, jadi ada beberapa warga yang menjemput mereka menggnakan motor. Wahyu dan Anton sempat bercanda tentang penjemputan itu namun Bima berusaha untuk mengalihkan pembicaraan.

Dalam perjalanan menuju desa, Widya mendengar ada suara gamelan yang di tabuh di sekitar jalan, semakin dekat dan mendekat, suara itu semakin keras terdengar. Perjalanan menuju desa juga Widya rasakan begitu lama seperti hampir satu jam. Widya tahu ada sesuatu yang ganjil disini.

Sesampainya di desa, mereka di sambut oleh pak Prabu. Widya menyeletuk jika desa ini sangat pelosok yang di jawab oleh pak Prabu bahwa itu tidak benar karena untuk mencapai jalan raya hanya dibutuhkan sekitar setengah jam. Lalu mereka dipersilahkan untuk istirahat. Para mahasiswa lelaki yaitu Bima, Anton dan Wahyu akan tinggal di sebuah bangunan yang dulunya digunakan sebagai Posyandu. Sedangkan 3 mahasiswi yaitu Ayu, Widya dan Nur menempati rumah salah satu warga.

Malam itu terjadi cekcok kecil antara Ayu dan Widya. Ayu menganggap Widya tidak sopan dengan mengatakan hal itu kepada pak Prabu. Widya juga mengatakan tentang apa yang ia dengar dalam perjalanan tadi, namun Ayu menyanggahnya. Pertengkaran kecil itu berakhir karena Widya juga sadar bahwa Ayu lah yang paling berjasa dalam mendapatkan tempat ini untuk mereka melakukan KKN.

Sebenarnya Nur juga mendengar apa yang Widya dengar begitupun Nur menganggap Ayu mendengarnya juga tapi tidak begitu memperhatikan karena tujuan mereka adalah tugas KKN yang harus mereka selesaikan sekitar 6 minggu lamanya.

Malam itu, Nur entah bermimpi atau melihat makhluk itu lagi dengan nyata, sosok hitam bertanduk dengan mata merah yang menyala memperhatikan Nur yang tidur ditengah Widya dan Ayu yang berada di sebelah kiri dan kanannya. Nur hanya terus membaca doa dan menggunakan selimut nya untuk menutupi dirinya. Semakin kencang Nur berdoa, suara gedoran dari makhluk itu akhirnya pergi

Keesokan harinya, pak Prabu membawa para mahasiswa untuk mengelilingi desa dan menunjukkan mana saja tempat yang bisa untuk di jadikan proker mereka. Pak Prabu mengatakan bahwa dirinya jugapernah kukiah dan seorang Sarjana Pertanian. Mereka menyusuri desa dengan beberapa canda dan tawa. Sampai di area pemakaman, ada hal yang cukup ganjil disana karena beberapa batu nisan ditutupi oleh kain hitam. Seperti sudah mempersiapkan jawaban, pak Prabu mengatakan hal ini dilakukan agar menandai bahwa ini adalah pemakaman dan oleh Anton dan Wahyu, mereka sedikit bercanda yang membuat pak Prabu agak sedikit murka namun Bima sekali lagi membuat suasana cair lagi. Nur merasa tidak enak badan dan meminta izin pak Prabu untuk kembali ke rumah yang diizinkan oleh pak Prabu. Saat itu Bima menawarkan diri untuk mengantar Nur pulang dan diizinka oleh pak Prabu. Sementara pak Prabu dan lainnya meneruskan perjalanan, Nur dan Bima pulang. Saat jalan pulang, Bima bertanya pada Nur, apakah Widya sudah memiliki pacar? Nur menyuruh Bima bertanya sendiri saja pada Widya.

Pembagian tugas proker telah dibagi menjadi tiga kelompok yaitu Ayu dengan Bima, Nur bersama Anton dan Widya berpasangan dengan Wahyu. Semuanya setuju dan akan mulai melakukan pekerjaan mereka besok.

Nur yang merasa dia diikuti oleh mahkluk itu memutuskan untuk menemui pak Prabu. Di rumah pak Prabu ada Mbah Buyut yang menyuruh Nur meminum kopi racikannya. Nur menghabiskan kopi itu dan menceritakan apa yang terjadi. Kemudian mbah Buyut dan pak Prabu mengajak Nur ke suatu tempat dan menyembelih seekor ayam kampung. Dijelaskan bahwa ada sesuatu yang menempel di tubuh Nur maka sesuatu itu perlu di keluarkan dulu agar Nur tidak melihat yang anek-aneh dan bisa fokus dengan KKN nya.

Okayy karna ini panjang banget, sepertinya di singkat aja deh yaa.. Jadi si Bima tuh naksir sama Widya, disaat yang sama Ayu juga naksir si Bima.. Nah lohh..

Widya awalnya di incar oleh Badarawuhi untuk di jadikan tumbal melalui perantara Ayu. Ayu mendapatkan selendang hijau yang bisa membuat lelaki manapun tak bisa menolaknya. Sementara Bima mendapatkan gelang untuk di berikan pada Widya yang akan membuatnya jatuh cinta pada Bima. Namun entah bagaimana, Bima dan Ayu melakukan hubungan badan di tempat terlarang. Pada suatu hari, Ayu badannya kaku dan matanya terbuka serta melotot. Bima sendiri kejang-kejang seperti orang terkena epilepsi. Pada saat itu Widya juga menghilang. Saat Widya akhirnya ketemu, pak Prabu juga telah menghubungi pihak keluarga dan kampus tentang apa yang terjadi di desa itu. Tiga bulan setelah pulang dari desa, Bim dan Ayu meninggal dunia.

Kentang banget yahh karna gak lengkap ceritanya.. Hihihii kan ini emang cuman spoiler.. Jadi kalian harus tetap baca sediri meskipun panjang banget. Disini gak ada di tulis tentang Widya dan Nur mandi di Sinden, siapa itu mbah Dok serta apa yang terjadi pada Widya dan Wahyu setelah bertemu kang cilok dan juga ular di lemari. Ahh masih banyak lagi..

Biar gak penasaran, baca selengkapnya DISINI yaa untuk versi nya Nur, dan untuk versi Widya, silakan baca DISINI.

Seperti yang Simple Man bilang, intinya cerita ini bisa di jadikan pelajaran buat kita semua tentang pentingnya menjaga norma yang berlaku di suatu tempat.

Originally posted 2019-08-31 14:55:04.