Haloohhhh semuanya! This Is Aandzee Cooking Diary.

Apa sih yang pertama kali kalian pikirkan tentang “masak-memasak”?

<script data-ad-client="ca-pub-1465180678589020" async src="https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js"></script>

Tentunya makanan bukan?

Sebagian orang suka memasak, sebagian lagi tidak suka bahkan bilang tidak bisa masak.
Meskipun masak itu sebenarnya tidak terlalu sulit, tapi bukan berarti masak juga mudah.

Bisa jadi orang tidak masak karena memang tidak mau masak saja, bukan karena mereka tidak bisa masak.

Aku pernah baca ada seorang Chef laki-laki yang dinasehati oleh ibunya untuk mencari pendamping hidup atau istri yang bisa masak.

Alasannya adalah supaya dirinya tidak kelaparan meski sang Ibu juga tahu anaknya adalah seorang chef yang tentu saja bisa masak.

Ucapan Ibu dari Chef itu kira-kira begini :

“You can get the beautiful woman that you completely fall in love with her. But if she can’t cook, you’ll spend the rest of your life hungry.”

Udah lupa juga sih soalnya udah lama. Aku juga tidak bisa masak awalnya, tapi masak itu bisa dipelajari kok. Jadi sesuatu yang bisa dipelajari artinya kita bakal bisa juga melakukannya suatu hari.

Asal ada resep, bahan dan semua alat masaknya sih, gampang-gampang aja masak, hahaha.

Palingan yang bikin malas itu nyuci-nyuci perabotnya, wkwkwk.

Oh ya dengan bisa masak, apalagi kita bisa masak sesuatu yang khas, misalnya nasi goreng, ayam goreng, rendang, opor atau lainnya, orang jadi akan terus mengingat kita karena masakan.

Apa yang sangat dikangeni seorang anak dari ibunya? Menurutku seringkali masakan ibunya lah yang sangat dirindukan oleh sang anak. Begitupun seorang suami.

Pasti akan selalu ada masakan atau makanan favorit kan?

“Kalau seorang ibu atau istri yang tidak bisa masak bagaimana, zeeyeng?”

“Ya enggak apa-apa sih menurut aku yah, jangan karena nggak bisa masak, bukan berarti mengurangi citra sebagai Ibu atau istri. Meski akan lebih baik jika kita bisa masak.”


Gimana rasanya kalau seseorang misalnya menggigit kue atau menyantap makanan yang kita bikin dan mereka tersenyum lalu memikirkan kita? Aiihhh, itu pasti manis bukan?

Food is love.

Makanan memiliki kekuatan.

Setiap orang memiliki selera, bahkan jika mungkin kita tidak menyadarinya. Meski kita bukan koki yang hebat, tidak ada yang menghentikan kita untuk memahami perbedaan antara apa yang rasanya enak dan yang tidak. Betul?

Memasak juga tentang menciptakan sesuatu yang lezat untuk orang lain.

Menyiapkan makanan dan memberi makan orang-orang membawa nutrisi tidak hanya bagi tubuh kita tetapi juga bagi jiwa kita. Memberi makan orang adalah cara mencintai mereka, dengan cara yang sama bahwa memberi makan diri kita sendiri adalah cara untuk menghormati ciptaan dan kerapuhan kita sendiri.


Aku bisa masak beberapa masakan sederhana, yang penting yaa itu sih lengkap semua bahan, bumbu dan alatnya. Apalagi sekarang kan resep masakan dapat dengan mudah kita dapatkan dari internet atau YouTube yah.

Biasanya saat masak, aku sambil nyicil nyuci piring-piring maupun perabotan yang udah selesai digunakan kayak pisau gitu.
Jadi nggak perlu banyak nyuci lagi nanti, xixixi.

Setelah masak, biasanya aku mengambil gambar untuk dokumentasi. Sering juga aku mengunggahnya ke sosial media khususnya Facebook dan berbagi resep yang telah aku coba.


Buat simpan juga soalnya memory HP suka penuh, jadi foto harus dihapusin.
Adalah hal yang menyenangkan jika ada yang terinspirasi dan memasak apa yang aku masak juga.

So this is “Aandzee Cooking Diary” (ACD).

Aku mungkin akan share resep disini, xixixi.

I cook, I shoot, I upload.

Luv, zeeyeng! 💜