Yuk Belajar Tentang Business Model Canvas
Yuk Belajar Tentang Business Model Canvas

Yuk Belajar Tentang Business Model Canvas – Aandzee lagi belajar tentang business model canvas nih dan ingin share ilmunya yang sudah zee dapat. Zee coba tulis selengkap mungkin dari yang zee pelajari ya, semoga bermanfaat untuk yang sedang belajar mengenai business model canvas juga.

Pengertian Business Model Canvas

Sebenarnya apa itu yang dimaksud dengan Business Model Canvas? Bisnis model canvas itu adalah salahsatu alat pendekatan strategi dalam memulai dan menjalankan suatu bisnis. Bagaimana caranya kita memahami posisi kita dengan produsen, supplier, maupun customer. Lalu apa yang ingin kita tawarkan ke mereka dan bagaimana kita mengaturnya

Lalu mengapa bisnis model canvas ini begitu penting buat dipelajari? Business model canvas itu merupakan alat untuk membantu kita untuk menvisualisasi dan mengidentifikasi apa saja elemen-elemen penting dalam bisnis kita dan hal-hal apa yang penting dilakukan untuk memperkuatnya. Dengan begitu kita akan mudah mendesain dan merencakanan Langkah-langkah penting untuk bisnis kita sendiri kedepannya.

Kebanyakan enterpreunership ataupun pelaku UMKM terlalu sibuk untuk memulai dan menjalankan usahanya agar bisa bertahan, namun sedikit dari mereka yang mau menyempatkan diri untuk membuat perencanaan dan Ketika mereka mulai membuat perencanaan mereka kebingungan untuk memulainya dari mana. Untuk itulah kita butuh tools yang memudahkan kita menvisualisasikannya, tools yang memudahkan kita untuk mendesign atau memudahkan kita untuk memperbaiki kembali model bisnis kita yang udah terlanjur melenceng.


Mengutip dari Wikipedia, bahwa template managemen strategi yaitu business model canvas ini baru diciptakan pada tahun 2005 oleh Alexandar Osterwalder, seorang praktisi dan juga penulis dari Swiss di bidang management strategi bisnis dan baru popular di tahun 2008 dan mulai banyak membantu pebisnis meraih kesuksesannya. Umumnya template business model canvas ini digunakan bersamaan dengan penggunaan post-note (tempelan warna warni) yang ditempel di dinding ataupun papan sehingga memudahkan penggunanya untuk menvisualisasikan rencana bisnisnya, namun sekarang sudah banyak aplikasi di google store yang menyajikan template busines model canvas dalam bentuk digital di smartphone

Yuk Belajar Tentang Business Model Canvas
Aplikasi Bisnis Model Canvas yang ada di Playstore

Elemen Business Model Canvas

Lalu apa saja elemen-elemen yang ada di dalam business model canvas ini? Terdapat 9 elemen dasar dan penting dalam bisnis model canvas ini yaitu Key Partners, Key Activities, Key Resource yang merupakan bagian dalam infrastruktur bisnis. Kemudian ada Value Proposition yang merupakan bagian dalam penawaran bisnis. Kemudian ada Customer Segment, Channels, Customer Relationships yang merupakan bagian dari Customer dalam bisnis. Dan terakhir adalah Cost Structure dan Revenue Streams yang merupakan bagian dari Keuangan bisnis.

Yuk Belajar Tentang Business Model Canvas
9 Elemen dalam Template Bisnis model canvas

Mari Yuk belajar tentang Business Model Canvas, Kita bahas satu persatu ke Sembilan elemen tersebut :

1. Key Partners

Key Partners merupakan partner yang bekerjasama dengan anda, baik itu Kerjasama antara buyer dan supplier, partner dalam pengiriman logistik, maupun yang lainnya. Tujuan kerjasamanya antara lain :

  • Optimilisasi Sumber Daya : Tujuan Kerjasama agar mampu mengoptimilisasi sumber daya yang ada mengingat dalam sebuah bisnis tidak dapat melakukan semua kegiatan dan aktivitas sendirian karena keterbatasan sumber daya.
  • Meminimalisir Resiko dan ketidakpastian : Tujuan Kerjasama lainnya adalah agar mampu mengurangi resiko yang ada dalam bisnis dan ketidakpastian dalam sebuah persaingan bisnis
  • Akuisisi : Tujuan Kerjasama juga dapat berbentuk dalam sebuah akuisisi perusahaan lain sehingga mampu meningkatkan kemampuan kinerja perusahaan tersebut

Bentuk partnership umumnya adalah sebagai berikut :

