Satu Atap dengan Mbak Iparku

Satu Atap dengan Mbak Iparku

“Bangun, Dek! Udah jam berapa ini!?” ucap Mbak iparku sambil membuka pintu kamar.

<script data-ad-client="ca-pub-1465180678589020" async src="https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js"></script>

“Umm, iya,” jawabku sambil sedikit membuka mata.

“Makan, Dek! sarapan.” Kudengar Mbak iparku memanggil lagi.

“Iya, Mbak!” seruku.

Mbak iparku memang begitu, selesai memasak selalu mengajakku makan bersamanya.

“Mereka berdua seperti kakak beradik kandung saja ya?” ucap Wa Nisa, yang sangat jelas kudengar saat aku dan Mbak iparku lewat didepannya.

“Iya, Yu. Ikut seneng lihatnya. Bisa jadi percontohan buat yang lain juga.” Yu Feni menimpali.

Aku tersenyum lega dan juga bahagia.
Bagaimana tidak? Mempunyai seorang Mbak ipar yang baik, cantik, ramah, pintar masak dan sangat rajin adalah suatu keberuntungan tersendiri untuk keluarga kami.

Selain itu, yang lebih penting adalah Mbak iparku menghormati dan menyayangi ibu mertuanya alias ibuku.

Tidak jarang, sosok seorang ipar perempuan akan menyebalkan dan menjengkelkan. Namun, tidak dengan Mbak iparku dan aku sangat bersyukur untuk itu.

Benar kata Wa Nisa, kami memang seperti kakak beradik kandung saja. Sejak awal, aku sudah menganggapnya sebagai kakak sendiri. Sebaliknya, akupun sudah seperti adik kandungnya juga.

Kami berdua dekat seperti sahabat dan kerap tertawa bersama. Oh ya, kami juga kadang kompak untuk menyerang suaminya atau kakak laki-lakiku dalam konteks bercanda. Tinggal Satu Atap dengan Mbak Iparku adalah hal yang menyenangkan.

Darinya aku juga belajar bagaimana untuk menjadi seorang menantu dan ipar yang menyenangkan. Sehingga jika waktunya tiba dan aku menjadi seorang menantu dan ipar juga, bisa berhubungan baik dengan keluarga suami nantinya.

Tentu saja karena menikah bukan hanya persatuan dua insan yang saling mencintai saja, tapi juga penyatuan dua keluarga.

Betapa indahnya jika semua orang saling menghormati dan menyayangi satu sama lain terlebih dalam ikatan keluarga yang tinggal satu atap bersama.