aandzee.id – Pura-pura Sakit Agar Disumbang untuk Menyumbang

Film pendek berjudul NYUMBANG (2015) karya sutradara Rahma Nurlinda Sari ini menceritakan tentang Pak Bejo yang pura-pura sakit supaya dapat sumbangan untuk menyumbang di acara tetangganya yang akan mengadakan hajatan.

<script data-ad-client="ca-pub-1465180678589020" async src="https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js"></script>

Pasangan suami istri ini merupakan salah satu keluarga miskin yang tinggal di sebuah desa kecil.

Bu Sutini berjualan gorengan di pasar, namun sepi pembeli. Sementara panen sawah mereka gagal.

Dalam kesulitan ekonomi keluarga bahkan untuk makan saja tidak ada, malahan di desa mereka sedang banyak orang yang mengadakan hajatan mulai dari sunatan, nikahan dan juga tilik orang yang sedang sakit.

Undangan untuk menghadiri hajatan terus bermunculan. Dua hari lagi mereka juga harus menyumbang pada acara hajatan tetangga, padahal uang mereka sudah tak ada sisa.

Pada titik itu, Pak Bejo punya ide untuk pura-pura sakit agar para tetangga menengoknya dan berharap mendapatkan sumbangan.

Istrinya setuju dan menyarankan agar suaminya tidak makan.
Pergilah mereka ke puskesmas untuk menemui dokter dan mendapatkan obat agar orang-orang percaya jika Pak Bejo benar-benar sakit.

Benar saja, para tetangga berdatangan untuk ’tilik’.
Banyak dari ibu-ibu yang datang membawa sayur mayur seperti sawi, kubis dan juga terong, hingga makanan matang yaitu pisang.

Bahkan ada seorang bapak yang menyarankan Pak Bejo agar dipanggilkan orang pintar.

Sorenya, saat para tetangga sudah pulang, Bu Sutuni dan Pak Bejo membuka amplop pemberian dari para tetangga.

Berharap mendapatkan banyak sumbangan, nyatanya malah apa yang mereka harapkan tidak terwujud karena sebagian dari para tetangga malah membawakan sayuran.

Ketika sedang menghitung uang, seorang anak yang akan mengantarkan makanan untuk Pak Bejo mendengar dan mengintip percakapan pasutri ini.

Khawatir kebohongannya akan ketahuan, Pak Bejo memberi uang pada si anak agar tutup mulut.

Parahnya, si anak laki-laki tadi malah memberitahu banyak orang jika Pak Bejo pura-pura sakit.

Warga desa khususnya para emak-emak datang ke rumah Pak Bejo dan menyerang mereka.

Saat akan mengejar warga, Pak Bejo malah terpeleset dan jatuh.

Scene berikutnya kaki Pak Bejo sudah dibalut dengan perban.
Suami istri ini menyesali apa yang terjadi.
Harusnya untung, malah buntung.

Video berdurasi 21 menit 50 detik ini diunggah oleh channel montaseproduction dan telah ditonton sebanyak 524.534 kali. Mendapatkan sekitar 10k suka dan 1.492 komentar.

Jika tidak harus menghadiri hajatan, mungkin Pak Bejo tidak akan Pura-pura Sakit Agar Disumbang untuk Menyumbang.

Pelajaran yang dapat kita ambil dari film pendek ini adalah, banyak orang sebenarnya tidak punya uang tapi harus tetap nyumbang pada acara-acara hajatan.

Semoga kedepannya sumbang menyumbang dalam hajatan tidak membebani yang memang tidak mampu meski itu sudah menjadi tradisi.