  • Kerjasama dengan perusahaan yang tidak sejenis
  • Kerjasama dengan perusahaan competitor
  • Joint Venture. Yaitu Kerjasama dalam membentuk suatu perusahaan baru
  • Buyer-Supplier Relationship. Kerjasama antara pembeli dan supplier dengan motif peningkatan hasil penjualan

2. Key Activities

Key activities merupakan aktivitas yang paling terpenting dalam kegiatan bisnis anda sehingga berhasil menciptakan value proposition yang ingin ditawarkan

Bentuk key activities umumnya adalah sebagai berikut :

  • Produksi : Bagi perusahaan yang menawarkan produk sendiri. Mulai dari produksi, pengemasan hingga pengiriman
  • Jasa : Bagi perusahaan yang menawarkan jasa. Mulai dari penawaran jasa, konsultasi, hingga output konsultasinya sendiri
  • Networking : Bagi perusahaan yang menyediakan platform tempat bertemunya dua/tiga lebih segmen pasar untuk saling bekerjasama. Mulai dari penawaran, penyediaan tempat, dan pelayanan

3. Key Resources

Key Resources adalah sumber daya yang dimiliki agar dapat menjalankan key activites dan menghasilkan value yang diinginkan kepada customer.

Bentuk key resources umumnya adalah sebagai berikut :

  • Sumber Daya Manusia : Merupakan jumlah tenaga kerja yang akan menjalankan usaha tersebut
  • Aset Fisik : Merupakan bangunan-bangunan fisik seperti pabrik, kantor, kendaraan, mesin produksi dan lain sebagainya
  • Sumber Daya Intelektual : Merupakan hasil karya intelektual yang dapat dipatenkan, seperti brand, copyright, database calon customer, database sumber daya lainnya
  • Sumber Daya Keuangan : Merupakan sumber keuangan untuk mendanai operasional bisnis. Seperti Cash, Pinjaman, Obligasi, Saham, dan lain sebagainya.

4. Value Proposition

Value Proposition adalah Sebuah nilai atau value yang ingin kita tawarkan kepada customer sehingga memenuhi kebutuhan mereka. Apa kelebihan produk/jasa yang kita tawarkan dibandingkan milik kompetitor lainnya

Bentuk Value Proposition umumnya adalah sebagai berikut :

  • Newness : Merupakan produk/jasa yang benar-benar baru dan belum ada orang lain yang pernah menawarkan sebelumnya
  • Performance : Merupakan produk/jasa yang Ketika digunakan akan meningkatkan performa customer tersebut sehingga bisa menjadi lebih efisien
  • Customization : Merupakan produk/jasa yang berbeda  seperti varian berbeda dibandigkan dengan produk/jasa yang sudah pernah ditawarkan sebelumnya
  • Getting the job done : Dengan menyelesaikan sesuatu sehingga membantu customer menyelesaikan sesuatu
  • Design : Dengan menawarkan produk/jasa yang memiliki nilai artistik lebih dibandingkan lainnya
  • Brand : Dengan menawarkan produk/jasa dengan brand yang tinggi sehingga memberi status sosial lebih terhadap customer yang memakainya
  • Price : Dengan menawarkan produk/jasa dengan harga yang sesuai dengan segmen customer
  • Cost Reduction : Dengan menawarkan produk/jasa dengan harga yang lebih hemat dibandingkan yang lain
  • Risk Reduction : Dengan menawarkan produk/jasa dengan resiko lebih kecil dibandingkan yang lain
  • Accessibilty : Dengan menawarkan kemudahan akses kepada customer terhadap produk/jasa yang kita tawarkan
  • Convenience/Usibilty : Dengan menawarkan produk/jasa dengan tingkat kenyamanan lebih tinggi dibandingkan yang lain

5. Customer Segment

Customer Segment adalah kelompok jenis customer yang ingin kita sasar untuk dijadikan calon buyer kita. Kita harus mengidentifikasi dengan tepat kelompok mana yang akan kita tawarkan. Beragam jenis segmen customer ini bergantung dari permasalahan mereka, kemampuan mereka, minat mereka dan kebutuhan mereka akan produk/jasa yang ingin kita tawarkan.

Bentuk Customer Segment umumnya adalah sebagai berikut :

  • Mass Market : Merupakan segmen pasar yang luas yang umumnya memiliki kebutuhan yang sama oleh banyak orang.
  • Niche Market : Merupakan segmen pasar yang spesifik berdasarkan minat atau kebutuhan tertentu customer tersebut. Misal : Jam mewah Rolex
  • Segmented Market : Merupakan segmen pasar untuk kelompok customer tertentu, semisal segmen perempuan, segmen anak, dan lain sebagainya
  • Diversity : Melayani berbagai jenis segmen yang berbeda dan tidak saling bersinggungan
  • Multi – Sided Performance : Melayani berbagai jenis segmen yang berbeda namun masih saling berkaitan

6. Channels

Channels adalah media kita untuk menjangkau customer, melalui cara apa kita bisa menjangkau customer kita, baik melalui channel sendiri seperti toko milik sendiri atau melalui partner channel seperti disitribusi ke supermarket-supermarket, ataupun kombinasi keduanya

Bentuk Channels umumnya adalah sebagai berikut :

  • Direct Sales : Toko sendiri, web sendiri, penawaran langsung door to door, dan lain sebagainya
  • Indirect Sales : Melalui distribusi partner, wholeseller, ataupun toko/supermarket milik partner
  • Awareness : Untuk menciptakan kepekaan customer atau informasi awal terhadap produk/jasa kita
  • Evaluation : Membantu customer mengevaluasi terhadap value proposition terhadap yang kita tawarkan ke mereka
  • After Sales : Memberikan pelayanan terhadap produk/jasa yang telah dibeli oleh customer

7. Customer Relationship

Customer Relationship adalah Bagaimana cara kita menjalin hubungan dengan customer, jika channel adalah cara menjangkaunya sedangkan Customer Relationship adalah mengidentifikasi bentuk hubungan yang tepat kepada segmen customer kita

Bentuk Customer Relationship umumnya adalah sebagai berikut :

  • Personal Assistance : Bentuk bantuan tim kita terhadap customer baik saat sebelum membeli produk/jasa maupun setelahnya
  • Dedicated Personal Assistance : Bentuk bantuan yang lebih erat terhadap customer, umumnya untuk hubungan jangka panjang bagi spesial customer
  • Self Service : Umumnya perusahaan memberikan alat maupun wadah sehingga customer bisa melayani dirinya sendiri
  • Automated Service : Memberikan pelayanan otomatis umumnya dengan mencocokkan minat dan kebutuhan calon customer, seperti barang rekomendasi untuk anda di platform marketplace
  • Communities : Dengan membentuk komunitas untuk customer sehingga tercipta hubungan antar customer lain dalam komunitas itu
  • Co-Creation : Mengajak customer untuk menciptakan sesuatu yang baru terhadap bisnis kita

8. Cost Structures

Cost Structures adalah rencana anggaran biaya (RAB) agar semua key activities dapat terlaksana sehingga dapat menghasilkan value proposition seperti yang kita tawarkan pada customer

Bentuk Cost Structures umumnya adalah sebagai berikut :

  • Cost Driven : Dengan pendekatan menekan biaya operasional seminim mungkin
  • Value Driven : Dengan pendekatan fokus terhadap terciptanya value dan mengesampingkan cost yang keluar
  • Fixed Cost : Adalah biaya yang tidak berubah banyak dan tidak terpengaruhi oleh hal-hal lain seperti jumlah produksi dan sebagainya
  • Variable Cost : Adalah biaya yang sangat bergantung terhadap variable aktivitas lainnya seperti variable jumlah produksi dan sebagainya

9. Revenue Streams

Revenue Streams adalah cara suatu perusahaan dalam menghasilkan uang untuk kelangsungan bisnisnya

Bentuk Revenue Streams umumnya adalah sebagai berikut :

  • Asset Sale : Hasil pemasukan dari penjualan produk secara langsung
  • Usage Fee : Hasil pemasukan dari biaya yang dikeluarkan oleh customer dari seberapa lama menggunakan produk/jasa tersebut. Seperti biaya pengiriman barang JNE dsb
  • Subscription Fees: Hasil pemasukan dari biaya langganan yang rutin dikeluarkan oleh customer
  • Lending/Leasing/Renting : Hasil pemasukan dari hasil menyewakan atau meminjamkan produk/jasa yang disewakan
  • Licensing : Hasil pemasukan dari izin menggunakan barang yang sudah memiliki copyright ataupun hak paten lainnya
  • Brokerage Fees : Hasil pemasukan bagi perantara penjualan, seperti agen perumahan
  • Advertising : Hasil pemasukan dari mengiklankan suatu produk/jasa

Itulah 9 elemen dasar dalam Business Model Canvas yang akan membantu kita untuk menvisuaslisasikan, mendesign dan merencanakan ulang suatu bisnis agar menjadi lebih teratur dan menjadi lebih berkembang. Yuk Belajar tentang Business Model Canvas Bersama dan segera di praktekkan. Salam sukses dari aandzee 😊

Originally posted 2020-07-12 05:17:36.